Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Melihat Jejak Etnis Tionghoa Tangerang di Museum Benteng Heritage, Ada Produk Kecap Tertua di Indonesia

Melihat Jejak Etnis Tionghoa Tangerang di Museum Benteng Heritage, Ada Produk Kecap Tertua di Indonesia

Melihat Jejak Etnis Tionghoa Tangerang di Museum Benteng Heritage, Ada Produk Kecap Tertua di Indonesia

Di museum ini pengunjung seakan diajak menapaki jejak masa silam kejayaan peranakan Tionghoa di Tangerang.

Istilah “Benteng” selama ini melekat pada Tangerang sebagai salah satu kota di Provinsi Banten.

Kota ini selanjutnya turut memiliki julukan lain yakni Cina Benteng, karena di masa silam terdapat permukiman warga Tionghoa yang lokasinya tak jauh dari benteng pertahanan masa kolonial.

Etnis Tionghoa memang berkembang pesat di Kota Tangerang, dan menjadi salah satu yang terbesar di Indonesia sejak abad ke-15.

Saking berkembangnya etnis Tionghoa di Tangerang, tokoh kekaisaran terkenal asal negeri Tirai Bambu, Laksamana Cheng Ho pernah bertandang.

Kebudayaan tersebut lambat laun berakulturasi dengan kearifan lokal Betawi serta Sunda, yang jejaknya bisa disaksikan di Museum Benteng Heritage, Kawasan Pasar Lama.

Melihat Jejak Etnis Tionghoa Tangerang di Museum Benteng Heritage, Ada Produk Kecap Tertua di Indonesia

Terdapat banyak jejak masa silam komunitas masyarakat Cina Benteng yang dipelihara, salah satunya adalah produk kecap tertua di Indonesia. Yuk simak informasi selengkapnya.

Gedung Museum Berdesain Tionghoa Kuno

Gedung Museum Berdesain Tionghoa Kuno

Mengutip kanal Benteng Heritage, gaya bangunan museum ini menghadirkan visual kejayaan Tionghoa di Kota Tangerang masa silam.

Terlihat gaya jendela, pintu sampai dinding bangunan yang dibuat dengan desain arsitektur khas negeri Tiongkok.

Diketahui sang pemilik, Udaya Halim memang merestorasi bangunan yang sebelumnya merupakan asli peninggalan kejayaan Cina Benteng di masa silam. Dulunya, rumah ini merupakan tempat tinggal dari komunitas warga Tionghoa di abad ke-17.

Tujuan utama didirikannya museum ini untuk mengarsipkan berbagai benda, peninggalan peranakan Tiongkok sebelum abad ke-19.

Hadirkan Perabot Khas Rumah Etnis Tionghoa Masa Lampau

Bangunan museum didesain dua lantai. Di selasar bawah, tersimpan berbagai perabotan khas rumah Tionghoa di awal-awal kedatangan mereka melalui Teluk Naga Tangerang tahun 1400-an.

Perabotan yang masih dijaga keasliannya ini di antaranya berbagai jenis keramik, sofa, kayu, meja, alat makan sampai meja untuk bermain kartu dan dadu.

Di masa silam, warga Tionghoa memang menggemari permainan dadu, sampai-sampai mereka menyiapkan tempat penyimpanan makanan di sisi meja.

Kisahkan Kedatangan Laksamana Cheng Ho

Kisahkan Kedatangan Laksamana Cheng Ho

Di lantai dua terpampang papan besar berisi kisah kedatangan Laksamana Cheng Ho ke wilayah Tangerang melalui Teluk Naga.

Dikisahkan bahwa rombongan yang dipimpin prajurit kepercayaan kerajaan besar Tiongkok Muslim itu mendarat di Tangerang pada 1405.

Ketika itu rombongan sebanyak 30.000 pasukan datang dengan 300-an kapal besar. Laksamana Cheng Ho memiliki misi pertukaran budaya, termasuk melakukan perdagangan ke beberapa wilayah yang dijelajahinya, termasuk Tangerang.

Ini merupakan salah satu upaya ekspansi yang dilakukan Dinasti Ming yang kala itu memegang tahta kepemimpinan tertinggi di Tiongkok.

Bisa Sewa Pakaian Khas Cina Benteng Zaman Dulu

Jika ingin lebih merasakan nuansa kejayaan Cina Benteng atau budaya peranakan Tionghoa di Tangerang masa silam, menyewa pakaian tradisional Tiongkok bisa jadi pilihan.

Pakaian ini sangat menonjolkan motif khas masa silam, dengan warna merah menyala dan ornamen khusus. Terlebih bagi suka mengabadikan diri akan semakin cocok, setelah memakai pakaian tradisional tersebut.

Tak perlu khawatir, selama berkunjung akan ditemani oleh tour guide yang siap menjelaskan kebudayaan Cina Benteng di masa silam.

Melihat Koleksi Salah Satu Kecap Pertama di Indonesia

Mengutip laman Pemkot Tangerang, daya tarik lainnya yang ada di museum ini adalah terdapatnya koleksi berbagai jenis kecap yang sudah ada di Kota Tangerang sejak 1800-an. Salah satu kecap tertua itu adalah kecap bermerek Benteng.

Melihat Jejak Etnis Tionghoa Tangerang di Museum Benteng Heritage, Ada Produk Kecap Tertua di Indonesia

Kecap ini sudah ada di Tangerang sejak zaman dahulu, dan memiliki tekstur yang kental dan berwarna hitam pekat.

Rasanya yang gurih dan manis ini membuatnya sering dijadikan sebagai bahan tambahan masakan oleh koki-koki keturunan Tionghoa. Selain itu, di sana juga tersimpan berbagai koleksi kamera lawas zaman kolonial.

Menyantap Menu Khas Tionghoa

Menyantap Menu Khas Tionghoa

Adapun pabriknya berada tak jauh di sana dan jika penasaran dengan rasanya, di bawah juga terdapat spot restoran yang menyajikan menu-menu khas peranakan Tionghoa.

Makanan-makanan khas itu terdiri dari bacang, sate, onde, mi dan lain-lain.

Selain itu, pengunjung bisa mengikuti kegiatan tur dengan mengelilingi area museum sampai kawasan pasar lama.

Uniknya, selama berkeliling itu, pengunjung akan diminta mengenakan topi anyaman khas Tangerang masa silam.

Melihat Jejak Etnis Tionghoa Tangerang di Museum Benteng Heritage, Ada Produk Kecap Tertua di Indonesia

Museum Benteng Heritage Tangerang

Kisah Pirngadie Keliling Indonesia untuk Melukis Wajah Semua Suku, Kini Jadi Arsip Penting Museum Nasional
Kisah Pirngadie Keliling Indonesia untuk Melukis Wajah Semua Suku, Kini Jadi Arsip Penting Museum Nasional

Lukisan 78 suku bangsa yang dipajang di Museum Nasional itu menyihir mata nyaris setiap pengunjung

Baca Selengkapnya
Museum Balaputera Dewa, Simpan Ribuan Koleksi dari Masa Pra-Sejarah hingga Kesultanan Palembang
Museum Balaputera Dewa, Simpan Ribuan Koleksi dari Masa Pra-Sejarah hingga Kesultanan Palembang

Berkunjung ke museum yang terletak di Sumatera Selatan ini terdapat ribuan jenis koleksi dari zaman pra-sejarah hingga masa kerajaan.

Baca Selengkapnya
Menelusuri Sejarah Islam di Galeri Al Azhom, Masjid Unik dengan Museum di Tangerang
Menelusuri Sejarah Islam di Galeri Al Azhom, Masjid Unik dengan Museum di Tangerang

Galeri Islam di Masjid Raya Al Azhom menghadirkan nuansa museum di dalam rumah ibadah.

Baca Selengkapnya
Kamu sudah membaca beberapa halaman,Berikut rekomendasi
video untuk kamu.
SWIPE UP
Untuk melanjutkan membaca.
Melihat Indonesia Zaman Purba di Museum Geologi Bandung, Ada Fosil Gajah Berusia 800.000 Tahun
Melihat Indonesia Zaman Purba di Museum Geologi Bandung, Ada Fosil Gajah Berusia 800.000 Tahun

Ada banyak koleksi flora, fauna dan bahan tambang di Museum Geologi Bandung.

Baca Selengkapnya
Mengunjungi Museum Taman Tino Sidin, Galeri Pelukis Legendaris Indonesia yang Tak Lekang Oleh Zaman
Mengunjungi Museum Taman Tino Sidin, Galeri Pelukis Legendaris Indonesia yang Tak Lekang Oleh Zaman

Museum ini dibangun untuk mengenalkan sosok Pak Tino pada pemuda generasi sekarang.

Baca Selengkapnya
Banyuwangi Punya Museum Baru, Sajikan Ribuan Koleksi Bersejarah
Banyuwangi Punya Museum Baru, Sajikan Ribuan Koleksi Bersejarah

Ribuan artefak Balambangan kuno tersaji di Omahseum.

Baca Selengkapnya
Berusia 124 Tahun, Begini Kisah Lokomotif Tertua di Indonesia yang Tersimpan Utuh di Museum Kereta Api Ambarawa
Berusia 124 Tahun, Begini Kisah Lokomotif Tertua di Indonesia yang Tersimpan Utuh di Museum Kereta Api Ambarawa

Lokomotif ini diklaim tertua di Indonesia. Begini kisahnya

Baca Selengkapnya
30 Pantun Teka Teki dan Jawabannya Lucu Bikin Ngakak, Bisa Dilontarkan Saat Kumpul Bareng
30 Pantun Teka Teki dan Jawabannya Lucu Bikin Ngakak, Bisa Dilontarkan Saat Kumpul Bareng

Berikut pantun teka teki dan jawabannya lucu yang bisa dilontarkan saat kumpul bareng.

Baca Selengkapnya
Rekam Jejak Perkebunan Teh di Gunung Dempo, Komoditas Lokal yang Mendunia
Rekam Jejak Perkebunan Teh di Gunung Dempo, Komoditas Lokal yang Mendunia

Kebun teh ini sudah berdiri sejak zaman kolonial Belanda.

Baca Selengkapnya