Cerita Pemotor soal Trotoar di Jl Kalimalang yang Mengganggu dan Bikin Celaka

Selasa, 17 September 2019 08:14 Reporter : Yunita Amalia
Cerita Pemotor soal Trotoar di Jl Kalimalang yang Mengganggu dan Bikin Celaka Trotoar di tengah Jalan Kalimalang. ©Liputan6.com/Faizal Fanani

Merdeka.com - Jika sering melintas di Jl Inspeksi Saluran Kalimalang, Jakarta Timur, harusnya Anda pernah melihat trotoar tak lazim. Ketidakbiasaan itu karena letak trotoar bukan berada di tepi jalan untuk pejalan kaki, melainkan di tengah.

Trotoar ini kemudian menjadi perbincangan. Buat pengendara yang lalu lalang, keberadaan trotoar di sepanjang badan jalan tersebut sangat mengganggu.

Keberadaan trotoar juga kerap kali menimbulkan kemacetan di persimpangan Jalan Raden Inten menuju Cawang, Jakarta Timur. Sebabnya, trotoar membuat ruas jalan menyempit.

Ita, pekerja swasta yang sehari-hari berkendara motor dan melintas Kalimalang, mengakui keberadaan trotoar tersebut mengganggu.

"Jadi macet, ini kan persimpangan. Mobil atau motor dari arah Raden Inten mau ke arah Cawang, tersendat karena ada trotoar di tengah jalan jadi menyempit. Belum lagi kendaraan dari arah Bekasi ke Raden Inten," katanya kepada merdeka.com, Jakarta, Senin (16/9).

Ia menuturkan antrean kendaraan terkadang merembet hingga muka jalan masuk Kompleks Kodam. Letaknya tak jauh berseberangan dari kantor Polsek Duren Sawit, Jakarta Timur, dan persimpangan Jalan Raden Inten.

"Jadi sudah jalannya sempit, kendaraan yang mengarah ke Cawang kadang suka antre lagi di sana (merujuk jalan masuk komplek Kodam) karena ada kendaraan yang keluar atau masuk," ujarnya.

Selain mengganggu lalu lintas kendaraan, trotoar tersebut juga rawan membuat pengendara celaka. Apalagi jika malam hari, kendaraan tidak tertib semakin membuat pengendara lainnya khawatir.

"Sradak sruduk. Iya bagus kalau tahu kondisi jalan ini, kalau yang baru lewat sini terus kaget ada trotoar di tengah jalan?" ujarnya.

Tidak hanya pengendara motor, pengemudi mobil juga kebingungan maksud dan tujuan trotoar itu. Seperti diceritakan Kamal.

Sepengetahuannya, trotoar itu sudah ada sejak pembangunan tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu. Dia berharap trotoar yang membelah beberapa meter jalan Kalimalang dibongkar saat proyek berjalan.

"Cuma di sini aja. Ke sana (arah Bekasi) tidak ada trotoar di tengah jalan begini," ujar Kamal.

Seperti diberitakan sebelumnya, Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo, menyebut trotoar yang membentang di tengah jalan itu termasuk dalam proyek pembangunan Tol Becakayu.

Sehingga untuk pembongkarannya menjadi kewenangan pemerintah pusat. "Pembangunan Jalan Kalimalang itu saat ini satu paket dengan pembangunan Tol Becakayu dari PUPR," katanya saat dikonfirmasi, Minggu (15/9).

Namun demikian, katanya, Dishub akan berkoordinasi dengan instansi terkait.

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, mengatakan akan segera menginstruksikan Wali Kota Administrasi Jakarta Timur M Anwar untuk memperbaiki trotoar tersebut. "Nanti wali kota (Jakarta Timur) kita suruh perbaiki," ujar Anies di kawasan Senayan, Jakarta. [lia]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini