Tak Ada Pasokan Air, 1.300 Hektare Sawah di Indramayu Terancam Gagal Panen
Merdeka.com - Musim kemarau di pertengahan tahun ini rupanya berdampak besar bagi para petani di Kecamatan Kandanghaur, Kabupaten Indramayu, Jawa barat.
Lebih dari 1.300 hektare tanaman padi di kecamatan tersebut terancam gagal panen akibat minimnya pasokan air yang biasa mengaliri kawasan tersebut selama beberapa waktu terakhir.
Melanda Ribuan Hektare Tanaman Padi

Lahan pertanian di Kab Indramayu
©2020 Merdeka.com
Dilansir dari ANTARA, Ketua Kelompok Tani dan Nelayan (KTNA) Kecamatan Kandanghaur, Waryono mengungkapkan jika saat ini terdapat lebih dari 1.300 hektare lahan sawah yang mengalami kekeringan akibat pasokan air yang tersendat.
"Ada 1.300 hektare lebih tanaman padi yang terancam gagal panen," ujar Waryono.
Mengandalkan Pasokan Air dari Waduk Jatigede Sumedang
Waryono menjelaskan bahwa pasokan air yang minim ini terjadi akibat dari tidak adanya curah hujan yang membasahi lahan. Satu-satunya harapan petani setempat adalah aliran air dari Waduk Jatigede Sumedang. Namun sayangnya, hingga saat ini pasokan air dari waduk tersebut belum juga sampai ke area sawah di Kandanghaur.
"Para petani sangat membutuhkan air, karena ketika 10 hari ke depan tidak terairi maka tanaman padi akan mati," ujarnya.
Selain mengancam kawasan sawah yang sudah ditanam dan baru berumur satu bulan itu, terdapat pula ribuan hektare lahan baru yang memasuki masa bajak (lahan garapan baru sebelum masuk masa tanam) yang juga membutuhkan pasokan air.
Pasokan air dari Waduk Jatigede sangat dibutuhkan petani agar tanamannya bisa diselamatkan dan tidak kembali gagal panen (puso) seperti tahun lalu akibat minimnya pasokan air.
"Yang kami harapkan ada kebijakan dari Pemerintah Daerah, agar air dari Waduk Jatigede bisa mengairi lahan pertanian," katanya.
Menjadi Perhatian Serius
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Indramayu, Taufik Hidayat mengungkapkan jika pasokan air di wilayah hilir harus menjadi perhatian serius.
Ia menekankan bahwa kawasan tersebut perlu diprioritaskan dalam pembagian air, mengingat kawasan hilir merupakan salah satu daerah lumbung padi di pantai utara dan wilayah Kecamatan Kandanghaur, Losarang, serta Gabuwetan sudah mulai kesulitan air.
Sementara itu wilayah yang ada di kawasan depan saluran Cipelang, hingga saat ini pasokan air masih aman untuk pengairan sawah hingga beberapa hari ke depan.
Ia juga berharap para petani disiplin dalam mengelola air agar proses pengairan lahan sawah bisa optimal, terutama di masa kemarau seperti sekarang.
"Saya tegaskan pertanian di hulu saluran ini harus mendapatkan prioritas. Wilayah yang ada di depan masih cukup aman. Para petani juga harus disiplin dalam menggunakan air. TNI dan Polri tetap akan mengawasi pendistribusian air ini," kata Taufik.
(mdk/nrd)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya