Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
<b>Berladang Jauh di Dalam Hutan,  Petani Pangandaran Makan Ini Demi Bertahan Hidup</b><br>

Berladang Jauh di Dalam Hutan, Petani Pangandaran Makan Ini Demi Bertahan Hidup

Di sini tidak banyak pilihan untuk dimakan selain daun-daunan dan kacang-kacangan dari hutan.

Berladang Jauh di Dalam Hutan, Petani Pangandaran Makan Ini Demi Bertahan Hidup

Selain bercocok tanam di lahan sekitar rumah, para petani di Kampung Cigaleong, Desa Batukaras, Kecamatan Cijulang, Kabupaten Pangandaran, juga terbiasa memanfaatkan tanah di dalam hutan untuk budi daya sayuran.

Mereka harus berjalan jauh dari tempat tinggal, bahkan harus menginap di saung-saung yang dibangun untuk beristirahat dan mengumpulkan hasil panen sayur dan buah.

Seperti terlihat di kanal YouTube Petualangan Alam Desaku, Jumat (1/12), beberapa petani asal kampung tersebut tengah mencari bahan makanan untuk bertahan hidup di sana. Mereka cukup memanfaatkan alam sekitar demi mendapat bahan makanan.

Kira-kira bahan pangan apa saja yang mereka gunakan untuk sekedar mengisi perut? Yuk simak informasi selengkapnya.

Memanfaatkan lahan reuma

Seperti disampaikan oleh Jerry, selaku kreator video, para petani ini harus berkeliling hutan untuk mencari bahan makanan. Namun, petani-petani tangguh ini akan menggunakan tanaman yang sudah dibudidayakan di area bernama reuma.

Menurut warga setempat, reuma adalah lahan perbukitan bekas menanam padi yang digunakan untuk budidaya sayur mayur dan buah.

Di reuma ini, segala jenis tanaman bisa tumbuh, bahkan beberapa di antaranya liar. Mereka pun akan berburu sayur dan tanaman yang layak konsumsi.

Memasak nasi di saung

Memasak nasi di saung

Jam makan mereka sendiri akan dilaksanakan setelah beraktivitas di lahan mereka. Reuma sendiri ditanami berbagai jenis sayuran hingga buah, mulai dari singkong, papaya hutan, terung dan yang lainnya.

Setelah selesai, para petani ini kembali ke saung untuk ngaliwet atau memasak nasi menggunakan hawu atau tungku tradisional berbahan bakar kayu bakar.

Selama memasak nasi, berbagai keperluan untuk makan siang mereka persiapkan dengan mencari di sekeliling hutan.

Memakan daun-daunan dan papaya hutan

Menurut seorang petani setempat, Syarif mereka akan memanfaatkan berbagai tumbuhan yang ada di dalam hutan.

Beberapa yang biasa digunakan untuk lauk makan adalah daun-daunan seperti singkong, papaya, kacang-kacangan sampai terubuk. Terubuk sendiri adalah bunga tebu muda yang punya rasa khas dan nikmat disantap saat sudah direbus.

“Biasanya kang Syarif ini memanfaatkan yang ada di hutan ya kayak papaya hutan, kacang-kacangan juga,” kata kreator video, Jerry saat mengikuti Syarif berburu makan siang.

Mencocolnya dengan sambal

Mencocolnya dengan sambal

Secara sederahana, mereka hanya mengolah daun-daun tersebut dengan cara direbus di hawu yang terletak di saung.

Mereka pun mengkonsumsi sayur-sayuran tersebut, dan hanya mencocolnya dengan sambal terasi yang mereka buat secara mendadak.

Bahan-bahannya sendiri menggunakan cabai, garam, terasi udang dan bawang-bawangan yang ditumbuk halus di batok kelapa.

“Ini daun-daunnya direbus, terus dicoel sambel buat dimakan,” kata Syarif, petani di Kampung Cigaleong.

Memakan ikan dan hasil laut

Dikarenakan kawasan tersebut tak jauh dari pesisir selatan Kabupaten Pangandaran, tak jarang para petani tersebut ikut mencari ikan dan kerang di sana.

Ikan-ikan dan kerang itu kemudian diolah dengan cara dibakar ataupun direbus, dengan tambahan bumbu-bumbu yang sudah mereka siapkan sebelumnya.

Namun memakan ikan ataupun kerang-kerangan tak sering mereka lakukan, karena menunggu musim yang tepat.

“Jadi seadanya di hutan ya seperti ini kawan-kawan,” kata kreator video, Jerry

Berladang Jauh di Dalam Hutan, Petani Pangandaran Makan Ini Demi Bertahan Hidup

Berladang Jauh di Dalam Hutan, Petani Pangandaran Makan Ini Demi Bertahan Hidup

Artikel ini ditulis oleh
Tyas Titi Kinapti

Editor Tyas Titi Kinapti

Topik Terkait

Reporter
  • Nurul Diva Kautsar
ABG Hilang Selama Sepekan di Hutan Lubuklinggau, Belasan Dukun Dikerahkan Bantu Menerawang
ABG Hilang Selama Sepekan di Hutan Lubuklinggau, Belasan Dukun Dikerahkan Bantu Menerawang

Seorang ABG laki-laki, RZ (15), hilang saat ikut orang tuanya ke kebun dekat hutan.

Baca Selengkapnya icon-hand
Berjuang Demi Bertahan Hidup, Ini Kisah Pilu dari Kampung Miskin di Brebes
Berjuang Demi Bertahan Hidup, Ini Kisah Pilu dari Kampung Miskin di Brebes

Sehari-hari, mereka bekerja sebagai buruh tani. Penghasilan harian kecil kadang tak dapat sama sekali

Baca Selengkapnya icon-hand
Berperan saat HUT RI tapi Tak Pernah Dapat Bantuan, Ini Curhatan Seniman Kuda Kepang Kebumen
Berperan saat HUT RI tapi Tak Pernah Dapat Bantuan, Ini Curhatan Seniman Kuda Kepang Kebumen

Adegan "mendem" disebut menjadi penghambat kelompok kuda kepang tidak mendapat bantuan pemerintah.

Baca Selengkapnya icon-hand
Kamu sudah membaca beberapa halaman,Berikut rekomendasi
video untuk kamu.
SWIPE UP
Untuk melanjutkan membaca.
Suasana Kehidupan Kampung di Pedalaman Hutan Jati Grobogan, Hidup Tanpa Listrik
Suasana Kehidupan Kampung di Pedalaman Hutan Jati Grobogan, Hidup Tanpa Listrik

Rumah-rumah di sana sudah diwariskan secara turun-temurun

Baca Selengkapnya icon-hand
Sebabkan Kebakaran Hutan di Lereng Gunung Ijen, Pria Bondowoso Ditangkap
Sebabkan Kebakaran Hutan di Lereng Gunung Ijen, Pria Bondowoso Ditangkap

Pelaku membakar hutan untuk membuka lahan pertanian. Namun api tak terkendali hingga merambat ke areal dengan luas sekitar 0,5 hektare.

Baca Selengkapnya icon-hand
Potret Jalan Raya Puncak Bogor Zaman Dulu, Masih Tanah & Hutan Hanya Dilalui Delman
Potret Jalan Raya Puncak Bogor Zaman Dulu, Masih Tanah & Hutan Hanya Dilalui Delman

Berikut potret Jalan Raya Puncak Bogor zaman dulu yang masih didominasi tanah dan hutan.

Baca Selengkapnya icon-hand
Bukan Penjaga Hutan Kalimantan, Ini Penampakan Ular Terbesar di Dunia
Bukan Penjaga Hutan Kalimantan, Ini Penampakan Ular Terbesar di Dunia

Ternyata ini ular terbesar yang pernah hidup di dunia.

Baca Selengkapnya icon-hand
Kondisi Terkini Kebakaran Hutan Lereng Gunung Lawu, Terjadi Tiga Kali dalam Sebulan
Kondisi Terkini Kebakaran Hutan Lereng Gunung Lawu, Terjadi Tiga Kali dalam Sebulan

Miris, hutan lindung di lereng Gunung Lawu sudah terbakar tiga kali dalam sebulan.

Baca Selengkapnya icon-hand
Perambah Hutan Seenaknya Bangun Pondok di Taman Nasional di Pelalawan, Petugas Geram Langsung Dibakar
Perambah Hutan Seenaknya Bangun Pondok di Taman Nasional di Pelalawan, Petugas Geram Langsung Dibakar

Padahal sebelumnya petugas TNTN telah memberi peringatan lebih dahulu untuk perambah.

Baca Selengkapnya icon-hand