Jumat (12/3) lalu, Dinas Kesehatan Kota Tangerang mulai melaksanakan vaksinasi Covid-19 tahap ke II untuk para pegawai publik dan kalangan lansia. Pelaksanaan vaksinasi secara serentak tersebut diadakan di Pusat Pemerintahan (Puspem) Kota Tangerang.
Dalam penyelenggaraannya itu, sejumlah tokoh agama menyambut baik upaya vaksinasi sebagai langkah pemutusan mata rantai Covid-19 di Indonesia khususnya di wilayah Kota Tangerang.
Selain itu, para tokoh agama juga turut meyakinkan masyarakat agar mau disuntik karena vaksin yang diberikan sudah dinyatakan aman dan halal sesuai fatwa MUI.
Berikut beberapa pesan dari tokoh agama di Kota Tangerang terkait pelaksanaan vaksinasi Covid-19 tahap ke-2 seperti merdeka lansir dari tangerangkota.go.id.
Advertisement
Salah satu tokoh agama tersebut adalah Sukardi Ronny. Menurut pria yang juga Ketua Persekutuan Gereja-Gereja dan Lembaga Injil Indonesia (PGLII) Kota Tangerang tersebut mendukung gerakan pemerintah dalam melaksanakan vaksinasi Covid-19.
Ia pun diketahui merasa lega dan optimis bahwa setelah vaksinasi tahap kedua ini, pandemi Covid-19 bisa teratasi.
“Meskipun sudah vaksinasi, kita tetap harus menjaga protokol kesehatan. Memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak, hingga Covid ini benar-benar tuntas dan tidak ada lagi,” ungkapnya.
Advertisement
Kemudian dukungan lainnya datang dari salah satu guru yakni H. Murtani. Menurutnya masyarakat diharapkan agar tidak termakan hoaks yang berkembang seputar isu negatif dari vaksin tersebut dan masyarakat pun diimbau agar segera melakukan vaksinasi dan jangan menunda lagi.
“Vaksin ini sudah ada fatwa dari MUI, kalau vaksin ini halal. Gak usah khawatir lagi,” ujarnya.
Ia menyatakan jika setelah disuntik di tahap pertama dan kedua ini dirinya tidak merasakan apapun. Murtani juga masih bisa melakukan kegiatan sehari-hari tanpa adanya dampak sedikitpun dari vaksin tersebut.
Advertisement
Terkait hal ini, Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang, dr.Liza Pupadewi, mengatakan jika vaksinasi dosis kedua pada Jumat lalu telah menyasar 4.600 orang dan saat ini sudah 47.000 orang di Kota Tangerang sudah divaksinasi dosis pertama.
Ke-47 ribu orang tersebut terdiri dari kalangan tenaga kesehatan, pelayanan publik termasuk kalangan lansia.
“Untuk tenaga kesehatan, sudah selesai vaksinasi tahap kedua. Sekarang, kami mulai dosis kedua untuk pelayan publik dan sekarang lansia sedang berlangsung untuk dosis pertama. Setelah lansia, baru untuk masyarakat umum dengan jumlah sekitar sembilan ratus ribu sasaran,” terang Liza, di Puspem.
Advertisement
Liza menambahkan jika setelah divaksin bukan berarti seseorang menjadi kebal terhadap penularan virus yang menyerang fungsi pernapasan tersebut. Ia pun meminta agar masyarakat bisa tetap menaati protokol kesehatan kendati sudah disuntik vaksin.
“Jika sudah vaksinasi, seseorang bukan terbebas dari paparan COVID-19. Tetapi, dia akan terlindungi tiga kali lebih kuat, dari yang tidak vaksinasi. Oleh karena itu, kita harus tetap mematuhi protokol kesehatan sampai herd immunity tercapai,” ujarnya.
Bagi masyarakat yang belum divaksin, ia berpesan agar tidak perlu khawatir. Pihaknya akan melakukan vaksinasi sesuai sesuai skala prioritas dan jumlah vaksin yang tersedia.
Tak lupa Liza juga mengimbau kepada masyarakat penerima vaksin peserta vaksinasi agar tidak mengunggah sertifikat vaksin ke media sosial, karena data pribadi yang tersedia di dalam kode QR rawan untuk disalahgunakan.