Setelah Buku Roald Dahl, Kini Seri James Bond Karya Ian Fleming Ikut Ditulis Ulang

Seri novel James Bond karya Ian Fleming yang terdiri atas 12 novel dan dua cerita pendek telah ditulis ulang dengan mempertimbangkan audiens modern.

Tantri Setyorini
Oleh Tantri Setyorini - Reporter
Setelah Buku Roald Dahl, Kini Seri James Bond Karya Ian Fleming Ikut Ditulis Ulang
Daniel Craig sebagai James Bond. © MGM

Beberapa waktu lalu, buku-buku fiksi anak karya Roald Dahl ditulis ulang untuk menghilangkan kata-kata sensitif yang dianggap tidak sesuai dengan masa kini. Upaya itu berakhir dengan kritikan dan tudingan penerbit merusak originalitas cerita. Kali ini, seri fiksi spionase James Bond juga mendapatkan perlakuan serupa.

Seri novel James Bond karya Ian Fleming yang terdiri atas 12 novel dan dua cerita pendek telah ditulis ulang dengan mempertimbangkan audiens modern. Dalam rangka ulang tahun ke-70 novel pertama James Bond yang berjudul "Casino Royale", sekelompok ahli yang disebut sebagai ‘pakar sensitivitas’ akan menghapus sejumlah bagian yang menyinggung ras dalam buku-buku Ian Fleming itu.

Dikutip dari New York Post (27/2/2023), semua buku thriller karya Ian Fleming akan dirilis ulang bulan April 2023 mendatang. Hal itu dilakukan atas permintaan perusahaan yang memiliki hak cipta, Ian Fleming Publications.

Menghilangkan Kata-Kata yang Dianggap Menyinggung SARA

Edisi baru dari novel klasik James Bond juga menyertakan catatan yang berbunyi, "Buku ini ditulis pada saat istilah dan sikap yang mungkin dianggap sensitif oleh pembaca saat ini adalah hal biasa. Sejumlah perubahan telah dibuat dalam edisi ini, dengan berusaha tetap sedekat mungkin dengan teks aslinya dan latar waktu ceritanya."

Fleming menuliskan kisah-kisah rekaan James Bond selama tahun 1950-an dan 60-an. Dalam novel “Dr. No” yang terbit pada 1958, kelompok kriminal yang melarikan diri dari Bond dideskripsikan sebagai "gangster". Kali ini, deskripsi yang mengandung unsur rasial dan penyebutan orang kulit hitam dengan kata-kata tertentu telah dihapus sepenuhnya dari teks.

Selain itu, ras dari dokter dan petugas imigrasi sekarang tidak disebutkan. Etnis seorang bartender dalam buku "Thunderball" yang terbit pada 1961 juga dihilangkan, seperti halnya ras seorang kepala pelayan dalam novelnya yang terbit tahun 1959, "Quantum of Solace".

Revisi terhadap buku seri buku James Bond juga disesuaikan pada pasarnya. Di Amerika, suntingan mencakup penghalusan pada adegan seks selain memodifikasi rujukan rasial seperti tampak dalam novel "Live and Let Die".

Misalnya, adegan yang mengambil latar belakang klub malam Harlem, awalnya berbunyi “Bond bisa mendengar penonton terengah-engah dan mendengus seperti babi di palung. Dia merasakan tangannya sendiri mencengkeram taplak meja. Mulutnya kering." Kini, bagian tersebut telah direvisi menjadi lebih halus, berbunyi "Bond bisa merasakan sensasi elektrik di dalam ruangan."

Tetap Mengikuti Gaya Asli Ian Fleming

Di samping beberapa deskripsi orang kulit hitam yang telah ditulis ulang, terdapat beberapa kalimat dari teks asli yang tetap dipertahankan. Misalnya, istilah rasial yang digunakan Bond untuk merujuk pada orang Asia dan pandangan negatifnya terhadap tokoh asal Korea, Oddjob.

Kalimatnya yang berbunyi "rasa manis pemerkosaan" dan penggambaran homoseksualitas sebagai "kecacatan yang membandel," juga dipertahankan. Menyusul perubahan dalam edisi terbaru, Ian Fleming Publications menyatakan bahwa mereka akan berusaha mengikuti jejak Ian.

Penerbit tersebut berkata, "Kami meninjau teks buku Bond yang asli dan memutuskan tindakan terbaik menurut kami adalah mengikuti jejak Ian. Kami telah membuat perubahan pada novel “Live and Let Die” yang dia izinkan sendiri."

"Mengikuti pendekatan Ian, kami melihat beberapa istilah yang menyinggung ras di seluruh buku dan menghapus sejumlah kata atau menukarnya dengan istilah yang lebih diterima saat ini tetapi tetap menyesuaikan dengan periode penulisan buku," tambahnya.

Penerbit itu menyarankan masyarakat untuk melihat langsung perubahan apa saja yang ada. "Kami mendorong orang-orang untuk membaca sendiri buku-buku itu ketika novel edisi baru diterbitkan," ujar Ian Fleming Publications.

Reporter: Dyra Daniera
Sumber: Liputan6.com

Rekomendasi