Bandung menawarkan berbagai tempat wisata yang tak boleh dilewatkan. Sebut saja Kawah Putih yang mempesona, hamparan kebun teh yang bikin betah dan kekayaan kuliner yang menggugah selera.
Namun jika ingin mencari nuansa liburan yang berbeda, kawasan industri PT Dirgantara bisa dicoba. Beberapa tahun belakangan, tempat ini memang dijadikan eduwisata sehingga bisa dikunjungi secara bebas oleh masyarakat.
Di sini, pengunjung bisa melihat bagaimana proses perakitan pesawat dan hasil produknya yang mengagumkan. Salah satu di antaranya adalah pesawat tanpa awak canggih yang menjadi maha karya anak bangsa.
Sesuai namanya, pesawat ini bisa dikendalikan secara hybrid dari jarak jauh untuk kebutuhan pertahanan negara. Yuk simak keseruannya.
Advertisement
Dirgantara Indonesia (DI) Edutaiment jadi salah satu destinasi edukasi yang tak boleh dilewatkan saat berkunjung ke Kota Kembang.
Lokasinya ada di lingkungan Bandara Husen Sastranegara, Kecamatan Cicendo, Kota Bandung, Jawa Barat. Aksesnya terbilang mudah, hanya berjarak 5 kilometer dari Gedung Sate, Bandung Wetan.
Dirgantara diketahui merupakan satu-satunya industri pesawat terbang di Asia Tenggara dan Indonesia, dengan berbagai produk pesawat asli buatan dalam negeri.
“Yang menarik, PT DI in ikan satu-satunya industri penerbangan yang ada di Asia Tenggara,” kata Humas PT Dirgantara Indonesia, Annisa Carolina, mengutip Youtube Fokus Indosiar, Senin (26/8).
Advertisement
Sisi menarik ketika berwisata di sana adalah karena pengunjung akan diajak berkeliling industri pesawat tersebut.
Namun tak perlu khawatir, karena terdapat fasilitas angkutan wisata berupa bus Bandung Tour On Bus (Bandros) yang siap mengangkut rombongan wisatawan. Busnya juga unik, karena memiliki konsep terbuka sehingga bisa lebih jelas melihat deretan produk pesawat.
“Jadi kita mencoba memperkenalkan, bagaimana sih yang ada di PT Dirgantara Indonesia ini, hanggarnya, proses pembuatan pesawatnya dan produknya apa saja,” tambah Annisa.
Advertisement
Nantinya, pengunjung akan diajak berkeliling PT Dirgantara Indonesia selama kurang lebih 45 menit menggunakan Bandros tersebut.
Terdapat beberapa rute yang dituju, seperti gedung perakitan yang berfungsi untuk melindungi pesawat dari paparan udara dan cuaca berlebihan. Lalu dilanjut ke hangar tempat pesawat terparkir.
Di sini, pengunjung boleh turut melihat berbagai pesawat buatan dalam negeri, berswafoto bahkan berkesempatan menaikkinya.
Advertisement
Di lokasi terdapat beberapa jenis pesawat dan seluruhnya merupakan hasil karya anak bangsa. Pesawat-pesawat tersebut di antaranya dari CN 250, CN 235, yang merupakan pesawat sipil kelas menengah bermesin dua.
Pesawat ini biasa digunakan untuk patroli maritim, serta dilengkapi dengan sistem navigasi dan komunikasi misi. Kegunaannya semakin lengkap, karena adanya tambahan radar pencari di lautan, penjejak panas, radar peringatan dan pendeteksi sistem.
Kemudian, pesawat juga bisa mengakomodiasi rudal atau torpedo berbobot ringan sebagai keperluan pertahanan.
Advertisement
Kemudian, PT Dirgantara Indonesia juga memproduksi pesawat canggih tanpa awak yang dikenal dengan nama Black Eagle. Pesawat ini merupakan karya teranyar mereka yang diproduksi beberapa tahun lalu, serta bisa dioperasikan tanpa diisi pilot.
Mengutip indonesian-aerospace.com, pesawat ini berjenis Medium Altitude Long Endurance (MALE), dengan bentuk canggih dan bisa dikendalikan dari jarak jauh.
Tiadanya pilot di dalam kabin, membuat pesawat bisa menjelajah secara utuh seluruh wilayah Indonesia selama 24 sampai 30 jam penuh, dengan ketinggian jelajah sejauh 3.000 hingga 6.000 meter.
Hadirnya pesawat ini bisa meminimalisir serangan dan ancaman dari luar negara yang dapat memecah kedaulatan bangsa.