Ikuti Gmaps, Truk Tronton di Palabuhanratu Hampir Masuk Jurang di Jalan Sempit

Sopir kendaraan boks bernama Amin (45), mengakui jika dirinya tidak mengetahui kondisi medan karena baru pertama melintas. Untuk itu dirinya kemudian menggunakan aplikasi petunjuk arah itu sebagai panduan.

Nurul Diva Kautsar
Oleh Nurul Diva Kautsar - Reporter
Ikuti Gmaps, Truk Tronton di Palabuhanratu Hampir Masuk Jurang di Jalan Sempit
Truk tronton tak kuat nanjak usai ikuti petunjuk gmaps. ©2022 YouTube Liputan6 SCTV/Merdeka.com

Sebuah truk tronton didapati melintang di tengah jalan sempit, penghubung antara Palabuhanratu-Cikidang, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Rabu (9/11). Sebelumnya truk ini nyaris masuk jurang usai tak kuat menanjak, dan mundur beberapa kali di tanjakan ekstrem. Menurut polisi, sopir tidak mengetahui medan usai mengikuti petunjuk arah dari aplikasi Google Maps (Gmaps).

Sopir kendaraan boks bernama Amin (45), mengakui jika dirinya tidak mengetahui kondisi medan karena baru pertama melintas. Untuk itu dirinya kemudian menggunakan aplikasi petunjuk arah itu sebagai panduan.

“Saya awalnya tidak tahu kondisi jalan, karena saat melintas kondisinya gelap dan saya teruskan untuk berjalan bawa truk ini,” kata Amin, mengutip YouTube Liputan6.

Amin kembali menuturkan jika saat itu dirinya sempat mencoba dua kali melewati tanjakan ekstrem di lokasi. Namun karena membawa barang, kendaraannya tidak kuat menanjak.

Setelah dua kali, dirinya memutuskan untuk memarkirkan kendaraannya dan berbelok arah. Namun kondisi jalan yang terlampau sempit, membuatnya tidak mampu mengendalikan truk hingga akhirnya terjebak (melintang).

Ia sebelumnya sempat curiga dengan kondisi jalan yang kian menyempit, dan memiliki banyak tikungan tajam, namun mencoba tetap tenang dengan mengikuti petunjuk arah.

“Ini saya sempat coba nanjak, satu kali saya coba, namun mundur, lalu coba lagi dan kembali mundur. Lalu saya coba parkir, akhirnya jadilah seperti ini (melintang di tengah jalan)” lanjutnya

Sementara menurut keterangan Kanit Gakum Satlantas Polres Sukabumi Ipda M Yanuar Fajar, sopir truk besar itu berasal dari wilayah Bayah, Banten dan hendak menuju Bogor, melalui Sukabumi. Kemudian sopir diarahkan menggunakan Gmaps, dengan jalur yang awalnya belum sempit dan curam.

Namun saat memasuki Kabupaten Sukabumi, ia mencoba mengikuti rute yang ditampilkan dan diarahkan ke jalur alternatif Palabuhanratu – Cikidang, hingga tak kuat menanjak.

Padahal di kawasan lampu merah, terdapat rambu yang diperuntukkan bagi kendaraan kecil dan sepeda motor. Namun sopir mengaku tidak melihat penanda itu.

"Diduga sopir truk trailer dengan nomor polisi B 9098 BEV yakni Amin (45) tidak mengenal lokasi dan kemudian mencoba aplikasi google maps dan ternyata diarahkan ke jalur alternatif Palabuhanratu-Cikidang yang merupakan jalur tidak diperuntukkan untuk kendaraan besar," ujar Yanuar, melansir dari ANTARA.

Akibat truk yang menutupi jalan ini, arus lalu lintas dari arah Cikidang maupun Palabuhanratu sempat tersendat. Setelah menerima laporan, Satlantas Polres Sukabumi langsung mendatangkan truk derek untuk mengembalikan posisi truk.

Menelan waktu 45 menit, truk boks itu akhirnya berhasil dievakuasi dan arus lalu lintas kembali normal.
 
"Alhamdulillah truk sudah kami evakuasi sekitar 45 menit dan arus lalu lintas di Jalur Alternatif Palabuhanratu-Cikidang sudah kembali lancar," katanya

Yanuar meminta kepada pengguna kendaraan yang hendak ke Sukabumi maupun Bogor yang melintasi Palabuhanratu agar memperhatikan rambu di lokasi.

Kemudian kendaraan juga harus prima, karena medan di lokasi terjal dan banyak tikungan tajam.

Rekomendasi