Siap Digelar Usai Lebaran, Ini Cara Garut Sambut Pembelajaran Tatap Muka di Sekolah

Pemerintah Kabupaten Garut saat ini tengah mempersiapkan sekolah tatap muka di dalam kelas yang direncanakan akan dilakukan setelah Lebaran Idul Fitri.

Nurul Diva Kautsar
Oleh Nurul Diva Kautsar - Reporter
Siap Digelar Usai Lebaran, Ini Cara Garut Sambut Pembelajaran Tatap Muka di Sekolah
Ilustrasi sekolah tatap muka di masa pandemi Covid-19. ©2021 Merdeka.com/liputan6.com

Pendidikan menjadi salah satu sektor yang paling terdampak dari adanya pandemi Covid-19. Kini seluruh kegiatan pembelajaran siswa dan mahasiswa dilakukan dari rumah demi mencegah penyebaran virus asal China tersebut.

Namun belakangan, beberapa daerah sudah mulai menyongsong kegiatan pembelajaran secara tatap muka, salah satu adalah Kabupaten Garut.

Sebagaimana dilansir dari jabarprov.go.id, Pemerintah Kabupaten Garut saat ini tengah mempersiapkan sekolah tatap muka di dalam kelas yang direncanakan akan dilakukan setelah Lebaran Idul Fitri.

“Setelah Lebaran sekolah tatap muka akan dimulai,” terang Bupati Rudy Gunawanpada Selasa (16/3).

Salah satu pertimbangan yang mendasari rencana pembelajaran tatap muka ini, jelas Rudy, adalah terbebasnya 13 kecamatan di Garut dari zona merah Covid-19. Selain itu, sejumlah wilayah juga sudah masuk kategori zona kuning. Dinas Pendidikan sendiri akan melakukan percobaan sekolah tatap muka di dua kategori zona wilayah Covid-19 tersebut.

“Berdasarkan kajian dari Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Garut, bahwa ini adalah jalur (zona) hijau, statusnya hijau atau kuning itu bisa dilakukan sekolah dan itu benar-benar diperhatikan. Jadi dalam dua bulan ini ada yang sudah sekolah, bisa sekolah di zona-zona sekarang ini kecamatan yang zona hijau itu sudah lebih dari 13 kecamatan, katanya. Nanti kita juga akan mengundang sekolah-sekolah swasta bagaimana langkah-langkah konkretnya karena kita tidak bisa untuk terus seperti ini,” kata Rudy.

Menurut Rudy, saat ini Kabupaten Garut terus memaksimalkan persiapan pelaksanaan sekolah tatap muka, di antaranya melalui program pembersihan sekolah. Rudy menerangkan jika kegiatan bersih-bersih sekolah menjadi salah satu agenda dari gerakan ‘Ayo ke Sekolah’.

Dalam kegiatan tersebut, nantinya anak-anak akan diajak untuk masuk ke sekolah pada 22 sampai 28 Maret untuk membersihkan ruangan kelas dan area sekolah sebelum ditempati.

“Jadi gerakan Ayo ke Sekolah itu akan kita mulai dari sekarang. Ya mulai dari bisi aya rambat lancah di sakola (taku adasarang laba-laba di sekolah). Anak-anak ini kita akan coba nah inilah gerakan menuju ke sekolah ini dari tanggal 22-28 Maret ini,” katanya.

Selain kegiatan pembersihan, pihak Pemerintah Kabupaten Garut juga sudah mulai melakukan kegiatan sterilisasi di sekolah-sekolah menggunakan anggaran dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Garut, Totong menyebut jika Dana BOS yang digunakan merupakan hasil anggaran dua tahun yang digunakan untuk melengkapi fasilitas protokol kesehatan di sekolah yang akan melaksanakan sekolah tatap muka.

“Kami sudah mensterilisasikan sekolah melalui program relaksasi BOS, jadi selama dua tahun anggaran BOS itu difokuskan untuk kesiapan protokol kesehatan jadi artinya maskernya juga termasuk sarana cuci tangan pakai sabun, termasuk juga disinfektan termasuk yang lainnya,” kata Totong.

Rekomendasi