Serka Sudiyono adalah anggota TNI yang bekerja sebagai Babinsa di Desa Kemadu, Kecamatan Sulang, Rembang. Sehari-hari, ia tinggal di Dusun Pejaten, Desa Pasedan, Kecamatan Bulu, Rembang.
Cerita ini bermula ketika ia bersama ribuan petugas PPL dan Babinsa se-Jawa Tengah hadir dalam sebuah acara di Pekalongan pada Rabu (13/12).
Pada acara itu, Presiden Jokowi memberikan games-games menarik. Salah seorang yang berhasil maju ke podium adalah Serka Sudiyono.
Di depan Presiden Jokowi, Serka Sudiyono menjelaskan tentang wujud pendampingannya kepada petani. Setelah itu ia menerima tantangan presiden untuk menghafal Pancasila.
Advertisement
Pada awalnya ia merasa grogi. Namun nyatanya Serka Sudiyono bisa mengumandangkan Pancasila dengan lancar.
Presiden Jokowi bahkan tak kuasa menahan tawa saat melihat Serka Sudiyono berbalik arah dan melangkahkan kaki dengan mantap.
Saat itu pula Serka Sudiyono mendapat hadiah sepeda dari Presiden Jokowi. Ia pun tak menyangka, hari di mana ia mendapat hadiah sepeda itu merupakan hari ulang tahun istri dan anak pertamanya. Sepeda itu langsung dipakai oleh anaknya ke sekolah.
Advertisement
Sepulang dari Pekalongan, Komandan Kodim Rembang Letkol Yudhi Yahya juga memberikan apresiasi kepada Serka Sudiyono. Selepas upacara peringatan Hari Juang Kartika di halaman Kodim Rembang pada Jumat pagi (15/12), ia langsung dipanggil khusus ke depan untuk menerima penghargaan.
Letkol Yudhi mengatakan, sosok Serka Sudiyono merupakan seorang Babinsa yang apa adanya dan tulus mengabdi.
“Bahwa Sersan Sudiyono pada saat ditanya Presiden RI, Bapak Insinyur Joko Widodo menampakkan apa adanya seorang Babinsa. Apa yang sudah dikerjakan, ketulusannya kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia, bagaimana pula karyanya kepada masyarakat di Desa Kemadu sehingga saya berikan apresiasi dan Alhamdulillah mendapatkan apresiasi juga dari Bapak Presiden,” kata Letkol Yudhi dikutip dari kanal YouTube Musyafa Musa pada Sabtu (16/12).
Dalam wawancaranya bersama kanal YouTube Musayfa Musa, Serka Sudiyono menangis ketika mengingat anaknya yang pertama. Ia mengatakan anaknya itu sudah mendaftar jadi anggota TNI sebanyak lima kali dan selalu gagal. Tahun 2024 besok adalah kesempatan terakhir anaknya untuk mendaftar TNI.
Advertisement
“Namanya bapak kan mikirnya kalau anak bisa lebih sukses dari bapaknya kan seorang bapak bangga. Anak saya yang ingin jadi tentara, karena dia juga terbiasa di lingkungan asrama. Kalau saya pribadi sih nggak memaksa,”
kata Serka Sudiyono dikutip dari kanal YouTube Musyafa Musa.