Perbedaan Pisang Kepok, Raja, dan Cavendish, Jangan Sampai Keliru

Kenali perbedaan pisang kepok, raja, dan cavendish mulai dari asal, bentuk, rasa, tekstur, sampai kandungan gizinya.

Mochamad Rizal Ahba Ohorella
Perbedaan Pisang Kepok, Raja, dan Cavendish, Jangan Sampai Keliru
Perbedaan Pisang Kepok, Raja, dan Cavendish. (AI Generated)

Perbedaan pisang kepok, raja, dan cavendish sering bikin bingung, soalnya ketiganya sama-sama mudah ditemukan di pasar tradisional maupun supermarket. Padahal, dari segi bentuk, rasa, hingga cara mengolahnya, ketiga jenis pisang ini punya karakter yang cukup berbeda satu sama lain.

Menurut catatan Royal Botanic Gardens, Kew di Inggris, dunia punya lebih dari 1.000 varietas pisang, dan masing-masing masuk ke golongan genetik yang berbeda. Pisang kepok, raja, dan cavendish pun ternyata berasal dari kombinasi genetik yang tidak sama, sehingga wajar kalau tekstur dan rasanya jauh berbeda meski sama-sama disebut "pisang".

Biar tidak salah pilih lagi saat belanja atau memasak, berikut Merdeka.com merangkum dari berbagai sumber beberapa perbedaan pisang kepok, raja, dan cavendish yang penting untuk diketahui.

Golongan Genetik dan Asal-usulnya

Tangani Luka Bakar, Mahasiswa IPB Kembangkan Gel dari Kulit Pisang Kepok
Ilustrasi Pisang Kepok. Foto: 8photo/freepik.

Secara ilmiah, ketiga pisang ini masuk ke kelompok genetik yang berbeda. Perbedaan tersebut terutama terlihat dari susunan genom yang berasal dari dua spesies utama, yaitu Musa acuminata (genom A) dan Musa balbisiana (genom B). Komposisi genetik ini ikut memengaruhi karakteristik buah, seperti tekstur, rasa, kadar pati, tingkat kemanisan, hingga tekstur setelah dimasak.

  • Pisang kepok: masuk golongan ABB, yaitu hasil hibrida antara Musa acuminata dan Musa balbisiana. Pisang ini dikenal secara internasional sebagai saba banana dan memiliki karakter daging buah yang relatif padat serta tekstur yang cocok untuk berbagai olahan setelah dimasak.
  • Pisang raja: masuk golongan AAB, yang juga merupakan hasil hibrida dari dua spesies liar pisang. Kelompok pisang raja memiliki sejumlah kultivar yang berkembang di Indonesia dan umumnya dikenal memiliki aroma harum, rasa manis, serta tekstur daging buah yang lembut ketika matang.
  • Pisang Cavendish: masuk golongan AAA, yang berasal dari Musa acuminata. Pisang ini menjadi salah satu kelompok pisang meja dan pisang ekspor yang paling banyak dibudidayakan di dunia karena memiliki rasa manis, tekstur lembut, serta daya simpan dan karakteristik distribusi yang sesuai untuk perdagangan dalam skala besar.

Perbedaan golongan genetik tersebut menjadi salah satu dasar munculnya berbagai perbedaan karakter pada ketiga jenis pisang. Komposisi genom dapat berkaitan dengan sifat tanaman dan buah, termasuk tekstur daging, perubahan pati menjadi gula selama pematangan, aroma, serta respons buah ketika dimasak.

Bentuk dan Ciri Fisik

Cara Mengolah Pisang Raja agar Harumnya Keluar dan Tidak Pahit
Pisang Raja (Foto: Gemini AI)

Dari segi tampilan, ketiganya juga cukup mudah dibedakan kalau sudah tahu ciri khasnya:

  • Pisang kepok: bentuknya pipih, gepeng, dan agak persegi, dengan ukuran cenderung pendek dibanding dua jenis lainnya.
  • Pisang raja: berukuran sedang dengan kulit yang cenderung tebal dan warna lebih jingga saat matang.
  • Pisang cavendish: berbentuk memanjang dan melengkung, dengan kulit kuning mulus tanpa banyak bercak saat matang sempurna.

Cara termudah membedakannya cukup dengan melihat bentuk penampang buahnya, pisang kepok yang paling terlihat "kotak" dibanding dua jenis lainnya.

Tekstur dan Rasa

Pisang Kepok 0614
Pisang Kepok - wikimedia.org

Perbedaan tekstur dan rasa jadi salah satu pembeda paling terasa saat dikonsumsi:

  • Pisang kepok: daging buahnya padat, berserat, dan cenderung keras saat mentah, tapi berubah lembut menyerupai kentang rebus setelah dimasak.
  • Pisang raja: rasanya manis legit dengan aroma harum yang cukup kuat, teksturnya lebih padat dibanding cavendish.
  • Pisang cavendish: teksturnya lembut dan creamy dengan rasa manis yang ringan, sehingga jadi favorit untuk dimakan langsung sebagai camilan sehat.

Karena kandungan pati yang tinggi, pisang kepok memang paling terasa berbeda dibanding dua jenis lainnya, terutama saat masih setengah matang.

Kandungan Gizi

Kandungan gizi ketiga pisang ini juga bervariasi tergantung golongan genetiknya:

  • Pisang kepok: kaya akan karbohidrat kompleks dan serat karena kandungan patinya yang tinggi, cocok jadi sumber energi tahan lama.
  • Pisang raja: menurut penelitian yang dipublikasikan di jurnal internasional soal kultivar Musa, pisang raja termasuk kultivar berdaging kuning-jingga dengan kandungan karotenoid atau provitamin A yang cukup signifikan.
  • Pisang cavendish: menurut Royal Botanic Gardens Kew, mengandung vitamin A dan C, serta mineral seperti fosfor, kalsium, dan kalium yang baik untuk tubuh.

Meski komposisinya sedikit berbeda, ketiga pisang ini sama-sama jadi sumber energi dan nutrisi yang baik kalau dikonsumsi sesuai porsi wajar.

Cara Pengolahan dan Kegunaan

Cara Membuat Kolak Pisang yang Manis Gurihnya Bikin Ketagihan
Ilustrasi kolak pisang raja./copyright tiktok chaniva_fendra

Perbedaan tekstur dan rasa otomatis memengaruhi cara terbaik mengolah masing-masing jenis pisang ini:

  • Pisang kepok: paling cocok diolah dengan cara dimasak, seperti digoreng, dikukus, dikolak, atau dibuat keripik, karena teksturnya yang padat tidak mudah hancur.
  • Pisang raja: enak dimakan langsung, tapi juga sering diolah jadi kue tradisional, pisang goreng, atau bahan campuran es pisang ijo.
  • Pisang cavendish: paling umum dimakan langsung sebagai buah meja, campuran smoothie, atau topping makanan lain karena teksturnya yang lembut dan tidak mudah hancur saat dipotong.

Jadi, kalau mau bikin gorengan atau kolak, pisang kepok jadi pilihan paling pas. Sementara untuk camilan sehat sehari-hari, pisang raja dan cavendish sama-sama jadi opsi yang oke.

Tanya Jawab Seputar Perbedaan Pisang Kepok, Raja, dan Cavendish

1. Apa perbedaan utama pisang kepok, raja, dan cavendish?

Perbedaan utamanya ada di golongan genetik, bentuk, tekstur, dan cara pengolahan: kepok cenderung untuk dimasak, raja untuk dimakan langsung dengan aroma kuat, cavendish jadi buah meja sehari-hari.

2. Kenapa pisang kepok teksturnya lebih keras dibanding cavendish?

Karena pisang kepok tergolong pisang balbisiana (ABB) yang kadar patinya lebih tinggi, sehingga daging buahnya lebih padat dan cocok diolah dengan cara dimasak.

3. Apakah pisang cavendish termasuk pisang lokal Indonesia?

Ya, meski identik dengan produk impor, pisang cavendish juga dibudidayakan dalam skala besar di Indonesia, salah satunya di Lampung.

4. Pisang mana yang paling cocok untuk MPASI atau konsumsi anak?

Pisang raja dan cavendish umumnya lebih disukai untuk konsumsi langsung karena rasanya manis dan teksturnya lembut, tapi tetap sesuaikan dengan anjuran tenaga kesehatan untuk kebutuhan MPASI.

5. Pisang apa yang paling cocok untuk digoreng atau dikolak?

Pisang kepok paling umum dipakai untuk digoreng, dikukus, atau dikolak karena teksturnya padat dan tidak mudah hancur saat dimasak.

Rekomendasi