Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Kisah Pilu Sindi, Gadis Penderita Kista Ganas yang Tinggal di Gubuk Reyot

Kisah Pilu Sindi, Gadis Penderita Kista Ganas yang Tinggal di Gubuk Reyot Kisah Pilu Sindi, Gadis Penderita Kista Ganas yang Tinggal di Gubuk Reyot. Instagram/@kitabisacom ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - Kisah pilu dialami oleh seorang gadis asal Tasikmalaya, Jawa Barat. Gadis berusia 17 tahun, bernama Sindi, harus menjalani kenyataan pahit bergelut dengan penyakit kista di usianya yang masih belia.

Kisah Sindi ini dibagikan oleh akun Instagram @kitabisacom. Ia sudah sejak tahun 2015 divonis menderita kista ganas yang langsung mengubah hidupnya. Kista yang ada di tubuhnya lambat laun semakin berkembang, sehingga membuat perutnya kini terus membesar.

Akibat kista yang dideritanya, Sindi kini kehilangan keceriaannya. Bahkan, Ia pun terpaksa harus berhenti sekolah karena tak bisa lagi beraktivitas dan merasa minder jika bertemu dengan orang lain.

Dirawat oleh sang ibu, berikut kisah Sindi selengkapnya.

Perut Bisa Pecah dan Bahayakan Nyawanya

kisah pilu sindi gadis penderita kista ganas yang tinggal di gubuk reyot

Instagram/@kitabisacom ©2020 Merdeka.com

Kondisi Sindi kini sangat memprihatinkan. Perutnya terus membesar. Bahkan, darah kerap kali keluar dari perutnya, hingga menggenangi kasur Sindi yang penuh dengan noda merah.

“Tiap malam, sambil usap kepala Sindi, saya berusaha tegar tahan tangis sambil terus lantunkan doa. Tiap perutnya membesar dan darah keluar, tak henti saya mengusapnya sambil menghadap Allah meminta kekuatan bagi Sindi untuk Ia bertahan sedikit lagi," ujar Sopiah, ibu Sindi, dengan nada pilu.

Dokter mengatakan, Sindi harus segera diobati. Jika tidak maka perutnya bisa pecah dan bisa membahayakan nyawanya. Sopiah pun sangat takut jika harus kehilangan anak kesayangannya itu.

"Ya Allah, saya takut betul kehilangan dia,” ujarnya.

Kista Menghimpit Paru-Paru

kisah pilu sindi gadis penderita kista ganas yang tinggal di gubuk reyot

Instagram/@kitabisacom ©2020 Merdeka.com

Sindi yang terbaring lemah hanya mampu menangis kesakitan, sambil elus-elus perutnya berharap rasa sakit yang Ia rasakan hilang. Ia sudah tak bisa melakukan aktivitas seperti dulu lagi karena sudah tak punya tenaga untuk berjalan. Tubuhnya yang kurus tak kuat topang perutnya yang sudah seberat 10 kg.Untuk bernapas pun Ia harus dibantu dengan oksigen, karena perut besarnya itu telah menghimpit dan menghalangi paru-parunya.

Hidup Pas-pasan di Rumah Reyot

kisah pilu sindi gadis penderita kista ganas yang tinggal di gubuk reyot

Instagram/@kitabisacom ©2020 Merdeka.com

Di tengah kondisi sang anak yang sudah bertahun-tahun menahan rasa sakit, sang ibu tak bisa berbuat banyak. Ia ingin sekali melihat Sindi sembuh, tapi kondisi ekonomi keluarga yang pas-pasan membuatnya tak bisa membawa Sindi untuk berobat lebih lanjut.“Kami bukanlah dari keluarga berada. Rumah reyot ini jadi saksi bisu bagaimana tiap hari Sindi berjuang tahan sakit dari perut besarnya yang penuh cairan kista," ucapnya.Orangtua Sindi yang bekerja sebagai buruh serabutan dengan penghasilan paling banyak Rp80 ribu/hari, tak punya biaya untuk operasinya. "Bukannya kami ingin menyerah, namun biaya operasi Sindi ratusan juta. Terasa amat jauh untuk digapai bagi kami yang hanya buruh serabutan dan peternak itik dengan penghasilan paling banyak Rp80 ribu/hari, sementara perutnya terus membesar, bisa pecah kapan saja dan bahayakan nyawa Sindi. Sedih, saat kami tahu kami tak punya banyak pilihan,” ujarnya.

Berharap Bisa Bertahan Lebih Lama Lagi

Dengan kondisinya yang seperti ini, Sindi tak pernah bermimpi muluk-muluk. Ia hanya berharap bisa bertahan lama lagi, karena Ia takut perut besarnya itu tak kuat lagi menahan cairan kista yang bisa membuat perutnya pecah kapan saja.

(mdk/far)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP