Fahira Idris desak Jokowi keluarkan SK peredaran miras

Jumat, 13 September 2013 13:56 Reporter : Islahudin
Fahira Idris desak Jokowi keluarkan SK peredaran miras miras. merdeka.com/Abi Sumandoyo

Merdeka.com - Ketua Gerakan Nasional Anti Miras (Genam) Fahira Idris menemui Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahok di Balai Kota. Dalam pertemuan itu Fahira mengajukan agar pembelian minuman keras (miras) di Jakarta diperketat, khususnya untuk remaja usia 21 tahun ke bawah.

"Ini untuk Jakarta yang lebih lebih aman. Kita meminta agar gubernur mengeluarkan SK gubernur tentang peredaran miras di Jakarta. SK itu akan disosialisasikan kepada masyarakat, agar bisa mengawasi peredaran miras. Bukan jadi hakim, tapi jadi pengawas. Caranya dengan diawasi dengan bukti foto, kemudian dilaporkan ke gubernur. Kemudian gubernur akan menindak. Peringatan 1,2,3 kemudian penutupan tempat jika mereka masih menjual miras kepada anak di bawah usia 21 tahun," kata Fahira di Balai Kota, Jumat (14/9).

Dalam penjelasan Fahira, usulannya itu telah disetujui oleh Ahok. Menurutnya, SK ini akan segera keluar dan saat ini sedang kami buat draf-nya. Fahira menjanjikan draf untuk SK itu akan selesai minggu ini.

Rancangan SK Gubernur yang diajukan itu, menurut Fahira, meminta gerai-gerai, dan minimarket di Jakarta agar tidak menjual miras kepada remaja di bawah 21 tahun. Fahira mengusulkan, jika kelak ada yang melanggar, supermarket atau gerai itu ditutup oleh Pemda.

"Jika ada yang melanggar, akan diberi peringatan sebanyak tiga kali, kemudian jika masih melanggar akan ditutup. Hari ini saya juga akan ketemu Kabaleg DPRD untuk membicarakan itu," ujar Fahira lebih lanjut.

Data menjelaskan, dari data nasional, dalam sehari, ada 50 anak di bawah umur 21 tahun yang meninggal akibat meminum minuman keras. Khusus di Jakarta, dalam penjelasan Fahira, penjualan miras makin bebas sejak menjamurnya minimarket-minimarket di Jakarta.

Bahkan menurutnya, saat ini sepertiga siswa SMP di Jakarta sudah terbiasa meminum minuman keras, karena lalainya pengawasan. Bahkan Fahira mengecam display menempatan minuman keras yang ditaru sembarangan bersama berbagai jenis minuman lainnya. Tak segan juga dia menyebut nama-nama gerai minimarket yang menjual minuman beralkohol itu.

"Alfamart, Indomaret, Sevel, Lawson, Circle-K dan yang lainnya. Kalau di Amerika Serikat lokasi alkoholnya ditaruh di belakang kasir dan kalau di Indonesia di display kan dengan susu. Jadi alkohol sudah diperlakukan seperti minuman biasa. Produsen sudah berhasil membuat minuman alkohol menjadi gaya hidup minuman anak muda Indonesia, anak muda Jakarta," ujar Fahira. [did]

Topik berita Terkait:
  1. Jokowi Ahok
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini