Anies Berdalih Anggaran Rp550 Juta buat Bambu Getah Getih Genjot Ekonomi Mikro

Sabtu, 20 Juli 2019 14:37 Reporter : Merdeka
Anies Berdalih Anggaran Rp550 Juta buat Bambu Getah Getih Genjot Ekonomi Mikro Instalasi bambu getah-getih. ©Facebook/Anies Baswedan

Merdeka.com - Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan angkat bicara soal pembongkaran instalasi bambu Getih Getah di Bundaran HI, Jakarta. Menurutnya, instalasi itu hanyalah bagian dari penyambutan acara Asian Games pada Agustus 2018 lalu. Sehingga, pemasangan memang hanya secara temporer.

"Sebagaimana berbagai atribut yang dipasang di sekitar Senayan dan berbagai wilayah Jakarta, itu semua bukan permanen. Seselesainya Asian Games maka semua atribut dilepas kembali," tutur Anies dalam foto unggahan di Instagram pribadinya @aniesbaswedan, Sabtu (20/7).

"Begitu juga dengan instalasi Bambu ini, tidak permanen. Saat itu diproyeksikan bisa bertahan 6 bulan. Ternyata malah bisa tahan lebih lama. Dan, kini memang sudah waktunya untuk diturunkan. Tidak ada yang aneh, selesai acara ya diturunkan," lanjutnya.

Anies menjelaskan, soal biaya, perlu disadari bahwa pengeluaran pemerintah berbeda dengan pengeluaran perusahaan atau pribadi. Sebab, pengeluaran itu bertujuan menggerakkan perekonomian.

"Apalagi, jika penerima manfaat itu adalah kelompok-kelompok masyarakat yang jarang menerimanya. Itu prinsip dasar ekonomi makro," jelas Anies.

Karenanya, Anies sengaja memilih instalasi dari bahan bambu agar dana itu menjangkau petani serta seniman bambu. Termasuk juga untuk tenaga kerja terampil, jasa angkutan, dan tukang pasang hingga bongkar.

Bambu itu sendiri disebutnya berasal dari petani lokal di Jawa Barat. Dana pun diterima langsung oleh pelaku ekonomi mikro dan kecil, bukan pelaku ekonomi besar.

"Itu semua adalah akibat dari pilihan material bambu. Ia (bambu) menggerakkan ekonomi lokal, kecil dan rakyat kebanyakan," ucap Anies.

Anies mengungkapkan, ke depannya Jakarta justru perlu lebih banyak memberikan anggaran untuk para seniman. Apalagi jika karya mereka menggunakan material lokal dan menggerakan ekonomi rakyat kebanyakan.

"Ketiga, soal karya seni itu sendiri. Alhamdulillah, syukur tak terhingga banyaknya warga yang sudah menyaksikan, menikmati dan berswafoto di depan #GetihGetah itu," kata Anies.

"Karya bambunya (milik Joko Avianto) pernah dipampang di Esplanade Singapura, Yokohama dan Frankfurt. Kita senang ada putra bangsa, seorang seniman berkelas, Joko Avianto yang seni bambunya ikut mewarnai pusat kota Jakarta selama hampir setahun," katanya.

Biaya pembuatan serta pemasangan instalasi seni bambu itu menghabiskan Rp550 juta yang berasal dari 10 BUMD DKI dengan sistem konsorsium. Saat meninjau pemasangan pada 15 Agustus 2018, Anies juga menjelaskan, karya seni tersebut selain menambah estetika di Jakarta, juga menjadi simbol persatuan.

Reporter: Ratu Annisaa Suryasumirat [rhm]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini