Sejarah Sosok Perempuan Dijadikan Bintang Iklan Rokok Zaman Belanda
Merdeka.com - Sejak dulu, rokok sudah menjelma menjadi produk yang diminati banyak kalangan. Industri rokok tetap bertahan dalam berbagai terpaan krisis.
Perang industri rokok sudah terjadi sejak dulu. Industri rokok berkembang dan bertahan dengan mengandalkan kreativitas pemasaran dan iklan yang menarik perhatian konsumennya.
Mereka berlomba-lomba agar disukai banyak konsumen. Salah satunya, menjadikan perempuan sebagai objek untuk iklan rokok.
"Industri ini pernah mengeksploitasi figur perempuan," Menurut Yuhana dalam Jurnal Lembaran Sejarah.
Iklan Rokok Zaman Belanda
Inspirasi mengenai pelibatan sosok perempuan dengan rokok pada masa itu dikenal dengan Pranacitra. Cerita percintaan segitiga yang terjadi pada masa kekuasaan kerajaan Mataram antara Roro mendut, Tumenggung Wiraguna, dan Pranacitra.
Eksploitasi perempuan dalam iklan rokok itu terjadi pada masa pemerintahan Belanda. Gambar-gambar perempuan saat itu bukan hanya ada di iklan rokok, tapi banyak iklan lainnya.
Pada saat itu, sosok perempuan sudah dianggap memiliki daya tarik tersendiri untuk menawarkan sebuah produk. Apalagi dengan tampilan pakaian yang mencuri perhatian laki-laki sebagai pasar.
Salah satu produk yang menggunakan figur perempuan adalah rokok 'marikangen' dari Soerakarta.
Kenapa sosok perempuan jadi model iklan rokok?
Iklan terus berlomba untuk mencari inovasi penandanya, dengan tujuan pesan iklan dapat diterima secara efektif oleh masyarakat. sistem masyarakat yang masih didominasi ideologi patriarki, maka hanya satu obyek penanda pada iklan yang mempunyai daya tarik lebih hebat selain sosok perempuan.
"Perempuan memberikan rayuan, godaan, dan sekaligus sebagai bentuk eksploitasi," menurut Kaysan dalam bukunya.
Ada dua makna terkait citra figur perempuan dalam iklan-iklan rokok. Pertama, perempuan ditampilkan sebagai sosok pemanis atau dekoratif. Perempuan ditampilkan dalam rangka sebagai penarik dan daya pikat konsumen yang sebagian besar adalah kaum laki-laki. Kedua, iklan rokok tersebut memang ditujukan juga untuk kaum perempuan.
Reporter Magang: Ita Rosyanti
(mdk/noe)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya