Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Melihat Jejak Sunan Kalijaga di Cirebon, Ada Banyak Kera sampai Sumur Tua
Melihat Jejak Sunan Kalijaga di Cirebon, Ada Banyak Kera sampai Sumur Tua

Melihat Jejak Sunan Kalijaga di Cirebon, Ada Banyak Kera sampai Sumur Tua

Di masa silam Sunan Kalijaga pernah aktif berdakwah di Cirebon dan meninggalkan petilasan sekitar 1 kilometer dari terminal Harjamukti.

Sunan Kalijaga atau As Syekh Said pernah menjadi bagian dari wilayah Cirebon, Jawa Barat pada sekitar abad ke-15. Ketika itu Sunan Kalijaga menjadikan Cirebon sebagai lokasi dakwah sebelum pindah ke Kadilangu, Kabupaten Demak. Ia lantas mendirikan petilasan di lahan seluas 2.000 meter persegi.

Cirebon dijadikan tujuan dakwah salah satunya karena wilayah Jawa Barat masih kental dengan nuansa Hindu-Buddha. Ketika itu dirinya menjadikan Cirebon sebagai pusat ajaran Islam dan dijalankan bersama Sunan Gunung Jati.

Di sini, ia bersama Sunan Gunung Jati mengenalkan cara berdakwah melalui kesenian yang ketika itu digandrungi masyarakat. 

Berdakwah dengan wayang

Merujuk direktoripariwisata.id, Kamis (30/11), Sunan Kalijaga terkenal dengan cara berdakwahnya yang memanfaatkan media lokal dari suatu daerah.

Salah satu yang ia jadikan alat untuk mengenalkan ajaran Islam adalah wayang, dengan tetap mempertahankan sisi ketradisionalannya.

Di Cirebon, ia lantas mendirikan tempat peristirahatan di wilayah yang saat ini masuk ke dalam wilayah Kampung Kalijaga, Kelurahan Kalijaga, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon, Jawa Barat.

Petilasan Sunan Kalijaga di Cirebon

Petilasan Sunan Kalijaga di Cirebon

Di masa dakwah Sunan Kalijaga di Cirebon, ia mendirikan tempat mirip peristirahatan dengan beberapa ruangan dan fungsinya. Secara umum, bentuk petilasannya adalah L (siku) dan dialiri oleh dua sungai.

(Foto: Youtube All In One Indramayu)

Untuk ruang pertama difungsikan untuk tawasul atau mengerjakan amalan demi mendekatkan diri pada Allah SWT. Ruangan kedua juga sama, sebagai tempat Tawasul dan dekat dengan makam-makam.

Untuk ruangan terakhir digunakan untuk tempat beristirahat Sunan Kalijaga, lengkap dengan kasur, kelambu dan alat tidur lainnya.

Secara umum bentuk bangunannya bergaya lawas, dengan struktur batu mata merah yang disusun sebagai dinding.

Terdapat masjid dan sumur tua

Di sekitar lokasi petilasan juga terdapat sebuah masjid yang cukup megah dan biasa digunakan oleh para peziarah asal luar kota. Masjid tersebut memiliki gaya arsitektur yang minimalis, namun tetap luas dan nyaman untuk beribadah.

Lalu terdapat sebuah sumur tua yang biasa dijadikan tempat untuk berwudu dari para peziarah yang mendatangi lokasi. Sumur tersebut bernama sumur wasiat Kalijaga.

Lokasi ini biasanya ramai pada waktu-waktu tertentu, salah satunya ketika malam Jumat kliwon untuk kegiatan ziarah dan tapak tilas masa silam.

Berguru ke Syekh Datuk Kahfi

Berguru ke Syekh Datuk Kahfi

Sebelum mulai menyebarkan agama Islam, Sunan Kalijaga sebenarnya ingin belajar lebih dalam tentang agama Islam bersama Syekh Datuk Kahfi yang merupakan pelopor ajaran Islam di Cirebon.

(Foto: Liputan6)

Ketika itu, ia bersama Sunan Gunung Jati menjadikan Cirebon sebagai pusat penyebaran Islam di wilayah Jawa Barat, sehingga kerap didatangi oleh para wali di tanah Jawa.

Di Cirebon, ia juga mendirikan tempat untuk belajar agama, dengan beberapa santri yang ingin mendalami ajaran tersebut.

Di sekitar lokasi petilasan, saat ini dijumpai banyak kera atau monyet kecil yang bergelantungan dan ingin berinteraksi dengan para pengunjung.

Biasanya kera-kera akan meminta makan kepada siapapun yang datang, termasuk bertingkah usil namun tidak mengganggu. Kera-kera tersebut termasuk jinak di sana.

Menurut kisah yang berkembang di masyarakat, sebanyak 40 kera itu merupakan jelmaan dari para santri dari Sunan Kalijaga di masa silam. Ketika itu menjelang salat Jumat, Sunan Kalijaga masih melihat santrinya bermain di hutan dan sungai.

Namun Sunan Kalijaga kemudian mengeluhkan santrinya yang tidak segera salat Jumat ini di dalam hati dengan mengatakan jika kelakuan mereka saat bermain mirip kera. Dikarenakan wali memiliki karomah dan doanya mudah diijabah, maka para santri tersebut seketika berubah menjadi kera.

Kisah Menara Air Prujakan, Jadi Ikon Kota Cirebon dan Pernah Berjasa Penuhi Kebutuhan Warga
Kisah Menara Air Prujakan, Jadi Ikon Kota Cirebon dan Pernah Berjasa Penuhi Kebutuhan Warga

Menara air ini masih berdiri kokoh dan jadi cagar budaya di Cirebon.

Baca Selengkapnya icon-hand
Cirebon Pernah Dijuluki Kota Pelabuhan Emas di Nusantara, Begini Kisahnya
Cirebon Pernah Dijuluki Kota Pelabuhan Emas di Nusantara, Begini Kisahnya

Dahulu terdapat kapal yang membawa hingga 5.000 pikul lada dari Cirebon

Baca Selengkapnya icon-hand
Menguji Waktu Tempuh Transjakarta Kalideres-Bandara Soetta, Benarkah Hanya 45 Menit?
Menguji Waktu Tempuh Transjakarta Kalideres-Bandara Soetta, Benarkah Hanya 45 Menit?

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah meluncurkan uji coba Transjakarta untuk rute keberangkatan dari Terminal Kalideres menuju Bandara Soekarno Hatta.

Baca Selengkapnya icon-hand
Kamu sudah membaca beberapa halaman,Berikut rekomendasi
video untuk kamu.
SWIPE UP
Untuk melanjutkan membaca.
Tempuh 2.001 Kilometer, Begini Perjalanan Tim Kirab Pataka Jer Basuki Mawa Beya Keliling Jawa Timur
Tempuh 2.001 Kilometer, Begini Perjalanan Tim Kirab Pataka Jer Basuki Mawa Beya Keliling Jawa Timur

Pasukan kirab pataka jer basuki mawa beya keliling Jawa Timur jelang HUT ke-78 provinsi tersebut. Begini keseruannya.

Baca Selengkapnya icon-hand
Mengenal Bekasem, Olahan Ikan di Dalam Gentong Ala Keraton di Cirebon
Mengenal Bekasem, Olahan Ikan di Dalam Gentong Ala Keraton di Cirebon

Bekasem terus dilestarikan selama bertahun-tahun, dan menjadi salah satu sajian menyambut Maulid Nabi Muhammad SAW di Cirebon.

Baca Selengkapnya icon-hand
Menjajal Kereta Cepat Jakarta-Bandung Bareng Jokowi, Nyaman dan Tak Terasa Guncangan
Menjajal Kereta Cepat Jakarta-Bandung Bareng Jokowi, Nyaman dan Tak Terasa Guncangan

Kereta mulai berangkat dengan kecepatan rendah yakni, 3 kilometer per jam. Kecepatan kereta pun mulai bertambah seiring jauhnya perjalanan.

Baca Selengkapnya icon-hand
Kisah Pabrik Belerang Tua Wanaraja, Terbesar di Garut dan Pernah Terbentang Pipa Belasan Kilometer
Kisah Pabrik Belerang Tua Wanaraja, Terbesar di Garut dan Pernah Terbentang Pipa Belasan Kilometer

Pabrik belerang Wanaraja jadi salah satu lokasi bersejarah yang menarik di Kabupaten Garut.

Baca Selengkapnya icon-hand
Penjelasan Pemprov DKI Uji Coba TransJakarta Rute Kalideres-Bandara Soekarno Hatta Dikawal Patwal
Penjelasan Pemprov DKI Uji Coba TransJakarta Rute Kalideres-Bandara Soekarno Hatta Dikawal Patwal

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mulai melakukan uji coba moda transportasi Bus Transjakarta rute Terminal Kalideres-Bandara Soekarno Hatta pada Rabu (5/7).

Baca Selengkapnya icon-hand
Saking Bahagia Jalan Kampungnya Diaspal, Warga di Gunungkidul Tunaikan Nazar Merangkak 1 Kilometer
Saking Bahagia Jalan Kampungnya Diaspal, Warga di Gunungkidul Tunaikan Nazar Merangkak 1 Kilometer

Kampung Padukuhan Karangnongko juga baru dialiri listrik dan air tahun lalu.

Baca Selengkapnya icon-hand