Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Kisah Syekh Nurjati, Jadi Penyebar Agama Islam Pertama di Tanah Sunda Keturunan Nabi Muhammad SAW

Kisah Syekh Nurjati, Jadi Penyebar Agama Islam Pertama di Tanah Sunda Keturunan Nabi Muhammad SAW

Kisah Syekh Nurjati, Jadi Penyebar Agama Islam Pertama di Tanah Sunda Keturunan Nabi Muhammad SAW

Sosoknya cukup berpengaruh dalam perkembangan Agama Islam di Cirebon

Kisah Syekh Nurjati, Jadi Penyebar Agama Islam Pertama di Tanah Sunda Keturunan Nabi Muhammad SAW

Kisah Syekh Nurjati, Jadi Penyebar Agama Islam Pertama di Tanah Sunda Keturunan Nabi Muhammad SAW

Sosoknya cukup berpengaruh dalam perkembangan Agama Islam di Cirebon

Kisah Syekh Nurjati, Jadi Penyebar Agama Islam Pertama di Tanah Sunda Keturunan Nabi Muhammad SAW

Kisah Syekh Nurjati, Jadi Penyebar Agama Islam Pertama di Tanah Sunda Keturunan Nabi Muhammad SAW

Sosoknya cukup berpengaruh dalam perkembangan Agama Islam di Cirebon

Kisah Syekh Nurjati, Jadi Penyebar Agama Islam Pertama di Tanah Sunda Keturunan Nabi Muhammad SAW

Kisah Syekh Nurjati, Jadi Penyebar Agama Islam Pertama di Tanah Sunda Keturunan Nabi Muhammad SAW

Sosoknya cukup berpengaruh dalam perkembangan Agama Islam di Cirebon

Kisah Syekh Nurjati, Jadi Penyebar Agama Islam Pertama di Tanah Sunda Keturunan Nabi Muhammad SAW

Syekh Maulana Idhofi Mahdi Datuk Kahfi atau Syekh Nurjati menjadi tokoh penyebar Agama Islam yang berpengaruh di sekitar abad ke-14.

Kisah Syekh Nurjati, Jadi Penyebar Agama Islam Pertama di Tanah Sunda Keturunan Nabi Muhammad SAW

Sosoknya cukup berpengaruh dalam perkembangan Agama Islam di Cirebon

Kisah Syekh Nurjati, Jadi Penyebar Agama Islam Pertama di Tanah Sunda Keturunan Nabi Muhammad SAW

Syekh Maulana Idhofi Mahdi Datuk Kahfi atau Syekh Nurjati menjadi tokoh penyebar Agama Islam yang berpengaruh di sekitar abad ke-14.

Kisah Syekh Nurjati, Jadi Penyebar Agama Islam Pertama di Tanah Sunda Keturunan Nabi Muhammad SAW

Syekh Maulana Idhofi Mahdi Datuk Kahfi atau Syekh Nurjati menjadi tokoh penyebar Agama Islam yang berpengaruh di sekitar abad ke-14.

Ia bergerak mengenalkan Islam ke wilayah barat pulau Jawa melalui semenanjung Malaka hingga ke pelabuhan Nagari Singapura yang saat ini merupakan wilayah Cirebon, Jawa Barat.

Kedatangannya ke wilayah Cirebon dan sekitarnya membuat agama tersebut cepat menyebar, termasuk ke kalangan pemimpin kerajaan Sunda. Agama Islam lantas mudah dikenal dan beradaptasi dengan kebudayaan setempat.

Dalam banyak naskah kuna, Syekh Nurjati dianggap sebagai sosok penting karena setelahnya Agama Islam semakin berkembang di Cirebon, hingga dijadikan pusat rujukan bagi daerah sekitar. Berikut selengkapnya.

Ia bergerak mengenalkan Islam ke wilayah barat pulau Jawa melalui semenanjung Malaka hingga ke pelabuhan Nagari Singapura yang saat ini merupakan wilayah Cirebon, Jawa Barat.

Kedatangannya ke wilayah Cirebon dan sekitarnya membuat agama tersebut cepat menyebar, termasuk ke kalangan pemimpin kerajaan Sunda. Agama Islam lantas mudah dikenal dan beradaptasi dengan kebudayaan setempat.

Dalam banyak naskah kuna, Syekh Nurjati dianggap sebagai sosok penting karena setelahnya Agama Islam semakin berkembang di Cirebon, hingga dijadikan pusat rujukan bagi daerah sekitar. Berikut selengkapnya.

Ia bergerak mengenalkan Islam ke wilayah barat pulau Jawa melalui semenanjung Malaka hingga ke pelabuhan Nagari Singapura yang saat ini merupakan wilayah Cirebon, Jawa Barat.

Kedatangannya ke wilayah Cirebon dan sekitarnya membuat agama tersebut cepat menyebar, termasuk ke kalangan pemimpin kerajaan Sunda. Agama Islam lantas mudah dikenal dan beradaptasi dengan kebudayaan setempat.

Dalam banyak naskah kuna, Syekh Nurjati dianggap sebagai sosok penting karena setelahnya Agama Islam semakin berkembang di Cirebon, hingga dijadikan pusat rujukan bagi daerah sekitar. Berikut selengkapnya.

Sosoknya cukup berpengaruh dalam perkembangan Agama Islam di Cirebon

Lahir di Semenanjung Malaka

Dikutip dari laman info.syekhnurjati.ac.id, Syekh Nurjati sendiri lahir di wilayah Malaka di akhir Abad ke-14. Sejak kecil dirinya sudah dekat dengan Agama Islam karena dibesarkan di keluarga yang agamis.

Disebutkan bahwa sang ayah, Syekh Datuk Ahmad merupakan salah satu ulama besar di tahun-tahun itu. Kuatnya lingkungan agama ini yang membuat dirinya menjadi sosok dengan kedalaman ilmu Agama Islam.

Sejak kecil dirinya langsung mendalami ilmu tersebut di bawah bimbingan sang ayah, hingga saat remaja dirinya berguru ke Jazirah Arab. Dalam beberapa naskah disebutkan jika Syekh Nurjati bukan lahir di Malaka melainkan berasal dari Mekkah.

Kisah Syekh Nurjati, Jadi Penyebar Agama Islam Pertama di Tanah Sunda Keturunan Nabi Muhammad SAW

Dikutip dari laman info.syekhnurjati.ac.id, Syekh Nurjati sendiri lahir di wilayah Malaka di akhir Abad ke-14. Sejak kecil dirinya sudah dekat dengan Agama Islam karena dibesarkan di keluarga yang agamis.

Disebutkan bahwa sang ayah, Syekh Datuk Ahmad merupakan salah satu ulama besar di tahun-tahun itu. Kuatnya lingkungan agama ini yang membuat dirinya menjadi sosok dengan kedalaman ilmu Agama Islam.

Sejak kecil dirinya langsung mendalami ilmu tersebut di bawah bimbingan sang ayah, hingga saat remaja dirinya berguru ke Jazirah Arab. Dalam beberapa naskah disebutkan jika Syekh Nurjati bukan lahir di Malaka melainkan berasal dari Mekkah.

Lahir di Semenanjung Malaka

Dikutip dari laman info.syekhnurjati.ac.id, Syekh Nurjati sendiri lahir di wilayah Malaka di akhir Abad ke-14. Sejak kecil dirinya sudah dekat dengan Agama Islam karena dibesarkan di keluarga yang agamis.

Disebutkan bahwa sang ayah, Syekh Datuk Ahmad merupakan salah satu ulama besar di tahun-tahun itu. Kuatnya lingkungan agama ini yang membuat dirinya menjadi sosok dengan kedalaman ilmu Agama Islam.

Sejak kecil dirinya langsung mendalami ilmu tersebut di bawah bimbingan sang ayah, hingga saat remaja dirinya berguru ke Jazirah Arab. Dalam beberapa naskah disebutkan jika Syekh Nurjati bukan lahir di Malaka melainkan berasal dari Mekkah.

Lahir di Semenanjung Malaka

Dikutip dari laman info.syekhnurjati.ac.id, Syekh Nurjati sendiri lahir di wilayah Malaka di akhir Abad ke-14. Sejak kecil dirinya sudah dekat dengan Agama Islam karena dibesarkan di keluarga yang agamis.

Disebutkan bahwa sang ayah Syekh Datuk Ahmad merupakan salah satu ulama besar di tahun-tahun itu. Kuatnya lingkungan agama ini yang membuat dirinya menjadi sosok dengan kedalaman ilmu Agama Islam. Sejak kecil dirinya langsung mendalami ilmu tersebut di bawah bimbingan sang ayah, hingga saat remaja dirinya berguru ke Jazirah Arab. Dalam beberapa naskah disebutkan jika Syekh Nurjati bukan lahir di Malaka melainkan berasal dari Mekkah.

Menuntut ilmu di Mekkah

Menuntut ilmu di Mekkah

Semasa muda, kehidupannya banyak dihabiskan untuk menuntut ilmu Agama Islam di Kota Mekkah. Setelah ilmunya dirasa cukup, ia kemudian memulai misinya untuk mengenalkan ajaran Islam.

Gambar: Gua Sunyaragi jadi salah satu peninggalan sesepuh Cirebon.

Menuntut ilmu di Mekkah

Menuntut ilmu di Mekkah

Semasa muda, kehidupannya banyak dihabiskan untuk menuntut ilmu Agama Islam di Kota Mekkah. Setelah ilmunya dirasa cukup, ia kemudian memulai misinya untuk mengenalkan ajaran Islam.

Gambar: Gua Sunyaragi jadi salah satu peninggalan sesepuh Cirebon.

Menuntut ilmu di Mekkah

Menuntut ilmu di Mekkah

Selama muda, kehidupannya banyak dihabiskan untuk menuntut ilmu Agama Islam di Kota Mekkah. Setelah ilmunya dirasa cukup, ia kemudian memulai misinya untuk mengenalkan ajaran Islam.

Gambar: Gua Sunyaragi jadi salah satu peninggalan sesepuh Cirebon.

Menuntut ilmu di Mekkah

Kisah Syekh Nurjati, Jadi Penyebar Agama Islam Pertama di Tanah Sunda Keturunan Nabi Muhammad SAW

Sosoknya cukup berpengaruh dalam perkembangan Agama Islam di Cirebon

Wilayah pertama yang ia datangi adalah wilayah Ibu Kota Iraq, Baghdad.

Di sana, kemudian ia menemukan jodoh dan menikah dengan Syarifah Halimah, yang merupakan putri dari Ali Nurul Alim dan masih saudara secicit.

Dari pernikahannya ini, keduanya dikaruniai empat orang anak yakni Syekh Aburrahman, Syekh Aburrahim, Fatimah dan Syekh Datul Khafid.

Wilayah pertama yang ia datangi adalah di wilayah Ibu Kota Iraq, Baghdad.

Di sana, kemudian ia menemukan jodoh dan menikah dengan Syarifah Halimah, yang merupakan putri dari Ali Nurul Alim dan masih saudara secicit.

Dari pernikahannya ini, keduanya dikaruniai empat orang anak yakni Syekh Aburrahman, Syekh Aburrahim, Fatimah dan Syekh Datul Khafid.

Sosoknya cukup berpengaruh dalam perkembangan Agama Islam di Cirebon

Sosoknya cukup berpengaruh dalam perkembangan Agama Islam di Cirebon

Diutus ke Tanah Jawa

Setelah kesanadan ilmunya dirasa matang, Ia mendapat perintah dari Raja Baghdad untuk menyebarkan agama ke tanah lainnya. Menurut sejumlah naskah, disebutkan bahwa dirinya tergerak untuk berangkat ke tanah Jawa setelah memohon petunjung dari Allah.

Ia kemudian mengarahkan kapalnya ke samudera luas bersama sang istri, hingga mendarat di wilayah Amparan Jati Nagari Singapura. Amparan Jati sendiri merujuk ke suatu tempat yang saat ini dikenal sebagai daerah Gunung Jati, Cirebon.

Di Cirebon, keduanya sepakat mulai mengajarkan ilmu Agama Islam yang saat itu masih banyak yang belum mengenalnya.

Diutus ke Tanah Jawa

Setelah kesanadan ilmunya dirasa matang, Ia mendapat perintah dari Raja Baghdad untuk menyebarkan agama ke tanah lainnya. Menurut sejumlah naskah, disebutkan bahwa dirinya tergerak untuk berangkat ke tanah Jawa setelah memohon petunjung dari Allah.

Ia kemudian mengarahkan kapalnya ke samudera luas bersama sang istri, hingga mendarat di wilayah Amparan Jati Nagari Singapura. Amparan Jati sendiri merujuk ke suatu tempat yang saat ini dikenal sebagai daerah Gunung Jati, Cirebon.

Di Cirebon, keduanya sepakat mulai mengajarkan ilmu Agama Islam yang saat itu masih banyak yang belum mengenalnya.

Diutus ke tanah Jawa

Setelah kesanadan ilmunya dirasa matang, Ia mendapat perintah dari Raja Baghdad untuk menyebarkan agama ke tanah lainnya. Menurut sejumlah naskah, disebutkan bahwa dirinya tergerak untuk berangkat ke tanah Jawa setelah memohon petunjung dari Allah.

Ia kemudian mengarahkan kapalnya ke samudera luas bersama sang istri, hingga mendarat di wilayah Amparan Jati Nagari Singapura. Amparan Jati sendiri merujuk ke suatu tempat yang saat ini dikenal sebagai daerah Gunung Jati, Cirebon.

Di Cirebon, keduanya sepakat mulai mengajarkan ilmu Agama Islam yang saat itu masih banyak yang belum mengenalnya.

Diutus ke Tanah Jawa

Setelah kesanadan ilmunya dirasa matang, Ia mendapat perintah dari Raja Baghdad untuk menyebarkan agama ke tanah lainnya. Menurut sejumlah naskah, disebutkan bahwa dirinya tergerak untuk berangkat ke tanah Jawa setelah memohon petunjung dari Allah.

Ia kemudian mengarahkan kapalnya ke samudera luas bersama sang istri, hingga mendarat di wilayah Amparan Jati Nagari Singapura. Amparan Jati sendiri merujuk ke suatu tempat yang saat ini dikenal sebagai daerah Gunung Jati, Cirebon.

Di Cirebon, keduanya sepakat mulai mengajarkan ilmu Agama Islam yang saat itu masih banyak yang belum mengenalnya.

Menyebarkan Islam di Cirebon sampai akhir hayat

Sosoknya cukup berpengaruh dalam perkembangan Agama Islam di Cirebon

Menyebarkan Islam di Cirebon sampai akhir hayat

Setelah melakukan perjalanan bersama 10 orang rombongan asal Baghdad, Syekh Nurjati mendarat di wilayah Nagari Singapura atau saat ini Pelabuhan Cirebon.

Mereka diterima baik oleh penguasa setempat bernama Ki Gendeng Tapa pada tahun 1420, dan diberikan izin untuk mendirikan permukiman di Pesambangan, Giri Amparan Jati (bukit kawasan Gunung Jati).

Kisah Syekh Nurjati, Jadi Penyebar Agama Islam Pertama di Tanah Sunda Keturunan Nabi Muhammad SAW

Setelah melakukan perjalanan bersama 10 orang rombongan asal Baghdad, Syekh Nurjati mendarat di wilayah Nagari Singapura atau saat ini Pelabuhan Cirebon. 

Menyebarkan Islam di Cirebon sampai akhir hayat

Setelah melakukan perjalanan bersama 10 orang rombongan asal Baghdad, Syekh Nurjati mendarat di wilayah Nagari Singapura atau saat ini Pelabuhan Cirebon.

Mereka diterima baik oleh penguasa setempat bernama Ki Gendeng Tapa pada tahun 1420, dan diberikan izin untuk mendirikan permukiman di Pesambangan, Giri Amparan Jati (bukit kawasan Gunung Jati).

Di sana ia bersama rombongan mulai giat berdakwah, dan mengenalkan Agam Islam secara baik, perlahan dan bijaksana. Kondisi ini yang turut membuat warga setempat tertarik untuk mempelajarinya.

Ia lantas mendirikan pondok pesantren bernama Pesambangan Jati, dan bekerja sama dengan anggota kerajaan Galuh yang ketika itu mulai memeluk Agama Islam hingga melalui keturunan-keturunan berikutnya Agama Islam menyebar dari Cirebon sampai ke Kerangkeng, Indramayu.

Sosoknya cukup berpengaruh dalam perkembangan Agama Islam di Cirebon

Sosoknya cukup berpengaruh dalam perkembangan Agama Islam di Cirebon

Di sana ia bersama rombongan mulai giat berdakwah, dan mengenalkan Agam Islam secara baik, perlahan dan bijaksana. Kondisi ini yang turut membuat warga setempat tertarik untuk mempelajarinya.

Ia lantas mendirikan pondok pesantren bernama Pesambangan Jati, dan bekerja sama dengan anggota kerajaan Galuh yang ketika itu mulai memeluk Agama Islam hingga melalui keturunan-keturunan berikutnya Agama Islam menyebar dari Cirebon sampai ke Kerangkeng, Indramayu.

Jadi guru para kerajaan Sunda

Sementara itu dalam naskah Carita Purwaka Caruban Nagari, dalam Sejarah Banten, juga dalam naskah Mertasinga, Pondok Pesantren Pesambangan Jati menjadi ponpes pertama dan tertua di Cirebon dan tertua ke dua di wilayah Galuh (Jawa Barat).

Sebelumnya, terdapat Pondok Pesantren Quro yang didirikan oleh Syekh Quro yang sempat datang dan merupakan sudara sepupu dari Syarifah Halimah, istri Syekh Nurjati.

Jadi guru para kerajaan Sunda

Sementara itu dalam naskah Carita Purwaka Caruban Nagari, dalam Sejarah Banten, juga dalam naskah Mertasinga, Pondok Pesantren Pesambangan Jati menjadi ponpes pertama dan tertua di Cirebon dan tertua ke dua di wilayah Galuh (Jawa Barat).

Sebelumnya, terdapat Pondok Pesantren Quro yang didirikan oleh Syekh Quro yang sempat datang dan merupakan sudara sepupu dari Syarifah Halimah, istri Syekh Nurjati.

Jadi guru para kerajaan Sunda

Sosoknya cukup berpengaruh dalam perkembangan Agama Islam di Cirebon

Jadi guru para kerajaan Sunda

Sementara itu dalam naskah Carita Purwaka Caruban Nagari, dalam Sejarah Banten, juga dalam naskah Mertasinga, Pondok Pesantren Pesambangan Jati menjadi ponpes pertama dan tertua di Cirebon dan tertua ke dua di wilayah Galuh (Jawa Barat).

Sebelumnya, terdapat Pondok Pesantren Quro yang didirikan oleh Syekh Quro yang sempat datang dan merupakan sudara sepupu dari Syarifah Halimah, istri Syekh Nurjati.

Sosoknya cukup berpengaruh dalam perkembangan Agama Islam di Cirebon

Sosoknya cukup berpengaruh dalam perkembangan Agama Islam di Cirebon

Menurut sejarahnya, pesantren ini didirikan di wilayah Bunut Kertayasa, Karawang Kulon, Kabupaten Karawang pada 1340 tahun Saka. Pesantren ini menjadi pendahulu pesantren-pesantren lainnya seperti Al Kahfi Somalangu Kebumen (1475 M), Pesantren Babakan Ciwaringin (1705 M), Pesantren Buntet (1750) dan lainnya.

Ini yang kemudian membuat Syekh Nurjati mendapat gelar Maha Guru, karena menjadi pembimbing para raja di tanah Sunda untuk memeluk Agama Islam.

Sosoknya cukup berpengaruh dalam perkembangan Agama Islam di Cirebon

Keturunan Nabi Muhammad SAW

Selain itu, Syekh Nurjati juga disebut sebagai keturunan ke-17 dari Nabi Muhammad SAW dan juga saudara sepupu dari Syekh Siti Jenar.

Menurut sejumlah sumber, sisilahnya tersusun dari sang ayah, Syekh Datuk Ahmad yang berayahkan Abdul Khadir Kaelani yang merupakan putra dari Amir Abdullah Khanudin, keturunan Nabi Muhammad SAW generasi ke tujuh belas dari jalur Zaenal Abidin.

Kisah Syekh Nurjati, Jadi Penyebar Agama Islam Pertama di Tanah Sunda Keturunan Nabi Muhammad SAW

Selain itu, Syekh Nurjati juga disebut sebagai keturunan ke-17 dari Nabi Muhammad SAW dan juga saudara sepupu dari Syekh Siti Jenar.

Menurut sejumlah sumber, sisilahnya tersusun dari sang ayah, Syekh Datuk Ahmad yang berayahkan Abdul Khadir Kaelani yang merupakan putra dari Amir Abdullah Khanudin, keturunan Nabi Muhammad SAW generasi ke tujuh belas dari jalur Zaenal Abidin.

Keturunan Nabi Muhammad SAW

Selain itu, Syekh Nurjati juga disebut sebagai keturunan ke-17 dari Nabi Muhammad SAW dan juga saudara sepupu dari Syekh Siti Jenar. 

Keturunan Nabi Muhammad SAW

Selain itu, Syekh Nurjati juga disebut sebagai keturunan ke-17 dari Nabi Muhammad SAW dan juga saudara sepupu dari Syekh Siti Jenar. 

Menurut sejumlah sumber, sisilahnya tersusun dari sang ayah, Syekh Datuk Ahmad yang berayahkan Abdul Khadir Kaelani yang merupakan putra dari Amir Abdullah Khanudin, keturunan Nabi Muhammad SAW generasi ke tujuh belas dari jalur Zaenal Abidin.

