Intip Kesibukan Penjahit Permak Pakaian di Pinggir Jalan Tulungagung Jelang Lebaran, Kewalahan hingga Tolak Pelanggan

Pengguna jasa permak pakaian meningkat 2-3 kali lipat dibanding hari biasa.

Rizka Nur Laily M
Oleh Rizka Nur Laily M - Reporter
Intip Kesibukan Penjahit Permak Pakaian di Pinggir Jalan Tulungagung Jelang Lebaran, Kewalahan hingga Tolak Pelanggan
Intip Kesibukan Penjahit Permak Pakaian di Pinggir Jalan Tulungagung Jelang Lebaran, Kewalahan hingga Tolak Pelanggan (Merdeka.com)
Dok. Istimewa
© 2024 merdeka.com/freepik senivpetro

Momen bulan Ramadan sekaligus menjelang Lebaran seperti sekarang membawa berkah bagi banyak orang, termasuk para penjahit permak di pinggir jalan. Hal ini dirasakan oleh para penjahit permak di pinggir Jalan Adi Sucipto Gang I Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur.

Pesanan Naik

Dua pekan terakhir, pesanan permak pakaian di sekitar eks Swalayan Belga Tulungagung naik hingga 2-3 kali lipat.

Pada bulan biasa permintaan jasa permak berkisar antara 3-5 orang per hari.

Sementara pada hari-hari menjelang Lebaran warga yang mereparasi pakaian di jasa permak mencapai 10-20 orang.

Batasi Pelayanan

Batasi Pelayanan
© 2024 merdeka.com/freepik

Jasa permak menjadi tujuan warga membenahi ukuran baju atau perbaikan lain. Biasanya untuk baju baru mereka meminta dipotong karena ukuran aslinya kepanjangan. 

Dok. Istimewa
© 2024 merdeka.com/freepik cookie_studio

"Saat ini, kami membatasi hanya melayani jasa permak potong ukur atau perbaikan resleting dan sejenisnya. Intinya kami batasi untuk kerjaan yang bisa cepat selesai sehingga yang lain juga bisa terlayani," ujar Marni, salah satu penjahit permak di Tulungagung.

Dok. Istimewa
© 2024 merdeka.com/freepik fxquadro

Ketua Komunitas Permak Pinggir Aspal Kota Tulungagung (Comppast), Sujono mengungkapkan, saking banyaknya permintaan jasa permak pakaian, ada kalanya ia dan kawan-kawannya menolak karena tidak sanggup menyelesaikan.

Tarif Permak

Penjahit permak pakaian mengenakan ongkos Rp10 ribu hingga Rp15 ribu per helai pakaian. 

Tarif ini berlaku rata pada semua penjahit permak yang membuka lapak di gang kecil tak jauh dari Pasar Wage, Kota Tulungagung itu.

Jam operasional penjahit permak  mulai pukul 08.00 WIB sampai 16.00 WIB. Pada momen ramai seperti sekarang, mereka bisa pulang jam 17.00 WIB karena harus menyelesaikan pekerjaan lebih banyak.

"Paling sulit permak gamis, soalnya motongnya lebar, tarifnya paling mahal," imbuh Marni.

Kesan Pengguna Jasa

Salah satu pelanggan jasa permak, Anik warga Ngantru Kabupaten Tulungagung mengaku sudah biasa menggunakan jasa permak pinggir jalan ini.

"Selain harganya murah, juga bisa ditunggu," ujarnya, dikutip dari ANTARA, Jumat (5/4/2024).

Pusat penjahit pinggir jalan Tulungagung ini sudah eksis sejak tahun 1980-an, tak heran jika hingga kini masih ramai pelanggan.

Rekomendasi