7 Cara Bersihkan Minyak Jelantah Bekas Gorengan yang Hitam dan Kotor, Aman Digunakan Kembali

Jangan buang minyak jelantah! Pelajari cara membersihkan minyak goreng yang kotor dan hitam agar bisa digunakan kembali, sehingga lebih ekonomis.

Tantiya Nimas Nuraini
Oleh Tantiya Nimas Nuraini - Reporter
7 Cara Bersihkan Minyak Jelantah Bekas Gorengan yang Hitam dan Kotor, Aman Digunakan Kembali
Ilustrasi Minyak untuk Menggoreng (Photo by Ngo Ngoc Khai Huyen on Unsplash)

Minyak jelantah, yang merupakan minyak goreng bekas, sering kali menjadi permasalahan di dapur karena warnanya berubah menjadi hitam dan kotor setelah beberapa kali digunakan. Kondisi minyak seperti ini tidak hanya menurunkan kualitas masakan, tetapi juga dapat berdampak negatif pada kesehatan jika terus digunakan. Minyak jelantah yang tidak diolah dengan baik berpotensi mengandung residu makanan, senyawa oksidasi, dan bahkan zat karsinogenik yang berbahaya bagi tubuh. Selain itu, membuang minyak jelantah sembarangan dapat menyebabkan pencemaran lingkungan, seperti menyumbat saluran air dan merusak ekosistem. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui cara membersihkan minyak jelantah agar dapat dimanfaatkan kembali secara aman dan bertanggung jawab.

Berbagai metode sederhana dapat diterapkan di rumah dengan menggunakan bahan-bahan yang mudah ditemukan untuk menjernihkan minyak jelantah. Terdapat beberapa cara yang bisa dilakukan untuk membersihkan minyak jelantah bekas gorengan yang hitam dan kotor. Melansir dari berbagai sumber, Kamis (8/1/2026), simak ulasan informasinya berikut ini. Dengan melakukan pembersihan yang tepat, kita tidak hanya dapat mengurangi limbah, tetapi juga menjaga kesehatan dan lingkungan.

1. Penyaringan Awal (Filtering)

7 Cara Bersihkan Minyak Jelantah Bekas Gorengan yang Hitam dan Kotor
Bersihkan Minyak Jelantah Bekas Gorengan (Gemini AI) © 2026 Liputan6.com

Penyaringan adalah langkah awal yang sangat penting dalam proses pengolahan minyak jelantah. Tujuan dari metode ini adalah untuk memisahkan sisa-sisa makanan yang padat serta partikel kecil yang mungkin masih terdapat dalam minyak setelah pemakaian. Proses penyaringan ini tidak hanya efektif dalam menghilangkan kotoran fisik, tetapi juga berfungsi untuk mengurangi bau tengik yang sering kali muncul pada minyak jelantah. Dengan demikian, kualitas minyak dapat meningkat secara signifikan sebelum melanjutkan ke tahap pembersihan berikutnya.

Untuk melakukan penyaringan, pertama-tama biarkan minyak jelantah mendingin sepenuhnya setelah digunakan. Selanjutnya, tuangkan minyak secara perlahan ke dalam wadah bersih dengan menggunakan saringan jaring halus, kain kasa bersih, atau kertas penyaring kopi. Jika kondisi minyak sangat kotor, Anda bisa melakukan penyaringan ganda (double filtering) untuk mendapatkan hasil yang lebih jernih. Langkah ini sangat penting agar minyak yang akan digunakan kembali memiliki kualitas yang lebih baik dan aman untuk dipakai.

2. Menggunakan Tepung (Terigu, Maizena, atau Tapioka)

7 Cara Bersihkan Minyak Jelantah Bekas Gorengan yang Hitam dan Kotor
Bersihkan Minyak Jelantah Bekas Gorengan (Gemini AI) © 2026 Liputan6.com

Tepung memiliki kemampuan istimewa untuk mengikat kotoran serta partikel halus yang terlarut dalam minyak, sehingga menjadikannya agen pembersih yang sangat efektif. Tepung terigu, maizena, dan tapioka dapat digunakan untuk tujuan ini, dengan masing-masing memiliki sedikit perbedaan dalam cara kerjanya.

Untuk menggunakan tepung terigu, ambil 2-3 sendok makan tepung dan campurkan dengan sedikit air hingga membentuk pasta yang cukup cair. Panaskan minyak jelantah hingga hangat, tetapi jangan sampai mendidih, kemudian tuangkan larutan tepung ke dalam minyak dan aduk perlahan. Masak dengan api kecil hingga tepung menggumpal dan mengikat kotoran, lalu saring setelah campuran tersebut dingin.

Tepung maizena berfungsi dengan cara yang mirip dengan tepung terigu, namun memiliki daya ikat yang lebih halus. Campurkan seperempat cangkir air dengan 1 sendok makan tepung maizena untuk setiap cangkir minyak, lalu tuangkan ke dalam minyak jelantah yang sudah dingin. Panaskan campuran ini dengan api kecil sambil terus diaduk hingga kotoran menggumpal bersama maizena, kemudian saring.

Di sisi lain, tepung tapioka juga sangat efektif dalam proses ini. Larutkan 2 sendok makan tepung tapioka ke dalam sedikit air biasa, kemudian panaskan minyak goreng bekas. Setelah minyak cukup panas, masukkan adonan tapioka ke dalamnya dan goreng hingga berwarna kuning kecoklatan. Adonan ini akan mengikat kotoran, setelah itu angkat, buang adonan, dinginkan, dan saring minyaknya.

3. Menggunakan Putih Telur

7 Cara Bersihkan Minyak Jelantah Bekas Gorengan yang Hitam dan Kotor
Bersihkan Minyak Jelantah Bekas Gorengan (Gemini AI) © 2026 Liputan6.com

Putih telur memiliki kemampuan koagulasi yang sangat baik, sehingga menjadi bahan alami yang efektif untuk menjernihkan minyak jelantah. Ketika dipanaskan dalam minyak, protein yang terdapat dalam putih telur akan menggumpal dan secara efisien menangkap partikel kotoran yang ada di dalamnya.

Untuk menerapkan metode ini, siapkan satu putih telur untuk setiap liter minyak jelantah yang ingin dibersihkan. Kocok putih telur hingga sedikit berbusa, kemudian campurkan ke dalam minyak jelantah tersebut. Selanjutnya, panaskan minyak dengan api kecil sambil diaduk perlahan.

Ketika minyak mulai hangat, putih telur akan mulai menggumpal dan mengikat kotoran yang ada dalam minyak. Setelah proses ini selesai dan minyak mendingin, lakukan penyaringan untuk memisahkan gumpalan putih telur serta kotoran yang telah terikat tersebut.

4. Menggunakan Arang Aktif (Activated Charcoal)

7 Cara Bersihkan Minyak Jelantah Bekas Gorengan yang Hitam dan Kotor
Bersihkan Minyak Jelantah Bekas Gorengan (Gemini AI) © 2026 Liputan6.com

Arang aktif adalah adsorben yang sangat efektif, terkenal karena kemampuannya dalam menyerap kotoran, zat warna, dan bau tidak sedap dari berbagai jenis cairan, termasuk minyak. Pori-pori besar yang terdapat pada arang aktif memungkinkan penyerapan yang maksimal, sehingga metode ini sangat efektif untuk membuat minyak menjadi lebih jernih dan mengurangi bau tengik dengan signifikan.

Selain itu, arang aktif juga mampu menghilangkan asam lemak bebas serta zat berbahaya lainnya yang terdapat dalam minyak jelantah. Proses penggunaannya melibatkan penghancuran arang aktif hingga menjadi bubuk halus. Selanjutnya, taburkan 1-2 sendok makan bubuk arang aktif ke dalam minyak jelantah yang sudah didinginkan, aduk hingga merata, dan biarkan selama 30 menit hingga beberapa jam agar arang aktif dapat menyerap kotoran dengan baik. Setelah itu, saring minyak menggunakan kain atau saringan kopi untuk memisahkan arang dari minyak yang telah dibersihkan.

5. Menggunakan Kulit Pisang

7 Cara Bersihkan Minyak Jelantah Bekas Gorengan yang Hitam dan Kotor
Bersihkan Minyak Jelantah Bekas Gorengan (Gemini AI) © 2026 Liputan6.com

Kulit pisang, khususnya kulit pisang kepok, telah terbukti melalui penelitian efektif dalam menjernihkan minyak jelantah. Hal ini disebabkan oleh kandungan selulosa dan pori-pori dalam kulit pisang yang mampu menyerap warna serta hasil degradasi minyak dan peroksida. Penelitian menunjukkan bahwa penggunaan kulit pisang dapat mengurangi kadar asam lemak bebas (FFA) dan menjernihkan warna minyak. Dengan demikian, kulit pisang menjadi alternatif ramah lingkungan untuk mengolah minyak bekas.

Untuk memanfaatkan kulit pisang ini, langkah pertama adalah memotongnya menjadi bagian kecil-kecil. Selanjutnya, panaskan minyak jelantah hingga mencapai suhu hangat, lalu masukkan potongan kulit pisang ke dalam minyak tersebut. Aduk campuran tersebut selama beberapa menit, kemudian angkat kulit pisang dan saring minyak untuk memisahkan sisa-sisa kulit pisang. Dengan cara ini, Anda dapat mendapatkan minyak yang lebih bersih dan jernih.

6. Menggunakan Nasi

7 Cara Bersihkan Minyak Jelantah Bekas Gorengan yang Hitam dan Kotor
Bersihkan Minyak Jelantah Bekas Gorengan (Gemini AI) © 2026 Liputan6.com

Nasi putih yang telah dimasak dapat digunakan untuk menyerap kotoran serta endapan yang terdapat dalam minyak jelantah. Metode ini tergolong sederhana dan seringkali diterapkan untuk membersihkan minyak bekas agar kembali jernih. Kotoran dan sisa makanan yang menempel pada minyak akan menempel pada nasi. Ini merupakan cara yang praktis untuk membuat minyak goreng bekas menjadi lebih layak digunakan kembali.

Untuk melakukannya, ambil segenggam nasi putih yang sudah matang dan kepalkan hingga membentuk bulatan padat. Panaskan minyak jelantah di dalam wajan, kemudian masukkan bola nasi ke dalam minyak panas sambil ditekan-tekan dan digulingkan. Angkat nasi ketika warnanya berubah menjadi kuning dan saring minyaknya. Dengan cara ini, Anda dapat memperpanjang usia pakai minyak goreng dan mengurangi limbah dapur.

7. Menggunakan Garam

Ilustrasi Minyak untuk Menggoreng
Ilustrasi Minyak untuk Menggoreng Photo by Ngo Ngoc Khai Huyen on Unsplash

Garam dapat membantu mengikat kotoran dan sisa air dalam minyak jelantah. Metode ini sering digunakan karena bahannya mudah ditemukan. Panaskan minyak jelantah dengan api kecil, lalu tambahkan sedikit garam dan aduk perlahan. Setelah kotoran mengendap, saring minyak agar terpisah dari endapan.

Rekomendasi