Film "Bila Esok Ibu Tiada" Berhasil Capai 1 Juta Penonton dalam Waktu 3,5 Hari

Film "Bila Esok Ibu Tiada" berhasil meraih 1 juta penonton dalam waktu 3,5 hari, jadi film Indonesia ke-18 yang mencapai angka tersebut tahun ini.

Wayan Diananto
Oleh Wayan Diananto - Reporter
Film "Bila Esok Ibu Tiada" Berhasil Capai 1 Juta Penonton dalam Waktu 3,5 Hari
Film Bila Esok Ibu Tiada mencapai 1 juta penonton hanya dalam 3,5 hari. Ia jadi film Indonesia ke-18 yang mencapa level 1 juta penonton tahun ini. (Foto: Dok. Instagram @leopictures_offici (© 2024 Liputan6.com)

Film Bila Esok Ibu Tiada, yang dibintangi oleh Christine Hakim dan Fedi Nuril, berhasil mencapai angka 1 juta penonton hanya dalam waktu 3,5 hari. Film ini menjadi yang ke-18 dari Indonesia yang berhasil menembus jumlah penonton tersebut. Dalam sebuah unggahan yang dilakukan bersama sutradara Rudi Soedjarwo, pihak rumah produksi Leo Pictures mengonfirmasi bahwa Bila Esok Ibu Tiada telah mencapai 1 juta penonton pada sore hari Minggu, 17 November 2024.

"Doa seorang ibu memang tak pernah mengenal batas dan waktu, pasti langsung menembus langit. Sampai sore ini Film 'Bila Esok Ibu Tiada' sudah tembus 1.000.000++ Penonton!," ungkap Leo Pictures dalam pengumumannya.

Sinyal keberhasilan Bila Esok Ibu Tiada sudah terlihat sejak hari pertama penayangannya pada 14 November 2024. Pada hari itu, film yang juga menampilkan Adinia Wirasti, Amanda Manopo, dan Yasmin Napper berhasil menarik perhatian sekitar 300 ribu penonton. Keberhasilan ini menunjukkan bahwa film lokal dapat bersaing dan diterima dengan baik oleh masyarakat. Dengan pencapaian ini, diharapkan industri film Indonesia semakin berkembang dan menghasilkan karya-karya berkualitas lainnya.

Sampaikan Arti Pentingnya Seorang Ibu di Hidup Kita

Heboh Film Bila Esok Ibu Dibintangi Fedi Nuril Tiada Tembus 1 Juta Penonton Hanya dalam 3,5 Hari
Film Bila Esok Ibu Tiada mencapai 1 juta penonton hanya dalam 3,5 hari. Ia jadi film Indonesia ke-18 yang mencapa level 1 juta penonton tahun ini. (Foto: Dok. Instagram @leopictures_offici © 2024 Liputan6.com

Pada hari kedua penayangannya, film Bila Esok Ibu Tiada berhasil menarik perhatian lebih dari setengah juta penonton. Angka tersebut meningkat pesat hingga mencapai 890 ribu penonton pada hari Sabtu, 17 November 2024. Banyak orang merasa terhubung dengan cerita yang disampaikan dalam film ini.

"Film ini dibuat dengan penuh hati, cinta dan ketulusan tanpa batas. Sebuah karya yang banyak memberikan makna mendalam tentang arti pentingnya seorang Ibu di hidup kita," ungkap pihak Leo Pictures.

Keajaiban dari Doa Seorang Ibu

Jumbo 9,2 Juta Penonton, Jadi Film Indonesia Terlaris Ke-2 Sepanjang Masa Bayangi KKN di Desa Penari
Unggahan Ernest Prakasa terkait jumlah penonton film Jumbo. (Foto: Dok. Instagram @ernestprakasa) © 2025 Liputan6.com

"Semoga kisah ini mengingatkan kita semua akan keajaiban doa seorang ibu yang selalu menyertai langkah kita," ujarnya sambil mengajak masyarakat Indonesia untuk segera menonton di bioskop. Menurut informasi yang dirilis oleh situs pengamat film Cinepoint pada Minggu (17/11/2024), film Bila Esok Ibu Tiada tetap bertahan di posisi teratas. Diperkirakan, total penjualan tiket film tersebut telah mencapai 1.169.649 pada malam sebelumnya.

Sinopsi Film Bila Esok Ibu Tiada

Bila Esok Ibu Tiada Tembus 3 Juta Penonton Setelah 17 Hari, Baim Wong Singgung Cinta dan Kesabaran
Film Bila Esok Ibu Tiada yang dibintangi Christine Hakim dan Fedi Nuril di luar dugaan mendulang 301 ribuan penonton pada hari pertama penayangan. (Foto: Dok. Instagram @agungsaputrabm) © 2024 Liputan6.com

Bila Esok Ibu Tiada menceritakan kehidupan Rahmi (Christine Hakim) setelah ditinggal pergi suaminya, Haryo (Slamet Rahardjo). Mereka memiliki empat anak, yaitu Ranika (Adinia Wirasti), Rangga (Fedi Nuril), Rania (Amanda Manopo), dan Hening (Yasmin Napper). Sebagai anak tertua, Ranika diharapkan menjadi penopang keluarga. Namun, sikapnya yang dianggap terlalu dominan menyebabkan hubungan dengan adik-adiknya menjadi tidak harmonis.

Di sisi lain, Rahmi sangat menginginkan agar keempat anaknya dapat hidup rukun dan saling menjaga jika ia meninggal dunia. Sayangnya, berbagai masalah terus bermunculan dan membuat keadaan keluarga Rahmi semakin rumit. Salah satu titik kritis terjadi ketika Rangga, yang belum memiliki pekerjaan tetap, menyebut Ranika sebagai pahlawan kesiangan. Hal ini berujung pada kondisi kesehatan Rahmi yang semakin memburuk.

Rekomendasi