Karakter orang yang memberi nama pada tanaman kerap bikin penasaran. Anda mungkin pernah melihat teman atau kerabat yang memanggil monstera-nya "Molly", menyapa kaktusnya dengan sebutan "Kevin", atau menamai tanaman lain dengan Daisy, George, dan Luna.
Sebagian orang menganggap kebiasaan ini lucu, bahkan sedikit nyeleneh. Padahal menurut kacamata psikologi, hal ini bukan sesuatu yang janggal. Sebuah penelitian di Frontiers in Psychology tahun 2025, sebagaimana dilansir dari laman Times of India, menyebutkan bahwa pemilik tanaman bisa merasakan kedekatan emosional dengan tanaman di rumahnya.
Hubungan itu digambarkan sebagai persahabatan, pendampingan, relasi orang tua dan anak, sampai ikatan seperti saudara. Dari kebiasaan sederhana ini, ada beberapa karakter yang sering dikaitkan dengan pelakunya. Berikut penjelasannya sebagaimana dilansir merdeka.com dari berbagai sumber, Kamis (1/10/2026).
Advertisement
1. Punya Sisi Kreatif
Menamai tanaman adalah cara kecil untuk berekspresi. Inspirasinya bisa datang dari bentuk daun, warna, "tingkah" tanaman, tokoh film atau buku favorit, atau sekadar bunyi nama yang terdengar kocak.
Lewat nama itu, tanaman tak lagi hanya jadi pemanis ruangan. Ia punya cerita dan identitas yang hanya dipahami pemiliknya.
Advertisement
2. Lebih Dekat dengan Alam
Gaya hidup modern membuat banyak orang lebih sering berada di antara gedung, beton, dan barang buatan manusia. Tanaman di dalam ruangan menjadi cara praktis untuk membawa sedikit suasana alam ke rumah.
Sejumlah penelitian mengaitkan kehadiran tanaman dalam ruangan dengan kesejahteraan dan kesehatan mental. Mengurus tanaman pun bisa menjadi waktu jeda dari kesibukan. Dengan diberi nama, tanaman terasa lebih seperti "penghuni" rumah ketimbang hiasan, sehingga ikatan dengan alam terasa makin personal.
Advertisement
3. Cenderung Empatik dan Penuh Perhatian
Orang yang suka menamai tanaman bisa jadi terbiasa memperlakukan makhluk hidup dengan lembut. Memang, kebiasaan ini bukan bukti bahwa seseorang memiliki tingkat empati tertentu. Meski begitu, sumber artikel mengaitkannya dengan sifat positif, seperti kepedulian dan kemampuan menjalin hubungan emosional.
Nama juga membuat tanaman terasa punya "pribadi". Karena itu, pemiliknya mungkin lebih semangat merawat: menyiram tepat waktu, merapikan daun, mencarikan tempat yang lebih pas, dan memperhatikan perkembangannya. Aktivitas ini sering terasa menyenangkan sekaligus menenangkan.
Advertisement
4. Sabar dan Telaten
Tanaman tumbuh dengan ritmenya sendiri dan tak bisa dipaksa cepat. Orang yang menganggap tanamannya seperti "seseorang" biasanya lebih peka terhadap perubahan kecil, misalnya tunas baru atau daun yang mulai menguning.
Sikap ini bisa menggambarkan kesabaran dan kesediaan merawat dalam jangka panjang. Tentu ini hanya kecenderungan, bukan ukuran pasti kepribadian.
Advertisement
5. Playful dan Hangat
Menyapa tanaman dengan "Pagi, Molly!" sambil menyiram adalah bentuk keceriaan kecil dalam keseharian. Sisi playful seperti ini menghadirkan suasana ringan di rumah dan membuat merawat tanaman terasa lebih santai.
Advertisement
Tidak Semua Pemilik Tanaman Harus Memberinya Nama
Meski begitu, bukan berarti semua orang yang memiliki tanaman harus memberikan nama kepada koleksinya. Sebagian orang mungkin menyukai tanaman karena keindahan dan nilai estetikanya. Ada pula yang memiliki banyak tanaman hias tetapi tidak pernah terpikir untuk memberikan nama kepada satu pun dari tanaman tersebut.
Hal itu tentu saja bukan masalah. Memberi nama tanaman hanyalah salah satu bentuk cara manusia berinteraksi dengan sesuatu yang hidup. Tidak melakukannya juga sama sekali tidak menunjukkan karakter yang buruk.
Advertisement
Memberi Nama pada Tanaman Merupakan Hal yang Wajar
Melansir laman Times of India, memberikan nama kepada tanaman merupakan salah satu bentuk antropomorfisme, yaitu kecenderungan manusia untuk memberikan sifat, emosi, atau karakter manusia kepada benda maupun sesuatu yang bukan manusia.
Sebenarnya, kita sering melakukan hal serupa dalam kehidupan sehari-hari. Ada orang yang memberikan nama kepada mobil kesayangannya, berbicara kepada komputer ketika mengalami masalah, atau mengucapkan “terima kasih” kepada asisten suara setelah mendapatkan bantuan.
Tanaman pun bisa mendapatkan perlakuan yang sama. Seseorang mungkin tidak hanya menyiram dan merawat tanamannya, tetapi juga berbicara kepadanya, merasa senang ketika muncul daun baru, khawatir ketika daunnya mulai layu, bahkan menganggap tanaman tersebut memiliki kepribadian tertentu.
Advertisement
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Karakter Orang yang Memberi Nama pada Tanaman
1. Apakah memberi nama pada tanaman itu aneh?
Tidak. Dalam psikologi, kebiasaan ini dianggap wajar dan bisa mencerminkan ikatan emosional dengan tanaman.
2. Mengapa memberi nama bisa membuat orang lebih rajin merawat tanaman?
Nama membuat tanaman terasa personal dan punya identitas, sehingga pemiliknya lebih terdorong merawatnya secara rutin.
3. Karakter apa saja yang dikaitkan dengan kebiasaan ini?
Empati dan perhatian, kreativitas, kedekatan dengan alam, kesabaran, serta sisi playful dan hangat.