Sepsis adalah penyakit berbahaya yang disebabkan karena respons tubuh terhadap infeksi. Kondisi ini dapat menyebabkan kerusakan jaringan, kegagalan organ, dan kematian. Dengan kata lain, sepsis adalah respons tubuh yang terlalu aktif dan bisa menjadi beracun terhadap infeksi.
Seperti stroke atau serangan jantung, sepsis adalah keadaan darurat medis yang membutuhkan diagnosis dan perawatan yang cepat. Sepsis dapat menyebabkan kondisi sepsis berat dan syok septik.
Sistem kekebalan Anda biasanya bekerja untuk melawan kuman (bakteri, virus, jamur, atau parasit) untuk mencegah infeksi. Ketika infeksi terjadi, sistem kekebalan Anda akan mencoba melawannya, meskipun Anda mungkin memerlukan bantuan obat-obatan seperti antibiotik, antivirus, antijamur, dan antiparasit.
Namun, untuk alasan yang masih belum bisa dipahami oleh para peneliti, terkadang sistem kekebalan tubuh berhenti melawan para penyusup ini, dan mulai aktif dengan sendirinya. Ini adalah awal dari terjadinya sepsis.
Beberapa orang berisiko lebih tinggi terkena sepsis ketika mereka memiliki kondisi yang berisiko tinggi tertular infeksi. Kondisi ini bisa terjadi pada anak-anak, orang tua, mereka yang menderita penyakit kronis, dan mereka yang memiliki sistem kekebalan yang lemah atau terganggu.
Pasien didiagnosis sepsis ketika mereka memiliki serangkaian tanda dan gejala yang berhubungan dengan sepsis. Sepsis tidak didiagnosis berdasarkan infeksi itu sendiri. Jika Anda memiliki lebih dari satu gejala sepsis, terutama jika ada tanda-tanda infeksi atau Anda termasuk dalam salah satu kelompok orang yang berisiko tinggi, dokter kemungkinan akan mencurigai adanya sepsis.
Dalam artikel kali ini, kami akan menjelaskan lebih lanjut tentang sepsis yang dilansir dari Healthline.
Advertisement
Gejala Sepsis
Ada tiga tahap pada sepsis, yaitu: sepsis, sepsis berat, dan syok septik. Sepsis dapat terjadi saat Anda masih di rumah sakit dalam pemulihan dari suatu prosedur, tetapi ini tidak selalu terjadi. Penting untuk mencari perhatian medis segera jika Anda memiliki salah satu gejala di bawah ini. Semakin dini Anda mencari pengobatan, semakin besar peluang Anda untuk bertahan hidup.
Sepsis
Gejala sepsis meliputi:
- demam di atas 101ºF (38ºC) atau suhu di bawah 96,8ºF (36ºC)
- detak jantung lebih tinggi dari 90 denyut per menit
- tingkat pernapasan lebih tinggi dari 20 napas per menit
- kemungkinan atau konfirmasi infeksi
Anda harus memiliki dua gejala ini sebelum dokter dapat mendiagnosis sepsis.
Sepsis Berat
Sepsis berat terjadi ketika ada kegagalan organ. Anda harus memiliki satu atau lebih dari tanda-tanda berikut untuk didiagnosis dengan sepsis berat:
- bercak kulit yang berubah warna
- buang air kecil berkurang
- perubahan kemampuan mental
- jumlah trombosit (sel pembekuan darah) rendah
- masalah pernapasan
- fungsi jantung yang tidak normal
- menggigil karena penurunan suhu tubuh
- ketidaksadaran
- kelemahan ekstrem
Syok Septik
Gejala syok septik termasuk gejala sepsis berat, ditambah tekanan darah yang sangat rendah.
Advertisement
Penyebab dan Faktor Risiko Sepsis
Infeksi apa pun dapat memicu sepsis, tetapi jenis infeksi berikut berisiko lebih tinggi menyebabkan sepsis:
- radang paru-paru
- infeksi perut
- infeksi ginjal
- infeksi aliran darah
Meskipun beberapa orang memiliki risiko infeksi yang lebih tinggi, namun sepsis bisa menjangkiti siapa pun. Orang-orang yang berisiko antara lain:
- anak kecil dan orang tua
- orang dengan sistem kekebalan yang lebih lemah, seperti mereka yang mengidap HIV atau mereka yang menjalani pengobatan kemoterapi untuk kanker
- orang yang dirawat di unit perawatan intensif (ICU)
- orang yang terpapar perangkat invasif, seperti kateter intravena atau tabung pernapasan
Sepsis tidak menular. Namun, patogen yang menyebabkan infeksi penyebab sepsis yang dapat menular. Sepsis menyebar di dalam tubuh seseorang dari sumber asli infeksi ke organ lain melalui aliran darah.
Advertisement
Cara Mengobati Sepsis
Sepsis dapat dengan cepat berkembang menjadi syok septik dan kematian jika tidak diobati. Dokter menggunakan sejumlah obat untuk mengobati sepsis, seperti:
- antibiotik via IV untuk melawan infeksi
- obat vasoaktif untuk meningkatkan tekanan darah
- insulin untuk menstabilkan gula darah
- kortikosteroid untuk mengurangi peradangan
- obat penghilang rasa sakit
Sepsis berat mungkin juga memerlukan sejumlah besar cairan IV dan respirator untuk bernapas. Dialisis mungkin juga diperlukan jika ginjal ikut terpengaruh. Dalam beberapa kasus, pembedahan mungkin diperlukan untuk menghilangkan sumber infeksi. Ini bisa dilakukan dengan mengeringkan abses berisi nanah atau membuang jaringan yang terinfeksi.
Cara Mencegah Sepsis
Mengambil langkah-langkah untuk mencegah penyebaran infeksi dapat mengurangi risiko terkena sepsis. Hal ini bisa dilakukan dengan:
- Tetap up to date pada vaksinasi. Dapatkan vaksinasi untuk flu, pneumonia, dan infeksi lainnya.
- Mempraktikkan kebersihan yang baik. Ini termasuk mempraktikkan perawatan luka yang benar, mencuci tangan, dan mandi secara teratur.
- Mendapatkan perawatan segera jika Anda mengembangkan tanda-tanda infeksi. Setiap menit sangat berarti dalam hal perawatan sepsis. Semakin cepat Anda mendapatkan perawatan, semakin baik hasilnya.