Komplikasi Epilepsi yang Wajib Diwaspadai, Sebabkan Kecelakaan hingga Kerusakan Otak

Kejang yang disebabkan karena epilepsi dapat menimbulkan keadaan yang dapat membahayakan diri sendiri maupun orang lain.

Andre Kurniawan Kristi
Oleh Andre Kurniawan Kristi - Reporter
Komplikasi Epilepsi yang Wajib Diwaspadai, Sebabkan Kecelakaan hingga Kerusakan Otak
Ilustrasi otak. ©2018 Merdeka.com/Pixabay

Epilepsi adalah gangguan yang terjadi pada sistem saraf pusat (neurologis) sehingga menyebabkan aktivitas otak menjadi tidak normal, kejang atau periode perilaku yang tidak biasa, dan terkadang membuat seseorang kehilangan kesadaran.

Gejala kejang dapat bervariasi. Beberapa penderita epilepsi mungkin hanya menatap kosong selama beberapa detik ketika mengalami kejang, sementara penderita lain mungkin menggerakkan tangan atau kakinya berulang kali.

Memiliki kejang tunggal bukan berarti Anda menderita epilepsi. Setidaknya dua kejang tanpa pemicu yang diketahui (kejang tak beralasan) yang terjadi setidaknya dalam 24 jam yang bisa didiagnosis sebagai epilepsi.

Pengobatan dengan obat-obatan atau terkadang pembedahan dapat mengendalikan kejang pada sebagian besar penderita epilepsi. Beberapa orang bahkan memerlukan pengobatan seumur hidup untuk mengendalikan kejang. Beberapa anak dengan epilepsi dapat mengatasi kondisi ini seiring bertambahnya usia.

Kejang yang disebabkan karena epilepsi juga dapat menimbulkan keadaan yang membahayakan diri sendiri maupun orang lain. Berikut ini kami akan sampaikan beberapa komplikasi epilepsi yang mungkin dapat muncul, dikutip dari healthgrades.com.

Cedera

Komplikasi epilepsi yang pertama adalah cedera. Gejala kejang bervariasi di antara penderita epilepsi. Beberapa orang mungkin hanya menatap kosong selama beberapa saat, sementara yang lain mungkin mengalami kedutan pada lengan dan kaki. Hilangnya kesadaran akibat serangan epilepsi dapat membuatnya mudah terjatuh sehingga meningkatkan risiko cedera.

Kecelakaan Mobil

Komplikasi epilepsi yang kedua yaitu kecelakaan mobil. Jika Anda sedang mengemudi dan kehilangan kesadaran atau kendali karena kejang, kemungkinan terjadinya kecelakaan mobil akan meningkat. Pada saat yang sama, beberapa obat yang digunakan untuk mengobati kejang dapat menyebabkan kantuk.

Tenggelam

Komplikasi epilepsi yang ketiga yakni bisa sebabkan tenggelam. Karena sifat kejang yang dapat muncul secara tiba-tiba, penderita epilepsi 15 hingga 19 kali lebih mungkin tenggelam saat berenang dibandingkan orang tanpa gangguan tersebut. Jika Anda menderita epilepsi, hindari aktivitas berenang dan olahraga air lainnya kecuali Anda memiliki pendamping berpengalaman yang dapat membantu Anda.

Efek Samping Obat

Komplikasi epilepsi yang keempat adalah karena efek samping dari obat. Seperti kebanyakan obat, obat epilepsi dapat memiliki berbagai efek samping. Salah satu efek samping yang paling umum adalah kantuk, yang dapat berdampak negatif pada kehidupan sehari-hari.

Efek samping potensial lainnya termasuk ruam atau memar parah, mual, dan demam. Dalam beberapa kasus yang jarang terjadi, obat epilepsi justru dapat menyebabkan kejang lebih sering terjadi. Bicaralah dengan dokter untuk menyesuaikan rencana pengobatan Anda jika gejalanya mengganggu hidup Anda.

Masalah Psikologi

Komplikasi epilepsi yang kelima yaitu sebabkan masalah psikologi. Orang dengan epilepsi lebih mungkin mengalami masalah emosional, termasuk depresi dan kecemasan. Meskipun masalah psikologis dapat muncul terlepas dari kondisinya, kesulitan menghadapi epilepsi adalah faktor umum yang dapat menyebabkan depresi.

Bahaya Kehamilan

Bahaya yang melekat pada penderita kejang membuat masa kehamilan mereka jadi lebih rumit bagi ibu hamil. Selain itu, beberapa obat antiepilepsi juga dapat meningkatkan risiko cacat lahir. Meski sebagian besar wanita penderita epilepsi dapat memiliki anak yang sehat, bicarakan dengan dokter tentang rencana pengobatan Anda untuk memastikan kehamilan yang aman.

Komplikasi Bedah

Ketika epilepsi resistan terhadap obat, beberapa pasien mungkin beralih ke perawatan bedah, terutama operasi otak. Seperti operasi neurologis lainnya, ada risiko terkait pengangkatan sejumlah kecil jaringan otak. Meski banyak pasien epilepsi dapat hidup normal setelah operasi berhasil, sebagian kecilnya mungkin mengalami komplikasi ringan atau bahkan masalah fatal.

Kerusakan Otak Permanen

Suatu kondisi spesifik yang disebut status epileptikus terjadi ketika Anda mengalami kejang selama lebih dari lima menit setiap kali, atau jika Anda mengalami beberapa kejang berturut-turut tanpa mendapatkan kesadaran penuh di antara setiap kejang yang kambuh. Pasien epilepsi dengan status epileptikus memiliki peningkatan risiko kerusakan otak permanen, yang bisa berakibat fatal.

Kematian Mendadak yang Tidak Dapat Dijelaskan pada Epilepsi (SUDEP)

Komplikasi epilepsi yang terakhir yaitu risiko kematian mendadak. Untuk pasien epilepsi, ada risiko kecil kematian mendadak yang tidak dapat dijelaskan pada epilepsi, atau SUDEP (Sudden Unexplained Death in Epilepsy). Meskipun tidak ada penyebab yang pasti pada SUDEP, kondisi ini mungkin berhubungan dengan komplikasi jantung dan pernapasan. Bicaralah dengan dokter tentang pengendalian epilepsi Anda karena ada risiko SUDEP yang lebih tinggi ketika epilepsi jadi tidak terkontrol dengan baik.

Rekomendasi