Silsilah sepupu dari Syekh Siti Jenar berangkat dari Syekh Datuk Sholeh yang merupakan adik dari sang ayah, Syekh Datuk Ahmad.

Hingga akhir hayatnya, Syekh Nurjati dimakamkan di wilayah Amparan Jati dan menjadi salah satu situs bersejarah yang sering diziarahi.

Silsilah sepupu dari Syekh Siti Jenar berangkat dari Syekh Datuk Sholeh yang merupakan adik dari sang ayah, Syekh Datuk Ahmad.

Hingga akhir hayatnya, Syekh Nurjati dimakamkan di wilayah Amparan Jati dan menjadi salah satu situs bersejarah yang sering diziarahi.

Sosoknya cukup berpengaruh dalam perkembangan Agama Islam di Cirebon

Sosoknya cukup berpengaruh dalam perkembangan Agama Islam di Cirebon

Makruh Adalah Salah Satu Hukum dalam Agama Islam, Pahami Jenis dan Contohnya
Makruh Adalah Salah Satu Hukum dalam Agama Islam, Pahami Jenis dan Contohnya

Makruh adalah perbuatan yang tidak dilarang secara tegas, tetapi tetap dihindari karena dianggap tidak baik.

Baca Selengkapnya
Hukum Istri Selingkuh dalam Islam dan Azab yang Menimpanya di Akhirat, Perlu Dipahami
Hukum Istri Selingkuh dalam Islam dan Azab yang Menimpanya di Akhirat, Perlu Dipahami

Selingkuh adalah perbuatan yang dilarang dan dikecam dalam Islam.

Baca Selengkapnya
Mengulik Kitab Topah, Bukti Sejarah Perkembangan Agama Islam di Minangkabau
Mengulik Kitab Topah, Bukti Sejarah Perkembangan Agama Islam di Minangkabau

Rumah yang kini menjadi Cagar Budaya Kabupaten Agam itu dulunya dijaga oleh Syech Muhammad Saidi beserta keturunannya.

Baca Selengkapnya
Kamu sudah membaca beberapa halaman,Berikut rekomendasi
video untuk kamu.
SWIPE UP
Untuk melanjutkan membaca.
Tauhid adalah Dasar Agama Islam, Pahami Konsep dan Jenisnya
Tauhid adalah Dasar Agama Islam, Pahami Konsep dan Jenisnya

Tauhid merupakan landasan dasar yang perlu dipahami umat Muslim.

Baca Selengkapnya
Ikhtiar adalah Mengusahakan Sesuatu, Pahami Makna dan Konsepnya dalam Islam
Ikhtiar adalah Mengusahakan Sesuatu, Pahami Makna dan Konsepnya dalam Islam

Ikhtiar adalah anjuran bagi setiap umat muslim untuk berusaha.

Baca Selengkapnya
Hadits tentang Membuka Aib Orang Lain dan Penjelasannya, Umat Muslim Wajib Tahu
Hadits tentang Membuka Aib Orang Lain dan Penjelasannya, Umat Muslim Wajib Tahu

Sebagai seorang Muslim, tentu kita harus paham tentang hukum menyebarkan aib orang lain.

Baca Selengkapnya
Doa Agar Suami Tunduk dan Nurut Perkataan Istri, Lengkap Disertai Artinya
Doa Agar Suami Tunduk dan Nurut Perkataan Istri, Lengkap Disertai Artinya

Dalam ajaran agama Islam, ada beberapa doa yang bisa diamalkan untuk meminta pertolongan Allah SWT, melembutkan hati suami.

Baca Selengkapnya
Apa yang Dimaksud dengan Islam, Berikut Penjelasannya
Apa yang Dimaksud dengan Islam, Berikut Penjelasannya

Islam merupakan salah satu agama terbesar yang tersebar di seluruh dunia saat ini.

Baca Selengkapnya
70 Ucapan Selamat Menikah agama Islam, Bisa Dijadikan Doa terbaik dan Penuh Kesan Mendalam
70 Ucapan Selamat Menikah agama Islam, Bisa Dijadikan Doa terbaik dan Penuh Kesan Mendalam

Ucapan selamat menikah juga bisa menjadi doa. Dalam Islam, doa menjadi salah satu bentuk permohonan paling mujarab bagi seorang hamba kepada Allah SWT.

Baca Selengkapnya