Masyarakat Kota Bandung kini resmi memiliki sentra kuliner baru. Lokasinya berada di basemen Alun-alun yang diisi sebanyak 140 lapak makanan khas Sunda. Cocok untuk dijadikan spot berlibur akhir tahun.
Pemerintah Kota Bandung sebelumnya melakukan penataan agar wilayah perkotaan menjadi lebih rapi dan tertata. Penempatan di area basemen juga memudahkan warga yang berkunjung ke alun-lalu, lalu mencari spot kuliner khas.
Ini juga akan menjadikan pusat alun-alun yang steril, dan terhidar dari lapak yang semrawut dan kurang tertata.
Advertisement
Diresmikan Kamis (21/12)
Mengutip bandungkota.go.id, area kuliner di basemen alun-alun sendiri dilakukan pada Kamis, 21 Desember lalu.
Sebelumnya para penjual makanan itu menempati jalan sekitar alun-alun, dengan kondisi yang kurang tertata.
Terhitung ada 140-an kedai kuliner yang sebelumnya menempati titik-titik di Jalan Dalem Kaum dan Alun-alun yang kini telah menempati tempat baru yang lebih nyaman.
Advertisement
Jadi pusat kuliner baru di tengah Kota Bandung
Dari 140 lapak kuliner yang berjualan, seluruhnya mendapatkan fasilitas tempat yang bersih dan nyaman.
Pengunjung pun bisa memilih berbagai kuliner khas kota kembang, mulai dari bakso cuankie, mi koclok, batagor dan baso tahu, nasi rames dan makanan serta minuman khas lainnya.
"Sehingga kenyamanan keindahan bisnis informal pun bisa jalan, salah satu spotnya di Alun-alun. Ini adalah solusi yang terbaik," kata Pj Wali Kota Bandung, Bambang Tirtomulyono.
Advertisement
Terdapat ruangan dan kursi yang nyaman
Pihak Pemkot Bandung sendiri bekerja sama dengan salah satu produsen makanan ringan untuk melakukan penataan basemen Alun-alun Kota Bandung sebagai sentra kuliner.
Dari sana, didapatkan sejumlah fasilitas yang nyaman untuk para pengunjung mulai dari 140 ruang kios, kursi dan meja, exhouse, kipas, apar, lampu 140 titik, wastafel, neon boks, pelaburan dinding, serta daya dukung instalasi air dan listrik.
"Kita ingin menghadirkan kota Bandung sebagai kota yang indah,” tambahnya.
Advertisement
Siap menjaga kebersihan
Para PKL yang menempati basemen alun-alun pun berjanji akan menjaga kebersihan lokasi, sehingga membuat para pemburu kuliner nyaman.
Sebelumnya penataan ini sudah direncanakan sejak 10 sampai 12 tahun silam, dan baru bisa terlaksana di bulan ini.
"Alhamdulillah ada 140 pelaku usaha informal yang sudah kita verifikasi dan validasi," kata Sekretaris Daerah Kota Bandung selaku Ketua Satgasus PKL, Ema Sumarna.