Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Mengenal Tongtrong, Sistem Penanda Waktu Khas Warga Baduy

Mengenal Tongtrong, Sistem Penanda Waktu Khas Warga Baduy

Penanda waktu khas warga Baduy ini memiliki fungsi layaknya jam.

Mengenal Tongtrong, Sistem Penanda Waktu Khas Warga Baduy

Warga di kampung adat Baduy, wilayah Kanekes, Kabupaten Lebak, memiliki penanda waktu tradisional bernama tongtrong. Media ini disebut sebut sebagai pengganti jam, dan biasa digunakan oleh masyarkat luas.

Saat berkunjung ke sana, wisatawan bisa mendengarkan tongtrong yang dipukul berulang-ulang.

Cara membunyikannya juga tak boleh sembarangan, alias hanya di waktu-waktu tertentu saja.

Warga Baduy memakai patokan alat ini untuk menjalankan aktivitas sehari-hari di sana.

Menggunakan bambu

Mengutip YouTube Tiara Mandalawangi, tongtrong sendiri dibuat dari bahan sejenis kayu atau bambu yang dipukul sebagai alat penanda waktu.

Ini akan mengeluarkan suara “trong, trong, trong” secara nyaring, sehingga bisa didengar oleh seluruh lapisan warga Baduy.

“Kalau di Baduy, suara ketongan itu namanya tongtrong. Itu untuk nandain jam,” kata salah seorang warga Baduy, Arman dalam video tersebut.

Dibunyikan sesuai jam

Dibunyikan sesuai jam

Kentrong akan dibunyikan oleh warga setempat sesuai dengan patokan jam yang sedang terjadi saat itu.

Jika waktu menunjukkan pukul 17.00 WIB sore, maka tongtrong akan dibunyikan sebanyak lima kali. Begitu seterusnya.

“jadi kalau misal ada jadwal udah jam 17.00 WIB nih, kita harus mukul lima kali,” kata dia yang memandu kreator video.

Disebut mentrung

Warga kampung Baduy sendiri memiliki sebutan lain di luar tongtrong yakni mentrung.

Ngentrung merupakan kata kerja untuk memukul yang merujuk terhadap bunyi-bunyian tertentu.

Dikarenakan bunyinya sepintas terdengar “trung”, maka warga setempat juga akan menyebutnya sebagai ngentrung.

Menandai aktivitas warga Baduy

Tongtrong ini salah satunya untuk membantu warga Baduy memulai aktivitasnya di pagi hari. 

Di saat itu biasanya akan terjadi pembagian tugas antara suami dan istri yang tinggal di kampung adat tersebut.

Para suami akan segera pergi ke ladang untuk bercocok tanam maupun mendaras sari-sari dari pohon nira. Sedangkan untuk para istri akan menyiapkan makanan untuk keluarga.

Tongtrong jadi salah satu kearifan lokal masyarakat adat Baduy, sebagai praktik kebudayaan warisan nenek moyang.

Lestarikan kearifan lokal

Sementara itu, masyarakat adat Baduy memang sudah turun temurun melestarikan kearifan lokal warisan leluhur.

Ini bisa dilihat salah satunya melalui sistem pertanian mereka yang diberi nama huma. Huma ini sama seperti pertanian umum, namun dengan panen yang hanya setahun sekali.

Selain itu huma tidak dilakukan di sawah, melainkan di tanah perbukitan dan jadi satu dengan kebun-kebun yang dikelola warga.

Warga setempat juga memiliki sistem ketahanan pangan mandiri bernama leuit, di mana padi dari hasil panen setahun sekali ini bisa disimpan berpuluh-puluh tahun untuk digunakan di masa paceklik.

Warga Baduy juga diketahui tidak bersentuhan dengan teknologi, dan mereka melarang warganya memakai alat modern terlebih Baduy Dalam. 

Menengok Dampak Penghapusan Tunjangan PNS dan Diganti Sistem Gaji Tunggal Mulai 2024
Menengok Dampak Penghapusan Tunjangan PNS dan Diganti Sistem Gaji Tunggal Mulai 2024

Sistem gaji tunggal bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) atau PNS (Pegawai Negeri Sipil) yang direncanakan oleh pemerintah akan membebankan APBN.

Baca Selengkapnya icon-hand
Pakai Sistem Gaji Tunggal, Pemerintah Bakal Hapus 6 Tunjangan PNS Mulai 2024
Pakai Sistem Gaji Tunggal, Pemerintah Bakal Hapus 6 Tunjangan PNS Mulai 2024

Dengan sistem gaji tunggal, PNS hanya akan menerima satu penghasilan.

Baca Selengkapnya icon-hand
Ternyata, Ini Alasan Pemerintah Terapkan Sistem Gaji Tunggal dan Hilangkan Tunjangan PNS di 2024
Ternyata, Ini Alasan Pemerintah Terapkan Sistem Gaji Tunggal dan Hilangkan Tunjangan PNS di 2024

Penerapan sistem gaji tunggal disebut bertujuan untuk memastikan kesejahteraan para PNS di hari tua.

Baca Selengkapnya icon-hand
Kamu sudah membaca beberapa halaman,Berikut rekomendasi
video untuk kamu.
SWIPE UP
Untuk melanjutkan membaca.
Luhut soal OTT KPK: Ngapain Bangsa Ini Pamer-Pamer Tangkap Tangan, Bangga Lihat Itu?
Luhut soal OTT KPK: Ngapain Bangsa Ini Pamer-Pamer Tangkap Tangan, Bangga Lihat Itu?

Luhut menyebut berkurangnya OTT yang dilakukan KPK karena sistem pencegahannya berhasil.

Baca Selengkapnya icon-hand
Penjelasan Lengkap soal Gaji Tunggal, Sistem Buat PNS Kehilangan Tunjangan di 2024
Penjelasan Lengkap soal Gaji Tunggal, Sistem Buat PNS Kehilangan Tunjangan di 2024

Dengan sistem gaji tunggal, PNS hanya akan menerima satu penghasilan.

Baca Selengkapnya icon-hand
Mengenal Sistem Perjodohan Pariban Masyarakat Batak, Menikah demi Menjaga Garis Keturunan
Mengenal Sistem Perjodohan Pariban Masyarakat Batak, Menikah demi Menjaga Garis Keturunan

Bagi masyarakat Batak pernikahan pariban ini ideal dan baik. Bahkan, pariban sudah menjadi kewajiban bagi masyarakat Batak Toba.

Baca Selengkapnya icon-hand
Cak Imin Ingin Dana Desa Diterapkan Sistem Hukuman: Kalau Enggak Bener Diperkecil
Cak Imin Ingin Dana Desa Diterapkan Sistem Hukuman: Kalau Enggak Bener Diperkecil

Meski ia mendukung untuk diperbesar. Awalnya ia mengusulkan Rp5 miliar per desa. Tetapi penggunaannya harus bebas korupsi.

Baca Selengkapnya icon-hand
Pemerintah Bakal Bentuk BLU, Urus Keuangan Sistem Bayar Tol Tanpa Sentuh
Pemerintah Bakal Bentuk BLU, Urus Keuangan Sistem Bayar Tol Tanpa Sentuh

Diketahui, uji coba sistem bayar tol tanpa sentuh akan dilakukan tahun ini. Mundur dari rencana sebelumnya di 1 Juni 2023.

Baca Selengkapnya icon-hand