Selama dua minggu terakhir, Citayam Fashion Week ramai diperbincangkan warganet. Fenomena ini berawal dari konten TikTok yang memperlihatkan wawancara jalanan dengan pasangan remaja sedang nongkrong di kawasan Stasiun MRT Dukuh Atas, Jakarta.
Tak disangka, konten semacam itu menjadi viral (hanya berisi wawancara singkat). Akhirnya, di sana, banyak konten serupa dibuat oleh konten kreator. Daerah Dukuh Atas pun ramai disambangi oleh anak muda penyangga ibu kota. Mereka datang ke kawasan Dukuh Atas untuk mencari teman, pacar, atau sekadar menghabiskan waktu.
Remaja berusia belasan tahun menjadi subjek yang dikulik dengan pertanyaan ringan. Mereka mayoritas berasal dari daerah penyangga Jakarta seperti Depok, serta Citayam dan Bojong Gede di Bogor. Namun, tak sedikit pula yang berasal dari Jakarta seperti Ancol, Tanjung Priok, dan Cakung.
Fesyen yang Curi Perhatian
Tak sedikit yang menyamakan CFW ini dengan kondisi Stasiun Harajuku di Tokyo, Jepang, yang jadi pusat gaya Harajuku nyentrik. Mulai dari gothic, punk, vintage, hingga lolita. Bahkan, gaya ini menjadi cikal bakal perkembangan salah satu subkultur terbesar dunia, cosplay.
Karena jika kita lihat bagaimana Jeje memilih fesyen-nya, ia sering menggunakan sleeveless top atau tank top dengan sweatpants yang membuatnya terlihat bak model sungguhan. Bonge yang akhir-akhir ini viral karena diberitakan sudah memiliki mobil mewah, ia kerap menggunakan kaos, jaket bermotif ramai, topi, dan kacamata hitam.
Dengan ragam outfit yang nyentrik tersebut, muda mudi Citayam berjalan di Dukuh Atas laiknya seorang model. Banyak orang yang mengartikan itu dengan sebutan Citayam Fashion Week. Dari sana, fenomena CFW pun dilirik oleh masyarakat Jakarta dan sekitarnya.
Semua kalangan, mulai berdatangan ke Dukuh Atas untuk melihat dan memeriahkan fashion week itu. Bahkan, sebagian masyarakat penasaran dengan inspirasi fesyen yang dipilih muda mudi Citayam.
“Aku beli baju, celana, sama jaket ini di Racun Shopee Citayam yang ada di aplikasi Shopee. Soalnya model baju-bajunya cocok di aku dan banyak diskonnya. Jadi, aku bisa ganti-ganti baju yang keren terus setiap hari,” jelas Kurma, salah satu ikon Citayam Fashion Week, Minggu (31/7/22).
Bonge pun menjelaskan, bahwa salah satu inspirasi fesyen yang dipakainya berasal dari Racun Shopee Citayam.
“Waktu itu, aku dengar dari Kurma sama temen-temen aku di sini kalau ada Racun Shopee Citayam. Pas aku cek, ternyata bajunya bagus-bagus dan produk lokal. Cocok banget buat dipakai ke Citayam Fashion Week, apalagi jadi bisa ganti-ganti karena pilihannya banyak. Misalnya hari ini aku pakai kaos sama celana ini, kan, kapan-kapan aku bisa pakai ini lagi tapi ditambah jaket gitu,” tambah Bonge.
Setelah redaksi mengecek aplikasi Shopee, ternyata benar bahwa terdapat kampanye Racun Shopee Citayam yang menawarkan berbagai kurasi outfit brand lokal dengan berbagai promo.
Roy, ikon Citayam Fashion Week lainnya yang populer di kalangan muda mudi, juga mengatakan bahwa ia dan teman-temannya menyukai Racun Shopee Citayam. Ia kerap mendapat inspirasi padu padan outfit-nya di sana.
“Iya sama, aku juga sering buka Racun Shopee Citayam soalnya lengkap. Makasih, Shopee, udah dukung anak-anak Citayam kayak aku dan teman-teman buat jadi lebih kreatif,” kata Roy.
Munculnya Citayam Fashion Week Bagi sebagian masyarakat, dianggap sebagai wadah para remaja dari daerah-daerah penopang Jakarta untuk mengekspresikan dirinya melalui fesyen.