Cegah Bencana Alam, Kemenag Imbau Warga Lebak yang Akan Menikah Bawa Bibit Tanaman

Jumat, 21 Januari 2022 09:53 Reporter : Nurul Diva Kautsar
Cegah Bencana Alam, Kemenag Imbau Warga Lebak yang Akan Menikah Bawa Bibit Tanaman ilustrasi tanaman. pinterest.com

Merdeka.com - Kementerian Agama Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, Kamis (20/1) kemarin mengimbau masyarakat yang hendak menikah di wilayahnya agar membawa bibit tanaman. Benih-benih itu nantinya bisa disertakan saat melakukan pendaftaran di KUA masing-masing wilayah.

Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Lebak, Badrusalam mengatakan bahwa langkah tersebut merupakan upaya Kemenag dalam menjaga kelestarian alam di daerah-daerah yang termasuk rawan bencana alam.

"Kami mengimbau setiap pasangan calon pengantin (catin) yang daftar di Kantor Urusan Agama ( KUA) setempat dapat membantu bibit tanaman," tutur Badrusalam kepada wartawan di Lebak

2 dari 4 halaman

Ditanam di Lahan-Lahan Kritis

ilustrasi tanaman hias calathea

Ilustrasi

©Unsplash/Axel Vazquez

Sumbangan sendiri nantinya akan ditanami di lokasi-lokasi yang rawan longsor maupun daerah kritis lainnya agar mengurangi resiko terjadinya bencana. Selain itu, upaya tersebut juga bisa bermanfaat untuk menghijaukan lahan sehingga tetap lestari dan bisa mengurangi emisi karbon.

Gerakan menanam ini juga dikatakan Badrus bisa bermanfaat bagi kesejahteraan masyarakat juga keseimbangan ekosistem, di mana perkembangbiakan hayati bisa tetap terjaga tanpa terjadi kerusakan lingkungan alam.

Saat ini wilayah Kabupaten Lebak merupakan kawasan hulu resapan air di Provinsi Banten, sehingga perlu dilakukan gerakan penghijauan agar bencana alam tidak terjadi di sana.

3 dari 4 halaman

Bantuan Bibit Berupa Tanaman Keras atau Hotikultura

Untuk jumlah bantuan bibit tidak ditentukan oleh pihaknya. Calon pengantin bisa bebas membawa bibit tanaman, dengan saran berkategori keras dan hortikultura. Selain itu, pemberian benih juga bisa bernilai ibadah.

"Jumlah bantuan benih tanaman dari catin itu bebas dan tidak ditentukan. Bantuan bibit tanaman juga merupakan nilai ibadah bagi catin," katanya menjelaskan.

Kemenag Lebak memiliki tanggung jawab untuk melakukan gerakan penghijauan sebagai strategi mencegah longsor maupun bencana alam, mengingat wilayahnya yang dikelilingi pegunungan dan kawasan hutan, termasuk Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS).

4 dari 4 halaman

Mekanisme Penanaman Bibit Tanaman

Terkait mekanisme, bibit-bibit yang sudah terkumpul di KUA setempat kemudian dikoordinasikan dengan aparatur kecamatan dan desa untuk dilakukan gerakan penanaman.

"Kami optimistis melalui sumbangan benih pohon itu dapat bermanfaat sekali untuk kelangsungan hidup manusia dan ekosistem habitat lainnya agar tumbuh berkembang biak tanpa terusik kerusakan alam," katanya menjelaskan.

Dengan demikian, Kemenag Lebak membuat surat imbauan kepada seluruh KUA di daerah ini agar setiap calon menyumbangkan benih tanaman, namun imbauan itu tidak memaksakan catin untuk menyumbangkan benih tanaman.

"Dalam surat imbauan hasil koordinasi dengan Pemkab Lebak bernomor 0081/kk.28.02.06/PK.00/01/2022 tanggal 18 Januari 2022," kata Badrusalam.

Sementara itu, Akademisi dari Sekolah Tinggi Agama Islam ( STAI) Latansa Mashiro Mochamad Husen mengatakan gerakan penghijauan melalui sumbangan benih dari setiap pasangan catin itu cukup inovatif dan berdampak terhadap pelestarian dan penghijauan hutan dan alam.

"Kami menyambut positif gerakan penghijauan melalui sumbangan benih dari catin itu," katanya menjelaskan, melansir dari ANTARA. 

[nrd]
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini