Usaha pembuatan gula aren Cimenga di wilayah Kabupaten Lebak, Provinsi Banten terus menunjukkan peningkatan yang signifikan. Produk olahan sari pohon nira tersebut diminati hingga ke mancanegara, salah satunya Korea Selatan.
Melansir Antara Senin (11/10), salah seorang pemilik toko oleh-oleh di Rangkasbitung Kabupaten Lebak, Awa (45) mengatakan, permintaan gula Cimenga asal Kecamatan Cipaku tak terpengaruh selama masa pandemi Covid-19.
Kondisi itu dikarenakan gula aren asal Banten ini memiliki kualitas yang lebih baik dibanding gula aren Sobang maupun Cibeber.
Advertisement
Tahan Lama dan Beraroma Khas
Awa menjelaskan, kualitas produk yang baik dibuktikan dari gula aren cimenga yang tahan lama, kendati dibuat secara tradisional. Selain itu, gula yang kerap dibungkus daun kering itu juga memiliki aroma khas dengan rasa manis.
"Memang gula aren cimenga miliki kelebihan ya, salah satunya tahan lama dan juga beraroma khas dengan rasa yang sangat manis," terang warga yang juga pemilik toko produk aneka makanan tradisional bernama Toko Najwa.
Diminati Konsumen
Gula aren cimenga tetap diminati masyarakat selama masa pandemi Covid-19. Biasanya pedagang gula aren cimenga menjual rata-rata Rp300 ribu per toros. Saat ini, toko milik Awa diminta untuk memasok gula aren cimenga ke Garut sebanyak empat toros atau 100 unit gula.
"Kami sehari bisa menjual 30 toros per hari maka diakumulasikan mendapatkan sebesar Rp9 juta," ungkap Awa, menjelaskan.
Advertisement
Bangkitkan Perekonomian Warga
Para peminat gula aren cimenga, kebanyakan mengolah produk gula menjadi bahan campuran makanan seperti dodol dan yang lainnya.
Untuk proses pengiriman ke luar daerah Banten, gula aren akan dikirim menggunakan jasa layanan paket, dengan rata-rata pelanggan berasal dari Tenjo hingga Garut.
Saat ini, lanjut Awa, produksi gula aren cimenga melimpah sehingga amat membantu perekonomian masyarakat sekitar.
Advertisement
Disukai Korea Selatan karena Proses Pembuatannya
Sementara itu, Wakil Bupati Lebak Ade Sumardi mengatakan, masyarakat di Kabupaten Lebak terus berinovasi membuat varian gula aren. Ia mencontohkan seperti gula semut dan gula cair yang disukai hingga Korea Selatan.
Warga negeri ginseng menggemari gula aren cimenga lantaran proses produksinya masih secara tradisional, sehingga produk yang dihasilkan alami tanpa tercampur bahan kimia.
"Kami belum lama produk gula aren cimenga ekspor sebanyak satu ton ke Korea Selatan dengan dilepas Presiden Joko Widodo di Jakarta," katanya menjelaskan.