Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Penyebab Kebutaan pada Lansia, Kenali Gejala yang Muncul

Kebutaan merupakan salah satu masalah kesehatan yang sering kali dihadapi oleh populasi lansia di berbagai belahan dunia. Dalam beberapa dekade terakhir, angka kejadian kebutaan pada kelompok usia lanjut ini telah menunjukkan peningkatan yang signifikan.

Meskipun penyebab kebutaan dapat bervariasi, terdapat beberapa faktor khusus yang secara konsisten dikaitkan dengan hilangnya daya penglihatan pada para lansia. Kondisi ini tidak hanya memengaruhi kualitas hidup kelompok orang tersebut, tetapi juga memberikan beban emosional dan fisik yang signifikan pada keluarga dan masyarakat secara luas.

Berikut adalah beberapa penyebab kebutaan pada lansia yang harus diwaspadai.

Katarak

Katarak adalah kondisi umum yang berkaitan dengan usia. Penyakit ini mempengaruhi penglihatan jutaan orang lanjut usia di seluruh dunia.

Katarak terjadi ketika lensa mata menjadi keruh sehingga menyebabkan penglihatan kabur atau redup.

Lensa mata memainkan peran penting dalam memfokuskan cahaya yang masuk ke retina, memungkinkan kita melihat gambar dengan jelas. Namun, seiring waktu, protein di lensa mulai menggumpal, menghalangi aliran cahaya dan menyebabkan masalah penglihatan.

Katarak dapat berkembang pada satu atau kedua mata. Meskipun sebagian besar katarak berhubungan dengan penuaan, faktor lain seperti paparan sinar matahari dalam waktu lama, merokok, obat-obatan tertentu, dan kondisi medis seperti diabetes juga dapat berkontribusi terhadap perkembangan katarak.

Gejala katarak bisa bermacam-macam, namun tanda-tanda umumnya antara lain:

  • Penglihatan kabur
  • Peningkatan kepekaan terhadap silau, di mana cahaya terang dapat menyebabkan ketidaknyamanan
  • Persepsi warna berkurang
  • Penglihatan buruk pada malam hari

Degenerasi Makula Terkait Usia

Degenerasi makula terkait usia (AMD) adalah suatu kondisi mata umum yang mempengaruhi bagian tengah retina, yang dikenal sebagai makula.

Makula bertanggung jawab untuk memberikan penglihatan yang tajam dan terpusat yang penting untuk aktivitas seperti membaca, mengemudi, dan mengenali wajah. AMD biasanya terjadi pada orang dewasa lanjut usia dan merupakan salah satu penyebab utama kebutaan di kalangan lansia.

Ada dua jenis AMD, yaitu AMD kering dan AMD basah. AMD kering adalah bentuk paling umum dan ditandai dengan kerusakan makula yang lambat seiring berjalannya waktu. Meskipun AMD kering berkembang perlahan dan mungkin tidak menyebabkan kehilangan penglihatan yang signifikan pada tahap awal, namun dapat menyebabkan penglihatan kabur atau terdistorsi.

Di sisi lain, AMD basah merupakan kondisi yang lebih parah. Ini terjadi ketika pembuluh darah abnormal tumbuh di bawah retina dan mengeluarkan cairan atau darah, menyebabkan jaringan parut dan kerusakan pada makula. AMD basah dapat menyebabkan kehilangan penglihatan secara tiba-tiba dan parah, yang menyebabkan titik buta pada penglihatan sentral.

Penyebab pasti AMD masih belum sepenuhnya dipahami, namun beberapa faktor risiko telah teridentifikasi, termasuk usia yang tua, riwayat keluarga AMD, merokok, obesitas, tekanan darah tinggi, dan paparan sinar UV dalam waktu lama. Individu yang memiliki faktor risiko ini harus sangat waspada dalam memantau kesehatan mata mereka dan melakukan pemeriksaan mata secara teratur.

Penyebab Kebutaan pada Lansia, Kenali Gejala yang Muncul

Retinopati Diabetik

Penyakit ini adalah kondisi mata yang menyerang penderita diabetes. Hal ini terjadi ketika kadar gula darah atau glukosa yang tinggi merusak pembuluh darah di retina. Seiring waktu, kerusakan ini menyebabkan kebutaan jika tidak ditangani.

Ada dua jenis utama retinopati diabetik, yaitu non-proliferatif dan proliferatif. Retinopati diabetik non-proliferatif adalah tahap awal kondisi ini dan ditandai dengan adanya pembuluh darah kecil yang melemah di retina. Orang dengan retinopati diabetik non-proliferatif mungkin tidak mengalami gejala pada awalnya, namun seiring perkembangannya, mereka mungkin merasakan penglihatan kabur atau berfluktuasi.

Retinopati diabetik proliferatif adalah kondisi yang stadiumnya lebih lanjut. Pada tahap ini, rusaknya pembuluh darah di retina memicu tumbuhnya pembuluh darah baru yang tidak normal. Pembuluh darah baru ini rapuh dan rentan membocorkan darah ke dalam vitreous, zat seperti gel yang mengisi bagian tengah mata. Hal ini dapat menyebabkan kehilangan penglihatan yang parah dan pembentukan jaringan parut, yang dapat menarik retina sehingga menyebabkannya terlepas dari bagian belakang mata.

Perkembangan retinopati diabetik dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk durasi diabetes, kontrol gula darah, tingkat tekanan darah, dan kecenderungan genetik.

Glaukoma

Glaukoma adalah suatu kondisi yang mempengaruhi saraf optik, yang bertanggung jawab untuk mengirimkan informasi visual dari mata ke otak. Penyakit ini biasanya berkembang secara perlahan dan dapat menyebabkan kehilangan penglihatan permanen jika tidak ditangani.

Ada beberapa jenis glaukoma, namun yang paling umum adalah glaukoma sudut terbuka primer. Hal ini terjadi ketika ada penumpukan tekanan di dalam mata, yang menyebabkan kerusakan pada saraf optik. Penyebab pasti dari penumpukan tekanan ini belum sepenuhnya dipahami, namun diyakini terkait dengan masalah drainase cairan di mata.

Salah satu aspek yang mengkhawatirkan dari glaukoma adalah seringkali tidak menimbulkan gejala yang nyata pada tahap awal. Inilah sebabnya mengapa pemeriksaan mata secara teratur sangat penting, terutama bagi mereka yang berisiko lebih tinggi terkena penyakit ini. Beberapa faktor risiko glaukoma antara lain orang yang berusia di atas 60 tahun, memiliki riwayat penyakit dalam keluarga, dan memiliki kondisi medis tertentu seperti diabetes dan tekanan darah tinggi.

Ketika glaukoma berkembang, individu mungkin mulai mengalami gejala seperti penglihatan kabur, lingkaran cahaya di sekitar cahaya, kehilangan penglihatan tepi, dan kesulitan menyesuaikan diri dengan perubahan cahaya.

Stroke

Stroke adalah suatu kondisi medis serius yang terjadi ketika suplai darah ke otak terganggu. Gangguan ini bisa disebabkan oleh adanya penyumbatan atau pecahnya pembuluh darah di otak. Stroke adalah penyebab utama kecacatan dan kematian di seluruh dunia dan memerlukan perhatian medis segera.

Ada beberapa faktor risiko yang dapat meningkatkan kemungkinan terkena stroke. Ini termasuk tekanan darah tinggi, merokok, diabetes, kolesterol tinggi, obesitas, konsumsi alkohol berlebihan, riwayat stroke dalam keluarga, dan kondisi medis tertentu seperti fibrilasi atrium. Usia juga berperan, dimana risiko stroke meningkat seiring bertambahnya usia.

Gejala-gejala stroke dapat bervariasi tergantung pada bagian otak yang terkena, namun tanda-tanda umum termasuk kelemahan tiba-tiba atau mati rasa pada satu sisi tubuh, kesulitan berbicara atau memahami pembicaraan, sakit kepala parah, pusing, dan kehilangan keseimbangan atau koordinasi. Penting untuk mengenali gejala-gejala ini dan segera mencari pertolongan medis, karena intervensi dini dapat meningkatkan hasil secara signifikan.

Kenali Kondisi Kesehatanmu dari 5 Rasa Aneh yang Muncul di Mulut

Kenali Kondisi Kesehatanmu dari 5 Rasa Aneh yang Muncul di Mulut

Sejumlah kondisi dan rasa yang terjadi di mulut bisa menjadi tanda adanya masalah kesehatan.

Baca Selengkapnya
Muncul Lebam Secara Tiba-Tiba di Kulit, 7 Hal Ini Bisa Jadi Penyebabnya

Muncul Lebam Secara Tiba-Tiba di Kulit, 7 Hal Ini Bisa Jadi Penyebabnya

Munculnya lebam di kulit secara tiba-tiba bisa disebabkan karena sejumlah masalah kesehatan.

Baca Selengkapnya
7 Penyebab Paling Umum Munculnya Rasa Asam di Mulut

7 Penyebab Paling Umum Munculnya Rasa Asam di Mulut

Mulut terasa asam bisa disebabkan oleh berbagai kebiasaan buruk serta kondisi kesehatan seseorang.

Baca Selengkapnya
Kamu sudah membaca beberapa halaman,Berikut rekomendasi
video untuk kamu.
SWIPE UP
Untuk melanjutkan membaca.
4 Hal yang Mungkin Muncul dari Kebiasaan Mandi Sebelum Tidur

4 Hal yang Mungkin Muncul dari Kebiasaan Mandi Sebelum Tidur

Mandi sebelum tidur bisa berdampak pada kesehatan dengan sejumlah cara.

Baca Selengkapnya
Hendak Kentut Saja Tapi Kok Kelepasan Hingga Cepirit, Apa Penyebabnya?

Hendak Kentut Saja Tapi Kok Kelepasan Hingga Cepirit, Apa Penyebabnya?

Ketika mengalami kondisi kesehatan tertentu, seseorang bisa tidak sengaja kentut hingga buang air.

Baca Selengkapnya
10 Tanda Gula Darah Terlalu Rendah dan Dampaknya pada Kesehatan Tubuh

10 Tanda Gula Darah Terlalu Rendah dan Dampaknya pada Kesehatan Tubuh

Kesadaran akan gejala dan penyebab gula darah terlalu rendah dapat membantu mencegah kondisi yang dapat membahayakan kesehatan.

Baca Selengkapnya
7 Penyebab Bangun di Pagi Hari dengan Kondisi Mata Merah

7 Penyebab Bangun di Pagi Hari dengan Kondisi Mata Merah

Masalah mata merah yang muncul ketika bangun tidur bisa disebabkan oleh berbagai macam hal.

Baca Selengkapnya
12 Penyebab Hidung Meler Tak Usai dan Cara Mengatasinya yang Perlu Diketahui

12 Penyebab Hidung Meler Tak Usai dan Cara Mengatasinya yang Perlu Diketahui

Kondisi pilek dan hidung berair yang tak kunjung berhenti bisa menyebalkan dan disebabkan sejumlah hal ini.

Baca Selengkapnya
7 Penyebab Tubuh Terasa Lelah Setelah Makan dan Cara Mengatasinya

7 Penyebab Tubuh Terasa Lelah Setelah Makan dan Cara Mengatasinya

Terdapat beberapa kondisi yang memicu rasa kelelahan setelah makan. Pahami penyebabnya.

Baca Selengkapnya