Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Mengenal Ciri Usus Buntu, Perhatikan Penyebab dan Cara Mengatasinya

Mengenal Ciri Usus Buntu, Perhatikan Penyebab dan Cara Mengatasinya Ilustrasi Sakit Perut. ©iStockphoto

Merdeka.com - Penyakit usus buntu merupakan penyakit saluran usus karena terjadinya pembusukan dan menonjol dari bagian awal usus besar atau seku. Penyakit usus buntu timbul ketika usus buntu tersumbat benda keras di dalam tinja atau bengkaknya cabang kelenjar getah bening.

Apabila tidak segera ditangani secara serius maka hal tersebut dapat memperburuk kondisi penderita. Penyakit usus buntu dapat menyerang semua orang, baik laki-laki maupun perempuan.

Usus buntu disebabkan oleh bakteri dan makanan cabai bersama bijinya atau jambu klutuk beserta bijinya sering kali tak tercerna dalam tinja dan menyelinap ke saluran appendiks sebagai benda asing. Gejala umum yang kerap dirasakan penderita usus buntu adalah sakit perut, mual, muntah dan diare.

Selain menjaga konsumsi makan dan menghindari makanan yang terlalu pedas. Upaya lain yang perlu kamu lakukan adalah mengetahui apa saja ciri-ciri penyakit usus buntu. Sebab, hal tersebut dapat membantu kamu mengetahui penyakit tersebut lebih awal dan dapat segera menentukan tindakan yang perlu diambil.

Adapun berikut ini informasi lengkap mengenai ciri usus buntu, perhatikan gejala dan cara mengatasinya telah dirangkum merdeka.com melalui liputan6.

Mengenal Ciri Usus Buntu

usus buntu

©2020 Merdeka.com

  1. Mual dan muntah merupakan ciri usus buntu yang pertama, ciri ini kerap membuat penderitanya kehilangan nafsu makan. Ciri usus buntu ini tidak boleh diabaikan. Jika kamu merasakan mual dan muntah hingga nafsu makan menurun kamu harus segera konsultasikan ke dokter.
  2. Demam juga merupakan ciri usus buntu berikutnya. Di mana penderita usus buntu kerap mengalami demam berkisar antara 37 sampai 28 derajat Celicius. Jika kondisi penderitanya semakin parah baka demamnya bisa mencapai 38 derajat Celcius disertai dengan peningkatan denyut jantung.
  3. Sakit perut bagian kanan bawah, ciri usus buntu ini bisa dibilang paling banyak dirasakan oleh para penderitanya yakni sakit perut bagian bawah. Jika kamu sering merasakan ciri-ciri tersebut, kamu sebaiknya langsung konsultasikan ke dokter agar segera mendapatkan penanganan.
  4. Sering buang air kecil, hal ini tak lain karena usus buntu terletak di bawah panggul, sehingga posisinya bisa dibilang dekat dengan kandung kemih. Pada saat kandung kemih bersinggungan dengan usus buntu yang sedang meradang, maka hal tersebut juga akan memengaruhi kandung kemih.
  5. Nyeri lepas tekan, maksudnya ketika menekan perut memang terasa sakit, namun ketika tekanan tersebut dilepas, seketika akan terasa lebih sakit. Tekanan untuk mengecek gejala ini sebaiknya dilakukan oleh dokter dan tidak dilakukan sendiri karena dikhawatirkan akan memperberat kondisi yang ada.
  6. Ciri-ciri usus buntu berikutnya adalah sembelit atau diare. Sakit perut yang parah biasanya bersamaan dengan diare. Kotoran yang dikeluarkan juga biasanya mengandung lendir. Selain itu, ciri-ciri usus buntu yang berhubungan dengan gangguan pencernaan menyertai adalah susah buang angin alias kentut dan sakit pinggang.

Penyebab Usus Buntu

Selain mengenal ciri usus buntu, kamu juga perlu mengenal apa saja yang menjadi penyebab dari penyakit ini. Dengan demikian kamu bisa menghindari dan mencegahnya sedini mungkin. Adapun penyebab usus buntu yaitu:

  1. Makan pedas, tahukah kamu bahwa biji cabai yang tidak hancur dapat menyumbat usus dalam jangka waktu yang panjang. 
  2. Makanan yang dibakar, sebab makanan yang dibakar mengandung zat karsinogen yang dapat memicu terjadinya radang usus buntu bahkan hingga kanker. Demi menghindari risiko ini baiknya segera mengurangi konsumsinya. 
  3. Sering mengonsumsi makanan rendah serat.
  4. Menahan kentut, orang yang sering menahan kentut membuat gas akan bertambah pada saluran pencernaan usus. Hingga membuat apendiks menjadi bengkak dan meradang. Hal ini bisa menyebabkan dinding usus menjadi tipis dan akan lebih rentan terjadi peradangan dan pembengkakan pada rongga usus buntu. 
  5. Makan gorengan dan jajan sembarangan.
  6. Penyumbatan yang biasanya disebabkan oleh feses, benda asing, atau bahkan sel kanker. 
  7. Genetik, sebanyak 56 persen penyebab usus buntu merujuk pada faktor genetik. 

Cara Mengatasinya

Selain memahami ciri-ciri usus buntu dan penyebab, pengobatan yang dilakukan untuk penyakit usus buntu ini yakni dengan operasi usus buntu. Pengobatan untuk mengatasi usus buntu ini terdiri dari dua jenis, yakni :

1. Laparoskopi Apendektomi

Sebuah selang (scope) yang dimasukkan ke perut untuk melihat dan mengangkat usus buntu. Biasanya prosedur ini dilakukan pada kasus usus buntu yang ringan. Kebanyakan orang lebih memilih melakukan prosedur ini karena masa pemulihannya cenderung lebih cepat.

2. Apendektomi Terbuka

Sebuah operasi yang memotong perut kanan bawah untuk mengangkat usus sekaligus membersihkan rongga perut. Berbeda dari prosedur laparaskopi, prosedur satu ini diperuntukkan jika usus buntu sudah pecah atau infeksinya sudah menyebar.

Apendektomi terbuka membutuhkan masa pemulihan yang lebih lama karena menyebabkan luka terbuka. Selama perawatan, pasien akan diberikan cairan dan antibiotik lewat pembuluh darah intravena. Beberapa pasien mungkin akan diresepkan obat pereda nyeri jika dibutuhkan.

(mdk/nof)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP