Gunung Semeru yang berada di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, kembali mengalami erupsi pada Sabtu (17/10) pukul 10.42 WIB. Letusan gunung tertinggi di Pulau Jawa tersebut menyemburkan abu vulkanik hingga setinggi 1.000 meter di atas puncak.
Erupsi ini menambah rangkaian aktivitas vulkanik Semeru yang hingga kini masih berada pada status Level III atau Siaga.
Masyarakat di sekitar kawasan rawan bencana diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan terjadinya awan panas, guguran lava, hingga banjir lahar.
Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Agastya Rajendra, menjelaskan bahwa berdasarkan hasil pengamatan, kolom abu akibat letusan mencapai ketinggian sekitar 4.676 meter di atas permukaan laut.
Material vulkanik yang terlontar dari kawah membentuk kepulan abu berwarna putih hingga kelabu. Asap tebal tersebut terpantau bergerak menuju arah barat mengikuti arah angin.
"Tinggi kolom letusan teramati 1000 meter di atas puncak atau 4676 meter di atas permukaan laut. Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal ke arah barat," kata Agastya dalam keterangannya, Sabtu (17/10/2026).
Selain terpantau secara visual, aktivitas erupsi juga tercatat melalui peralatan pemantauan kegempaan yang terpasang di sekitar gunung.
Hasil pencatatan seismograf menunjukkan getaran letusan memiliki amplitudo maksimum 25 milimeter dengan durasi berlangsung selama 137 detik.
"Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 25 milimeter dan durasi 137 detik," ucapnya.
Meski kembali mengalami erupsi, status aktivitas Gunung Semeru belum mengalami perubahan dan tetap berada pada Level III atau Siaga.
Seiring kondisi tersebut, petugas mengingatkan masyarakat agar tidak memasuki kawasan yang telah ditetapkan sebagai zona berbahaya.
Salah satu wilayah yang menjadi perhatian utama adalah sektor tenggara Semeru, terutama sepanjang Besuk Kobokan. Aktivitas masyarakat di kawasan tersebut dilarang dalam jarak 13 kilometer dari puncak gunung.
Pembatasan juga diberlakukan di luar radius tersebut. Masyarakat diminta tidak mendekati sempadan sungai dalam jarak 500 meter karena berpotensi terdampak perluasan awan panas maupun aliran lahar yang dapat mencapai 17 kilometer dari puncak.
Selain kawasan aliran sungai, area dalam radius lima kilometer dari kawah juga harus dikosongkan dari segala bentuk aktivitas. Wilayah tersebut dinilai memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap lontaran material vulkanik saat terjadi letusan.
"Kami melarang warga untuk beraktivitas dalam radius 5 kilometer dari kawah atau puncak Gunung Api Semeru karena sangat rawan terhadap bahaya lontaran batu pijar," ujar Agastya memperingatkan.
Ancaman erupsi Semeru tidak hanya berasal dari semburan abu vulkanik. Material hasil letusan yang menumpuk di lereng gunung juga berpotensi bergerak menuju kawasan lebih rendah melalui aliran sungai.
Karena itu, warga yang bermukim di sekitar daerah aliran sungai, termasuk para penambang pasir, diminta memperhatikan perkembangan aktivitas gunung dan menghindari lokasi yang berisiko terdampak bencana vulkanik.
Sejumlah jalur sungai yang berhulu di kawasan puncak Semeru menjadi perhatian karena berpotensi dilalui awan panas, guguran lava, maupun aliran lahar.
"Masyarakat harus selalu mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai yang berhulu di puncak Gunung Api Semeru, terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil anak sungai Besuk Kobokan," pungkasnya.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9371361/original/097298500_1791785806-1001422946.jpg.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9376071/original/052505100_1792298673-1000148984.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9376060/original/063310700_1792297774-IMG_5794.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9376010/original/096123800_1792293369-IMG-20260912-WA0062.jpg__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9376040/original/068771800_1792295396-1000250451.jpg.webp)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9375995/original/080031000_1792291566-IMG_3731.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9314291/original/052921100_1785742468-15745.jpg)