Hasil autopsi, 6 korban di Pulomas tewas karena kekurangan oksigen

Hasil autopsi, 6 korban di Pulomas tewas karena kekurangan oksigen. Enam korban meninggal keesokan harinya lantaran kekurangan oksigen dalam darah.

Faiq Hidayat
Oleh Faiq Hidayat - Reporter
Hasil autopsi, 6 korban di Pulomas tewas karena kekurangan oksigen
evakuasi korban pembunuhan pulomas. ©2016 merdeka.com/arie basuki

Hasil autopsi memastikan enam korban perampokan di Pulomas, Jakarta Timur, meninggal dunia lantaran kekurangan oksigen saat disekap bersama lima korban lainnya di dalam kamar mandi berukuran 2x1 meter. Para korban meninggal dunia keesokan harinya."Semua meninggal dunia akibat kekurangan oksigen dalam darah, karena mereka disekap di ruangan 2x1 bersamaan, tanpa ventilasi udara. Mereka meninggal jam 06.00 WIB sampai 08.00 WIB pagi," kata Kapolda Metro Jaya Irjen Pol M Iriawan saat konferensi pers di Polda Metro Jaya, Rabu (28/12).Iriawan menceritakan, empat pelaku masuk ke rumah korban, Senin sekitar pukul 14.27 WIB. Kemudian mereka memasukkan 11 korban ke dalam kamar mandi. Para korban baru bisa dievakuasi keesokan harinya sekitar pukul 10.10 WIB."Ramlan Butar-Butar ini yang paling dominan dengan saudara Erwin (Situmorang)," tuturnya.Saat rumah korban disatroni para pelaku, pagar dalam kondisi tidak terkunci lantaran salah satu sopir pribadi baru saja keluar menuju rumah Dodi Triono (59) yang lain."Di dalam ada perempuan, pembantu dan anak kecil dan sopir yang secara fisik kalah dengan pelaku," terang Iriawan.Polisi memastikan kendaraan yang digunakan para pelaku dalam beraksi menggunakan pelat nomor polisi palsu.

Rekomendasi