SMKN 2 Ciamis Kenalkan Mobile Service Car, Inovasi Servis Kendaraan Keliling
Merdeka.com - Belum lama ini, Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 2 Ciamis meluncurkan sebuah inovasi bernama Mobile Service Car. Terobosan tersebut diketahui mampu memberikan pelayanan memperbaiki kendaraan dengan langsung datang ke rumah ataupun jalan raya.
Dalam peluncurannya di Jalan Sadananya No. 21, Kabupaten Ciamis pada Kamis (27/5/2021) pekan lalu, Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Jawa Barat (Jabar), Dedi Supandi mengatakan jika terobosan ini merupakan bentuk respons terhadap program SMK Membangun Desa.
"Jadi Mobile Service Car ini inovasi dari program SMK Membangun Desa, jadi bagi masyarakat yang memiliki kendaraan dan sedang mogok, dari tim (siswa SMK) akan bergerak membantu dari rumah ke rumah," terang Dedi, melansir dari kanal YouTube Disdik Jabar, Jumat (04/06).
Berbasis Digital

©2021 Humas Disdik Jabar/editorial Merdeka.com
Dedi turut mengatakan jika keberadaan Mobile Service Car keliling saat ini sudah disinergiskan dengan perangkat digital yang artinya pengguna jasa bisa langsung mengaksesnya lewat WhatsApp.
Ketika pesan kerusakan kendaraan masuk, siswa SMKN 2 Ciamis langsung bergegas menuju lokasi dengan membawa peralatan servis yang dibutuhkan dan didampingi tenaga andal.
"Jadi, pengguna nanti bisa langsung WA saja ke nomor yang tersedia di mobil nanti akan datang layanan servis khusus dengan didampingi mekanik terlatih," paparnya.
Berkontribusi Membangun Desa

©2021 Humas Disdik Jabar/editorial Merdeka.com
Sementara itu, layanan bengkel digital keliling ini diharapkan Kadisdik Jabar mampu berkolaborasi dengan pihak desa-desa yang berkaitan (alamat tinggal siswa).
Nantinya program tersebut bisa hadir dan berkembang di desa, melalui kerja sama dengan Badah Usaha Milik Desa (BUMDES).
"Ini kami harapkan agar bisa terus dikembangkan melalui merger-merger kolaborasi antara SMKN 2 Ciamis dengan BUMBDES dengan skala yang lebih luas," tambahnya.
Menambah Jam Terbang Para Siswa

©2021 Humas Disdik Jabar/editorial Merdeka.com
Sementara itu, Kepala SMKN 2 Ciamis, Didin Rusdiana mengatakan bahwa program mobile service bisa menambah jam terbang praktik untuk para siswa.
Ia mengatakan, saat melakukan perbaikan (praktik) siswa-siswanya didampingi langsung oleh tenaga ahli di masyarakat, sehingga mereka tidak perlu lagi melakukan praktikum di perusahaan-perusahaan berkaitan.
"Ini juga menjadi ajang pelatihan praktik untuk para siswa, sehingga mereka tidak perlu praktik di perusahaan karena sudah terjun secara langsung saat melayani masyarakat," tutur Didin.
Ia menambahkan, jika program Mobile Service Car ini juga bisa memandirikan siswa-siswanya setelah lulus dengan membuka bengkel sendiri di masyarakat atau di desa tempat tinggalnya karena sudah terlatih.
(mdk/nrd)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya