Mengenal Food Waste dan Food Loss, Mengapa Penting untuk Lingkungan?

Food waste merujuk pada penurunan kualitas atau kuantitas makanan pada tingkat ritel, jasa penyedia makanan, dan konsumen.

Titah Mranani
Oleh Titah Mranani - Reporter
Mengenal Food Waste dan Food Loss, Mengapa Penting untuk Lingkungan?
Mengenal Food Waste dan Food Loss, Mengapa Penting untuk Lingkungan? (Merdeka.com)

Fenomena food waste dan food loss tidak hanya menjadi masalah global, tetapi juga menimbulkan dampak serius terhadap lingkungan dan ekosistem.

Menurut Food and Agriculture Organization (FAO), food waste merujuk pada penurunan kualitas atau kuantitas makanan pada tingkat ritel, jasa penyedia makanan, dan konsumen.

Seiringan dengan food waste, ada juga food loss, yang merupakan makanan yang terbuang karena penurunan kuantitas atau kualitas.

Setiap tahun, sepertiga dari produksi pangan dunia harus terbuang, dan rumah tangga menjadi penyumbang terbesar dari pemborosan tersebut.

Realitas di Indonesia: Negara Kedua Penghasil Sampah Makanan Terbesar

Realitas di Indonesia: Negara Kedua Penghasil Sampah Makanan Terbesar
Dok. Istimewa

Indonesia bukan hanya saksi, tetapi juga bagian dari fenomena ini. The Economist Intelligence (EIU) 2017 mencatat Indonesia sebagai negara kedua penghasil sampah makanan terbesar di dunia.

Ironisnya, sementara kita berkontribusi pada pemborosan global, masih banyak masyarakat di Tanah Air yang mengalami kelaparan.

Data Global Hunger Index 2021 menempatkan Indonesia di peringkat ketiga di kawasan Asia Tenggara dalam hal kelaparan.

Upaya Sederhana di Rumah: Mencegah Food Waste dan Food Loss

Upaya Sederhana di Rumah: Mencegah Food Waste dan Food Loss
Dok. Istimewa

Berikut adalah beberapa kiat mudah yang bisa dilakukan di rumah untuk mencegah food waste dan food loss.

1. Rencanakan Makanan dengan Meal Plan

1. Rencanakan Makanan dengan Meal Plan
Dok. Istimewa

Langkah awal yang sederhana adalah dengan membuat meal plan atau perencanaan makanan.

Rencanakan menu makanan untuk seminggu ke depan, memperhatikan kandungan gizi agar sesuai dengan anjuran Kementerian Kesehatan tentang "Isi Piringku".

Konsumsilah bahan makanan utuh seperti buah-buahan, sayuran, kacang-kacangan, biji-bijian, protein berkualitas tinggi, dan lemak sehat.

2. Belanja Bijak untuk Mengurangi Risiko Kelebihan Makanan

2. Belanja Bijak untuk Mengurangi Risiko Kelebihan Makanan
© 2024 merdeka.com

Berbelanja cerdas dengan fokus pada kebutuhan yang sedang kurang atau habis dapat mengurangi risiko kelebihan makanan. Hindarilah pembelian impulsif yang dapat menyebabkan food waste.

3. Simpan Makanan dengan Tepat di Kulkas atau Dapur

Menyimpan makanan dengan benar juga kunci untuk mencegah food waste.

Pelajari cara menyimpan berbagai jenis makanan, termasuk buah dan sayur segar yang sebaiknya disimpan di kulkas dengan suhu di bawah 4 derajat Celsius.

Pisahkan juga bahan makanan yang mengeluarkan gas etilena agar tidak mempercepat kematangan makanan lain.

4. Ubah Sisa Makanan Menjadi Pupuk atau Tanaman

4. Ubah Sisa Makanan Menjadi Pupuk atau Tanaman
Dok. Istimewa

Sampah sisa makanan dapat diubah menjadi pupuk. Buatlah kompos dari sisa sayuran, buah, ampas kopi, atau teh. Selain itu, Anda bisa menanam kembali sayuran dari sisa-sisa yang seharusnya dibuang.

5. Manfaatkan Kembali Makanan yang Tidak Habis

5. Manfaatkan Kembali Makanan yang Tidak Habis
Dok. Istimewa

Banyak makanan sebenarnya masih layak dikonsumsi keesokan harinya jika disimpan di kulkas dengan benar. 

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Beberapa makanan juga bisa diolah kembali menjadi hidangan baru yang lezat. Misalnya, gunakan batang atau kulit sayuran yang sering dibuang untuk membuat kaldu sayuran yang bisa disimpan dan digunakan nanti.

6. Berbagi Makanan untuk Mengurangi Food Waste dan Menguatkan Solidaritas

6. Berbagi Makanan untuk Mengurangi Food Waste dan Menguatkan Solidaritas
© 2024 merdeka.com
Dok. Istimewa
© 2024 merdeka.com

Berbagi makanan yang berlebih kepada keluarga, teman, kerabat, atau tetangga tidak hanya dapat mengurangi food waste tetapi juga membangun solidaritas serta mempererat hubungan sosial. Ini adalah langkah sederhana yang dapat memiliki dampak besar.

7. Menerapkan Prinsip 3R: Reduce, Reuse, Recycle

Upaya-upaya di atas sejalan dengan prinsip 3R, yaitu "Reduce, Reuse, Recycle."

Dengan mengurangi pemborosan, memanfaatkan kembali sisa makanan, dan mengelola sampah secara bijak, kita dapat memulai gaya hidup yang berkelanjutan dari rumah.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Dengan mengurangi kebiasaan membuang makanan, kita tidak hanya memberikan dampak positif pada diri sendiri tetapi juga kepada orang terdekat dan lingkungan sekitar. Sebagai individu, kita memiliki peran penting dalam mengubah pola konsumsi menjadi lebih berkelanjutan.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Dengan langkah-langkah sederhana ini, kita dapat menjadi bagian dari solusi untuk mengatasi food waste dan food loss, menyelamatkan lingkungan, dan membantu mereka yang masih membutuhkan.

Mari bersama-sama menciptakan perubahan positif, mulai dari langkah-langkah kecil di rumah kita.

Mari bersama-sama menciptakan perubahan positif, mulai dari langkah-langkah kecil di rumah kita.
Dok. Istimewa
Rekomendasi