Kucai bawang menjadi salah satu tanaman yang menarik untuk ditanam di rumah karena daunnya dapat dimanfaatkan sebagai bumbu masakan. Tanaman ini memiliki aroma khas bawang yang cocok untuk menambah cita rasa berbagai hidangan, mulai dari tumisan hingga sup.
Menanam kucai bawang tidak harus dimulai dari biji. Kamu bisa memperbanyak tanaman ini dari rumpun yang sudah tumbuh sehat sehingga proses penanaman lebih praktis dan tanaman baru sudah memiliki akar untuk mendukung pertumbuhannya.
Selain dapat ditanam langsung di pekarangan, kucai bawang juga cocok dibudidayakan dalam pot. Dengan memilih media tanam yang tepat, memberikan cukup sinar matahari, dan merawatnya secara teratur, kamu bisa memiliki persediaan daun kucai segar untuk kebutuhan memasak sehari-hari.
Berikut cara menanam kucai bawang dari rumpun untuk persediaan bumbu yang bisa dijadikan referensi, dihimpun Merdeka.com dari berbagai sumber, Minggu (18/10).
Advertisement
1. Pilih Rumpun Kucai Bawang yang Sehat
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2938940/original/061942200_1571051530-chives-1287096_960_720.jpg)
Langkah pertama dalam cara menanam kucai bawang dari rumpun adalah memilih tanaman induk yang sehat dan sudah tumbuh cukup rimbun. Kucai bawang (Allium tuberosum) merupakan tanaman tahunan yang tumbuh berkelompok dan memiliki rimpang serta akar yang mendukung pertumbuhan daun baru.
Pilih rumpun dengan daun hijau segar, akar yang masih kuat, serta bagian pangkal yang tidak menunjukkan tanda pembusukan. Hindari rumpun yang sebagian besar daunnya menguning, layu berkepanjangan, atau memiliki akar berbau tidak sedap.
Advertisement
2. Pisahkan Rumpun Menjadi Beberapa Bagian
Angkat rumpun kucai bawang secara hati-hati menggunakan sekop kecil agar akar dan bagian pangkal tanaman tidak banyak rusak. Jika tanah terlalu padat, basahi secukupnya supaya rumpun lebih mudah diangkat dan akarnya tidak mudah patah.
Pisahkan rumpun menjadi beberapa bagian yang masing-masing masih memiliki akar, pangkal daun, dan titik tumbuh. Jangan membagi tanaman menjadi potongan yang terlalu kecil atau hanya menyisakan daun tanpa akar karena bagian tersebut akan lebih sulit tumbuh menjadi tanaman mandiri. Perbanyakan melalui pembagian rumpun merupakan salah satu metode yang sesuai untuk kucai bawang di wilayah tropis.
Advertisement
3. Siapkan Media Tanam yang Gembur dan Subur
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5424003/original/015149600_1764129367-pexels-fotios-photos-1301856.jpg)
Kucai bawang membutuhkan media tanam yang subur, mampu mempertahankan kelembapan, tetapi tetap memiliki drainase yang baik. Tanah yang terlalu padat atau terus-menerus tergenang dapat menghambat perkembangan akar.
Untuk penanaman di rumah, kamu bisa menggunakan campuran tanah gembur, kompos matang, dan bahan berpori seperti sekam bakar. Gunakan bahan yang bersih dan tidak tercemar, lalu campurkan secara merata agar media tidak terlalu padat.
Jika menggunakan pot, pilih wadah yang cukup lebar untuk menampung perkembangan rumpun. Pastikan terdapat lubang drainase di bagian bawah pot agar kelebihan air dapat keluar dengan mudah.
Advertisement
4. Tanam Rumpun Kucai Bawang dengan Benar
Buat lubang tanam sesuai ukuran akar, kemudian masukkan setiap bagian rumpun ke dalam lubang tersebut. Posisikan akar mengarah ke bawah dan bagian pangkal tanaman berada dekat permukaan tanah, lalu tutup akar dengan media tanam tanpa memadatkannya secara berlebihan.
Apabila menanam beberapa rumpun di pekarangan, berikan jarak yang cukup agar tanaman dapat berkembang tanpa saling berhimpitan. Sebagai acuan awal, jarak sekitar 15 cm antarrumpun dapat digunakan untuk penanaman kucai bawang di kebun rumah, dengan penyesuaian berdasarkan ukuran tanaman dan kondisi lahan.
Setelah penanaman selesai, siram media hingga lembap. Letakkan pot atau tempatkan tanaman di area yang mendapat sinar matahari cukup, sambil memperhatikan kelembapan media selama masa adaptasi.
Advertisement
5. Atur Penyiraman dan Pencahayaan
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5315111/original/070835700_1755151860-jamur_6.jpg)
Kucai bawang tumbuh baik di tempat yang mendapat sinar matahari dan media tanam yang tidak mudah tergenang. Karena itu, pilih lokasi yang terang, misalnya pekarangan terbuka atau area dekat jendela yang memperoleh cahaya matahari memadai.
Siram tanaman ketika permukaan media mulai mengering, dengan menyesuaikan cuaca, ukuran pot, dan kondisi tanah. Saat hujan sering turun, kurangi penyiraman jika media masih lembap agar akar tidak terus-menerus berada dalam kondisi terlalu basah.
Perhatikan juga pertumbuhan daun setelah rumpun dipindahkan. Jika daun terlihat layu, periksa kelembapan media dan kondisi akar terlebih dahulu sebelum menambahkan air, sebab layu tidak selalu berarti tanaman kekurangan air.
Advertisement
6. Berikan Nutrisi agar Daun Tumbuh Subur
Kucai bawang memerlukan media yang cukup subur untuk mendukung pembentukan daun baru. Penambahan kompos matang dalam jumlah wajar dapat membantu menyediakan bahan organik sekaligus memperbaiki kondisi media tanam.
Jika tanaman ditanam dalam pot dan dipanen secara rutin, unsur hara di dalam media dapat berkurang seiring waktu. Kamu bisa menambahkan kompos matang secara berkala atau menggunakan pupuk sesuai petunjuk pemakaian, tanpa memberikan pupuk secara berlebihan.
Hindari menumpuk pupuk tepat di pangkal tanaman atau menggunakan pupuk yang belum matang. Setelah pemupukan, perhatikan respons tanaman dan kondisi media agar pertumbuhan tetap seimbang.
Advertisement
7. Rawat Rumpun agar Terus Menghasilkan Daun Baru
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2938941/original/068131800_1571051530-chives-1031315_960_720.jpg)
Salah satu keuntungan menanam kucai bawang adalah daunnya dapat dipanen berulang kali selama tanaman tetap sehat dan tumbuh aktif. Pemangkasan daun yang tepat juga membantu memanfaatkan hasil pertumbuhan tanaman tanpa perlu mencabut seluruh rumpun.
Bersihkan gulma yang tumbuh di sekitar tanaman agar tidak berebut air, cahaya, dan unsur hara. Periksa pula kondisi daun dan pangkal tanaman secara berkala, terutama setelah hujan berkepanjangan atau ketika media terlalu lembap.
Jika rumpun semakin padat dan pertumbuhan daun mulai melemah, pertimbangkan untuk membaginya kembali. Pembagian rumpun setiap beberapa tahun dapat membantu mengurangi kepadatan dan mempertahankan vigor tanaman.
Advertisement
8. Panen Daun Kucai Bawang untuk Persediaan Bumbu
Daun kucai bawang dapat mulai dipanen ketika tanaman sudah tumbuh kuat dan memiliki cukup banyak daun untuk dipotong tanpa mengganggu pertumbuhannya. Sebagai gambaran, kucai bawang yang ditanam di Indonesia dapat dipanen sekitar tiga hingga empat bulan setelah penanaman, meskipun waktu sebenarnya bergantung pada kondisi tanaman dan lingkungan.
Gunakan gunting bersih untuk memotong daun yang sudah cukup panjang, dengan menyisakan bagian pangkal dan sebagian daun agar tanaman tetap dapat tumbuh kembali. Hindari memanen seluruh daun sekaligus, khususnya pada rumpun yang masih kecil atau baru selesai beradaptasi.
Setelah dipanen, cuci daun seperlunya dan tiriskan sebelum digunakan sebagai bumbu. Untuk persediaan jangka pendek, simpan daun dalam lemari pendingin dengan kondisi bersih dan kering di permukaannya; jika ingin menyimpannya lebih lama, daun yang telah dicincang juga dapat dibekukan.
Advertisement
Pertanyaan & Jawaban Seputar Cara Menanam Kucai Bawang dari Rumpun untuk Persediaan Bumbu
1. Bagaimana cara menanam kucai bawang dari rumpun?
Pisahkan rumpun kucai bawang yang sehat menjadi beberapa bagian dengan akar dan titik tumbuh yang masih utuh. Tanam dalam media yang gembur dan subur, kemudian siram secukupnya dan letakkan di tempat yang mendapat sinar matahari.
2. Berapa lama kucai bawang bisa dipanen setelah ditanam dari rumpun?
Kucai bawang dapat dipanen sekitar tiga hingga empat bulan setelah penanaman, bergantung pada kondisi tanaman dan lingkungan. Panen daun dengan gunting bersih tanpa mencabut seluruh rumpun agar tanaman dapat tumbuh kembali.
3. Apakah kucai bawang bisa ditanam di pot untuk persediaan bumbu?
Ya, kucai bawang bisa ditanam di pot yang memiliki lubang drainase dan media tanam yang gembur. Letakkan pot di area yang mendapat sinar matahari cukup, siram saat media mulai mengering, dan panen daun secara bertahap sesuai kebutuhan.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9376003/original/049914100_1792292825-d84419fe-7553-4b34-92f9-ccb290750317.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8036555/original/005474300_1780878444-Singkong_Goreng_Merekah.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9373680/original/062603800_1791971881-Depositphotos_231704242_S.jpg.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2934497/original/028769300_1570608162-WhatsApp_Image_2019-10-08_at_8.29.34_AM__3_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9375351/original/039724400_1792140789-Citraland-Waterpark-Pekanbaru-Tickets-afbf120b-b887-41ef-8556-bd94dfd3d475.webp)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9375143/original/023469700_1792132513-4fbf08da-296d-466e-97cb-01510d63f190.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9374323/original/019445800_1792046750-HL.jpg)