Beda Gang Beda Dialek, Begini Uniknya Bahasa Sunda Khas Kabupaten Kuningan
Merdeka.com - Bahasa Sunda hingga kini masih banyak digunakan oleh masyarakat Indonesia. Bahasa ini dikenal memiliki variasi dialek yang berbeda di tiap daerah, seperti di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat. Uniknya, perbedaan dialek di sana bisa terlihat walau hanya berbeda gang.
Mengutip jurnal Universitas Pendidikan Indonesia tahun 2021 berjudul “Perbandingan Bahasa Sunda Wewengkon Kuningan Dengan Bahasa Sunda Lulugu Di Kota Bandung”, Bahasa Sunda Kuningan memiliki kekhasan yang kerap dianggap berbeda dari bahasa Sunda pada umumnya. Hal itu bisa dilihat dari banyaknya kosa kata (leksikon) yang biasa digunakan oleh warga setempat.
Salah satu penyebabnya adalah letak geogfrafis wilayah Kabupaten Kuningan yang berbatasan langsung dengan daerah Priangan Timur di sisi selatan serta Jawa Tengah di wilayah timur. Itu yang kemudian memunculkan percampuran bahasa di Kuningan.
Hingga saat ini, tercatat 2.270 kata yang tercatat di Kamus Wewengkon Kuningan yang diresmikan pada Februari 2022 lalu. Berikut informasi selengkapnya.
Kayanya Bahasa Sunda Kuningan

Kuda Si Windu yang jadi Ikon Kabupaten Kuningan
©2020 Portal Wisata Kab Kuningan
Pada penelitian itu, terdapat sejumlah kosa kata khas yang hanya dipunyai oleh masyarakat di Kabupaten Kuningan. Salah satunya kata “Menit” yang artinya adalah pusing.
Dalam Bahasa Sunda pada umumnya, keadaan pusing yang merujuk ke sakit kepala kerap dituturkan dengan kata Rieut atau Lieur.
Selain “Menit”, ada pula istilah “Koret” atau jika diartikan ke dalam Bahasa Indonesia adalah pusing. Leksikon itu yang kemudian juga tidak didapati di dalam Bahasa Sunda yang umum dituturkan oleh masyarakat di Jawa Barat yakni Medit.
Satu lagi kata yang khas dan kerap dituturkan oleh warga Kuningan yakni “Kandi”. Kata Kandi bisa diartikan sebagai Ke Mana di Bahasa Indonesia. Dan jika di Bahasa Sunda sehari-hari, Kandi adalah Ka Mana.
Tiap Gang Beda Dialek
Mengutip YouTube Coklat TV, Budayawan Kuningan, Dodo Suwondo mengatakan jika Bahasa Sunda Kuningan memiliki variasi kata berbeda di tiap kecamatan.
Ia mencontohkan seperti di lingkungan Pasapen, Kelurahan Kuningan. Dari tiga lingkungan Pasapen yang ada, Pasapen 3 menjadi daerah yang mempunyai kosa kata khas yakni “Kadia”, yang berarti ke situ dalam Bahasa Indonesia.
Dalam Bahasa Sunda umum, kata Kadia tidak lazim dipakai bahkan tidak ada. Biasanya masyarakat Sunda non Kuningan menyebut Kadia dengan Kadinya.
“Tiap kecamatan di Kuningan punya dialeknya tersendiri. Bahkan satu kecamatan, beda sedikit saja gang sudah berbeda. Seperti di Pasapen 3, itu ada satu kata yang berbeda penyebutannya yakni Kadia. Warga Pasapen lainnya tidak menyebut Kadia, tapi Kadinya yang artinya ke situ” sebut Dodo.
Meski begitu, secara umum Bahasa Sunda di Kuningan khususnya juga Jawa Barat memiliki tingkatan mirip Bahasa Jawa yakni Ngoko dan Kromo atau kasar dan halus.
(mdk/nrd)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya