Advertisement
Pamannya yang Letkol memarahinya saat diminta jadi beking. TB pun bertekad lulus dengan perjuangan sendiri.
Advertisement
Pemuda itu sebenarnya sudah menjadi mahasiswa ITB, namun dia ingin pindah sekolah yang tak perlu biaya.
TB berharap mendapat 'sponsor' atau 'beking' buat masuk Akademi Angkatan Laut (AAL).
TB tahu tulangnya (paman) punya hubungan baik dengan Kepala Staf TNI AL, Laksamana Soebijakto.
Advertisement
Letkol Washington sangat tak setuju cara-cara pakai sponsor untuk membantu calon taruna masuk AAL.
Mau jadi apa perwira TNI nanti kalau calon taruna masuk pakai sponsor!
Advertisement
Dia tersinggung dan ingin membuktikan dirinya bisa jadi taruna tanpa sponsor pamannya.
Diam-diam TB mendaftar ke Akademi Militer (Akmil) di Magelang.
Berhasil, pemuda itu bisa lolos semua tes dan masuk Akmil tanpa sponsor atau beking.
Advertisement
Pamannya heran dan bertanya. Bagaimana kamu bisa lulus?
Advertisement
Mendengar itu, langsung saja Kolonel Washington Siahaan memeluk keponakannya itu.
Dia sangat bangga TB masuk AMN tanpa sponsor.
TB Siahaan telah membuktikan bisa masuk Akmil tanpa sponsor-sponsoran!
Advertisement
Advertisement
Dia lulus tahun 1961. Karirnya meningkat terus. TB seringkali dimintai pertimbangan tentang masalah penting oleh para panglima.
Advertisement
Dia menduduki banyak posisi penting di TNI AD. Presiden Soeharto pun mempercayainya untuk duduk sebagai Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara.
Di era Presiden SBY, TB Silalahi menjadi anggota Dewan Pertimbangan Presiden tahun 2007.
Advertisement