Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Diolah Jadi Pupuk Gratis Buat Warga, Begini Proses Pengolahan Lumpur Tinja di Tangerang

Diolah Jadi Pupuk Gratis Buat Warga, Begini Proses Pengolahan Lumpur Tinja di Tangerang

Diolah Jadi Pupuk Gratis Buat Warga, Begini Proses Pengolahan Lumpur Tinja di Tangerang

Tinja yang disedot rupanya tidak dibuang sembarangan, ternyata diolah menjadi pupuk gratis untuk warga. 

Lumpur tinja yang tertampung di septic tank rumah biasanya akan disedot oleh truk tangki khusus, agar tidak menyebabkan buntunya saluran buang. Periode pembersihan septic tank pun bervariasi setiap rumah, bisa dua sampai lima tahun.

Namun tahukah Anda selama ini lumpur tinja dari rumah-rumah warga itu ditampung di mana? Rupanya di Kota Tangerang, limbah buang ini diolah menjadi pupuk oleh Dinas Perumahan dan Pertanahan (Disperkimtan).

Menariknya, pupuk tersebut nantinya bisa digunakan oleh masyarakat dengan bebas dan gratis untuk penyubur tanaman. Yuk simak proses pengolahan lumpur tinja di Kota Tangerang.

Diolah Jadi Pupuk Gratis Buat Warga, Begini Proses Pengolahan Lumpur Tinja di Tangerang
Tinja Diangkut ke Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja

Tinja Diangkut ke Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja

Mengutip laman Pemkot Tangerang, tinja yang diangkut oleh truk tanki selanjutnya akan dibawa ke Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT).

IPLT ini diketahui mampu menampung hingga 98 meter kubik per hari dari 13 unit truk tangki yang bergantian membuang limbah.

"Di IPLT terdapat beberapa kolam yang mengolah seluruh limbah dari mobil operasional kami. Saat ini, kami memiliki 13 unit mobil truk sedot kakus yang beroperasi setiap hari," terang Kepala Bidang Air Minum dan Air Limbah, Riznur Masrun, Selasa (27/2)

Lumpur Dikeringkan untuk Dijadikan Pupuk

Disperkimtan memiliki beberapa kolam dengan fungsi menampung dan memisahkan lumpur tinja dengan air.

Untuk dijadikan pupuk, tinja yang masih bercampur dengan air dan lumpur akan ditampung untuk dikeringkan. Setelahnya air akan diolah menjadi kondisi baik dan lumpur serta tinja akan menjadi pupuk.

Diolah Jadi Pupuk Gratis Buat Warga, Begini Proses Pengolahan Lumpur Tinja di Tangerang

"Pupuk tersebut dapat digunakan untuk tanaman hias saja, dan tidak dapat digunakan bagi tanaman buah dan tanaman sayuran, karena masih mengandung bakteri patogen yang tinggi,” katanya.

Warga Boleh Mengambil Gratis

Warga Boleh Mengambil Gratis

Warga yang ingin memanfaatkan pupuk untuk kebutuhan tanaman hias, bisa mengambilnya secara gratis di kolam penampungan.

Biasanya yang datang akan membawa wadah atau tempat untuk membawa pupuk sesuai kebutuhan masing-masing.

“Sejauh ini, masyarakat disekitar IPLT sering datang untuk memanfaatkan pupuk tersebut dan ini bebas bagi masyarakat Kota Tangerang," tambah Masrun.

Biaya Sedot Tinja

Sementara itu, Kepala Disperkimtan Kota Tangerang, Sugihharto Achmad mengatakan pihaknya selalu siap untuk memberikan layanan sedot tinja secara maksimal kepada masyarakat di wilayahnya.

Salah satunya adalah melalui biaya sedot yang terjangkau untuk skala rumah tangga, pengusaha dan industri.

“Sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang telah ditetapkan, jasa pelayanan sedot tinja dari Disperkimtan Kota Tangerang ini hanya ditarif dengan harga yang sangat terjangkau, yakni di harga 185 ribu rupiah untuk skala rumah, dan 225 ribu rupiah untuk skala kontrakan, ruko, dan industri,” ujar Sugihharto.

Untuk pelaksanaan penyedotan akan dijadwalkan, setelah warga menghubungi jasa sedot wc dari Disperkimtan.

Diolah Jadi Pupuk Gratis Buat Warga, Begini Proses Pengolahan Lumpur Tinja di Tangerang
Ngopi Gratis sambil Kongkow di Motor Dinas, Aksi Pak Bhabin Tampung Curhatan Warganya Ini Banjir Pujian
Ngopi Gratis sambil Kongkow di Motor Dinas, Aksi Pak Bhabin Tampung Curhatan Warganya Ini Banjir Pujian

Agus berhasil menumbuhkan semangat warganya untuk berkeluh kesah dengan cara menarik.

Baca Selengkapnya
Pungli di Lapas Cebongan, 1 Pegawai dan 8 Warga Binaan Terlibat
Pungli di Lapas Cebongan, 1 Pegawai dan 8 Warga Binaan Terlibat

Kedelapan warga binaan itu terindikasi membantu pegawai berinisial M.

Baca Selengkapnya
Bawaslu Tangani 46 Dugaan Pelanggaran Pidana Pemilu 2024
Bawaslu Tangani 46 Dugaan Pelanggaran Pidana Pemilu 2024

40 berkas dinyatakan pelanggaran dan 4 bukan pelanggaran pidana pemilu.

Baca Selengkapnya
Kamu sudah membaca beberapa halaman,Berikut rekomendasi
video untuk kamu.
SWIPE UP
Untuk melanjutkan membaca.
Mencicipi Kipang Kacang, Kudapan Asli Pariaman yang Masuk Daftar Warisan Budaya Tak Benda
Mencicipi Kipang Kacang, Kudapan Asli Pariaman yang Masuk Daftar Warisan Budaya Tak Benda

Kudapan dari Pariaman ini terbuat dari kacang tanah yang dicampur dengan gula aren dan kerap dijadikan oleh-oleh.

Baca Selengkapnya
Ngopi Bareng Supir Truk, Ganjar Terima Aduan soal Pungli
Ngopi Bareng Supir Truk, Ganjar Terima Aduan soal Pungli

Salah satunya adalah Pungli yang berada di jembatan timbang.

Baca Selengkapnya
Lepas 90.000 Pemudik Gratis Bersama BUMN, Erick Thohir Singgung Daya Beli Masyarakat Sedang Menurun
Lepas 90.000 Pemudik Gratis Bersama BUMN, Erick Thohir Singgung Daya Beli Masyarakat Sedang Menurun

Peserta mudik gratis terbesar bersama BUMN tahun ini tujuan daerah Jawa Timur sebanyak 30.000 orang.

Baca Selengkapnya
Saat Tinjau Personel, Jenderal Bintang 3 Ini Colek Pipi Brigpol Yanuar 'Ini Bagus Murah Senyum'
Saat Tinjau Personel, Jenderal Bintang 3 Ini Colek Pipi Brigpol Yanuar 'Ini Bagus Murah Senyum'

Menjelang Pemilu serentak tahun 2024 yang tinggal menghitung hari, Komjen Pol. Mohammad Fadil Imran tinjau persiapan personel polri di Polda Jawa Tengah.

Baca Selengkapnya
Intip Kesibukan Penjahit Permak Pakaian di Pinggir Jalan Tulungagung Jelang Lebaran, Kewalahan hingga Tolak Pelanggan
Intip Kesibukan Penjahit Permak Pakaian di Pinggir Jalan Tulungagung Jelang Lebaran, Kewalahan hingga Tolak Pelanggan

Pengguna jasa permak pakaian meningkat 2-3 kali lipat dibanding hari biasa.

Baca Selengkapnya
Pembuat Patung Soekarno Tolak Dibayar Rp100 Juta oleh Dedi Mulyadi, Ini Alasannya
Pembuat Patung Soekarno Tolak Dibayar Rp100 Juta oleh Dedi Mulyadi, Ini Alasannya

Seorang pembuat patung asal Cimahi memberikan patung gratis kepada Dedi Mulyadi, saat diberi uang Rp100 juta, pematung itu menolak.

Baca Selengkapnya