Jadi Oleh-Oleh Wajib, Intip Ragam Motif dan Jenis Kain Tenun Asli Suku Baduy
Merdeka.com - Kampung adat Baduy di wilayah Kanekes, Kabupaten Lebak, telah lama menjadi wisata budaya andalan Provinsi Banten. Di sana, pengunjung bisa belajar bagaimana menjalani kehidupan yang selaras dengan alam.
Banyaknya pelancong yang berkunjung membuat kuliner khas hingga kerajinan tangan Baduy selalu jadi buruan, salah satunya kain tenun. Saat ini, industri tenun masih jadi favorit sebagai buah tangan yang otentik.
"Kami di sini memproduksi kain tenun mencapai puluhan potong/ pekan," kata seorang perajin kain tenun Baduy di Lebak, bernama Amir, mengutip ANTARA, Senin (17/10).
Varian Kain Tenun Baduy

Kain tenun Baduy https://kebudayaan.kemdikbud.go.id/ ©2020 Merdeka.com
Dirujuk dari laman Pemprov Banten, terdapat dua pakem turun-temurun dari kain tenun, yakni kain sarung atau disebut dengan samping, dan tenunan bodasan atau disebut juga dengan boeh.
Sarung atau samping umumnya berwarna dasar hitam atau biru tua. Kain tenun samping dijahit menjadi sarung atau kulot, semacam rok pada wanita. Sedangkan tenunan bodasan atau boeh merupakan tenunan putih polos yang biasanya digunakan sebagai bahan untuk membuat baju, ikat kepala (laki-laki), atau selendang.
Warna putih merupakan kain khas dari Baduy Dalam, sedangkan hitam dengan kombinasi biru merupakan khas Baduy Luar. Makna putih artinya suci dengan adat yang masih belum tercampur dengan dunia luar.
Untuk teksturnya, kain tenun Baduy cukup kasar dengan motif sederhana. Namun saat ini, masyarakat sudah mulai berinovasi dengan membuat varian warna lain dan dijadikan berbagai bentuk seperti ikat kepala, pakaian adat, hingga kain untuk hiasan perabotan rumah seperti taplak meja.
Motif Kain Tenun Baduy

©istimewa
Untuk motif kain tenun Baduy, didasari dengan pola geometris yang sudah berlangsung sejak zaman nenek moyang dahulu. Dari situ kemudian dikembangkan menjadi beberapa pola cantik seperti garis berbentuk kait, spiral atau pilin, garis lurus, segitiga, segi empat, bulatan, dan masih banyak lainnya.
Disebutkan jika masing-masing motif tersebut memiliki makna mendalam tentang kehidupan sosial masyarakat Baduy terkait ketuhanan, yakni nilai kepercayaan, keberadaan, keagungan, dan kebesaran (Tuhan) sebagai pencipta kehidupan.
Warna pakem dari kain tenun buatan masyarakat Baduy, yakni putih dan hitam dengan kombinasi biru, dengan garis-garis kecil warna biru terang, atau motif kotak-kotak tipis atau hanya bermotif polos.
Harga Kain Tenun Baduy

Alat kain tenun Baduy https://kebudayaan.kemdikbud.go.id/ ©2020 Merdeka.com
Untuk harga kain tenun Baduy sendiri berbeda-beda, tergantung jenis motif hingga kerumitan produknya. Namun rata-rata, kain tenun sudah bisa didapatkan dengan harga mulai dari Rp150 ribu hingga Rp1,3 juta per potong.
Para perajin biasanya memproduksi kain tenun berukuran 3x2,5 meter dan dikerjakan selama sepekan. Lamanya proses pengerjaan lantaran pembuatannya yang masih manual dengan alat tenun yang terbuat dari kayu.
Pembuatan kain tenun Baduy sudah mulai menggeliat sejak 10 bulan terakhir, di masa peralihan dari pandemi Covid-19 ke endemi.
"Kita sekarang bisa menjual hingga 25 potong dari sebelumnya dua potong setiap pekan dengan ukuran 3x2, 5 meter," tambah Amir.

Proses pembuatan kain tenun Baduy https://kebudayaan.kemdikbud.go.id/ ©2020 Merdeka.com
(mdk/nrd)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya