Perjuangan Ibu Yayu Besarkan 8 Anak Sendirian Usai Jendral Ahmad Yani Gugur

Ibu Yayu adalah istri dari Jenderal Ahmad Yani, sosok pahlawan yang tumbang dalam peristiwa G30S/PKI.

Yoga Tri Priyanto
Oleh Yoga Tri Priyanto - Reporter
Perjuangan Ibu Yayu Besarkan 8 Anak Sendirian Usai Jendral Ahmad Yani Gugur
Perjuangan Ibu Yayu Besarkan 8 Anak Sendirian Usai Jendral Ahmad Yani Gugur (Merdeka.com)

Ibu Yayu Rulia Sutowiryo dan 8 anaknya tidak akan pernah lupa peristiwa berdarah yang merenggut nyawa Suami dan Bapak mereka pada malam tanggal 30 September 1965.

Ibu Yayu Rulia Sutowiryo menikah dengan Bapak Jendral Ahmad Yani pada tahun 1944 dan dianugerahi delapan orang anak, Indriyah Ruliati Yani (Pertama), Herlia Emmy Yani (Kedua) meninggal tahun 2007, Amelia Yani (Ketiga), Elina Elastria (Keempat), Widna Ani Yani (Kelima), Reni Ina Yuniati (Keenam), Untung Mufreni Yani (Ketujuh) dan Irawan Sura Edi Yani (Kedelapan).

Melansir dari beberapa sumber. 

Ibu Yayu Sempat Terpuruk Bertahun-tahun
Dok. Istimewa

Amelia anak ketiga menuturkan selepas peristiwa G30S PKI bu Yayu terpuruk bingung mau berbuat apa karena, tidak ada wasiat ataupun deposit untuk keperluan sehari-hari, yang tersisa hanyalah rumah dinas.

Didapatkan dari beberapa sumber, pada malam di mana Bapak Jendral Ahmad Yani diculik oleh para pasukan cakrabirawa, Ibu Yayu sedang pergi menyepi karena memiliki keturunan setengah Bali setengah Jawa di sekitaran Taman Suropati, Menteng. 

Mimpi Ibu Yayu
Dok. Istimewa

Menurut penuturan Amelia, setelah peristiwa berdarah itu terjadi Bu Yayu dan ketujuh saudara - saudara nya belum mengetahui apa yang sebenarnya terjadi. Ibu Yayu dan anak-anaknya diungsikan oleh ABRI untuk mendapatkan perlindungan dan pendampingan. Ibu Yayu yang tidak mengetahui apa yang menimpa suaminya, mengurung diri sampai jasad sang suami ditemukan. 

Hingga pada tanggal 3 Oktober 1965 akhirnya Ibu Yayu keluar dan mengaku telah mengikhlaskan dan mengaku didatangi oleh sang suami lewat mimpi yang berpesan untuk menjaga anak-anaknya. 

Tidak diduga selepas Ibu Yayu mengikhlaskan kepergian suaminya, pasukan ABRI menyampaikan kabar duka kepada keluarga bahwa Jendral Ahmad Yani ditemukan sudah dalam keadaan meninggal dunia.

Pecah Tangis di antara anak-anaknya, Ibu Yayu mencoba tegar atas apa yang terjadi, dan mencoba untuk kuat di hadapan anak-anaknya.

Kehidupan Setelah Kepergian Sang Suami
Dok. Istimewa
Sosok Inspiratif Ibu Yayu
Dok. Istimewa

Menurut Amelia, ibunya adalah sosok yang pantang menyerah. Ibu Yayu tidak mau bergantung dari pemberian orang lain.

Ibu selalu berusaha untuk tidak meminta dan itu dilakukan dengan berjualan beras dan minyak di daerah Kemang, Jakarta Selatan. 

Amelia yang pada saat itu masih kecil menangis melihat ibunya harus berjualan untuk memenuhi kebutuhan, tapi Ibu Yayu meyakinkan bahwa berjualan itu mulia. “Yang penting ibu tidak mencuri, biarlah ibu membanting tulang, kepala menjadi kaki, kaki menjadi
Dok. Istimewa

Merdeka.com

Sikap Teladan dan Gigih Ibu Yayu
Dok. Istimewa

Sebagai seorang istri prajurit ibunya menjadi sosok yang terlatih, sebab ia sering ditinggal ayahnya (Ahmad Yani) melakukan tugas militer. Sehingga kemandirian ibunya kuat.

Dari beberapa sumber disebutkan, Ibu Yayu membeli kembali rumah yang berdekatan dengan rumah lamanya yang sudah diserahkan kepada negara yang dijadikan Museum Ahmad Yani.

Dalam kesehariannya, Ibu Yayu sering melihat para tahanan PKI yang dibawa personel Korps Polisi Militer (CPM). Mereka biasanya dibawa untuk melakukan bersih-bersih. 

Saat melihat para tahanan PKI yang dibawa CPM, Ibu Yayu kemudian mengambil banyak piring. Setelahnya, dia turut mengambilkan nasi dan teh manis untuk makan para tahanan PKI dan CPM . 

Membesarkan seorang diri delapan anaknya yang masih sangat membutuhkan sosok Ayah, masih sulit untuk hanya sekedar dibayangkan. Apalagi pada tahun itu yang segala bentuk materinya terbatas.

"Banyak pelajaran yang saya peroleh dari ibu, seperti ketabahan, keuletan dan keberanian serta jujur," imbuhnya.

Amelia berpesan agar kaum perempuan untuk menjadi ibu yang baik untuk putra putri dan keluarga.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Jenderal Yani diculik gerombolan PKI dan dibunuh. Jasadnya ditemukan di daerah Lubang Buaya bersama para jenderal lain yang juga menjadi korbannya.

G30S/PKI merupakan momen kelam bagi sejarah Indonesia. Pada pemberontakan yang didalangi PKI itu, sebanyak enam jenderal dan seorang perwira Angkatan Darat menjadi korbannya.

Ketujuh Pahlawan Revolusi itu yakni: Jenderal Ahmad Yani. Mayjen Raden Soeprapto. Mayjen Mas Tirtodarmo Haryono. Mayjen Siswondo Parman. Brigjen Donald Isaac Panjaitan. Brigjen Sutoyo Siswomiharjo. Lettu Pierre Andreas Tendean.

Pada hari yang sama, Yani dan rekan-rekannya resmi dinyatakan Pahlawan dari Revolusi dengan Keputusan Presiden Nomor 111/KOTI/1965 dan pangkatnya dinaikkan secara anumerta dari Letnan Jenderal untuk bintang ke-4 umum (Indonesia:Jenderal Anumerta).

Di Usia ke-43 Tahun.

Rekomendasi