Kalau mendengar kata ‘hampers’, mungkin banyak yang mengaitkannya dengan beragam menu manis seperti kue kering, cake, maupun puding. Padahal, ada banyak menu sedap bercitarasa gurih yang cocok dijadikan hantaran buat orang terdekat.
Salah satunya, Biryani Kak Ila yang mulai menawarkan menu khas India di Malang. Memulai usaha kuliner di tahun 2013, Farah Aulia menceritakan awal berjualan nasi biryani. “Berawal dari adik sepupu yang menawarkan menjual basi biryani milik ibu di sekolahnya. Disesuaikan dengan kantong pelajar seharga Rp10 ribu dan lanjut ditawarkan saat kuliah. Alhamdulillah masih jalan sampai sekarang,” kenangnya.
Mengusung nama panggilan akrab sang ibu untuk menamai usaha kulinernya, ada yang unik dari Biryani Kak Ila.
Racikan 19 Jenis Rempah
Buat pecinta hidangan khas Asia yang kaya rempah, nasi biryani wajib masuk ke dalam daftar. “Rempahnya ada 19 jenis,” jawab Farah singkat saat ditanya alasan di balik aroma sedap menu ini. Bukan hanya menggunakan beragam bumbu dan rempah, proses pembuatannya pun memakan banyak waktu, kurang lebih 8 jam untuk memasaknya.
Bisa Pilih Lauk Sesuai Selera
Di Biryani Kak Ila, pembeli bisa memilih lauk yang diinginkan, baik ayam, kambing atau mix keduanya. “Hari biasa ada minimal order. Untuk yang personal minimal 10 kotak, kalau nampan kecil bisa minimal 2. Nampan sedang atau besar minimal 1 juga bisa, ada juga hampers dengan samosa dan chicken biryani in wrap dengan PO H-1,” jelasnya.
Soal harga, menu Biryani Kak Ila cukup terjangkau dan bisa disesuaikan dengan porsi makan. Nasi Biryani ukuran personal dibanderol dengan harga Rp25 ribu untuk lauk ayam dan Rp40 ribu untuk lauk kambing. Sedangkan untuk nampan mulai 3-4 porsi dibanderol mulai Rp120 ribu saja. Ingin mencari menu yang berbeda untuk memeriahkan momen spesial? Coba Tumpeng Biryani untuk 10 atau 20 porsi mulai harga Rp300 ribu.
Tantangan Selama Pandemi
Advertisement
Pandemi yang terjadi selama 2 tahun ini membawa dampak besar bagi UMKM kuliner, termasuk Biryani Kak Ila. “Tantangannya sejauh ini waktu pandemic kerasa banget ya. Benar-benar nggak ada pesanan, tapi untungnya masih bisa bertahan sampai sekarang karena kini sistemnya by PO,” jelas Farah. Belum lagi kenaikan harga bahan baku yang memaksanya untuk menaikkan harga paket hampersnya, yang langsung berdampak pada penurunan pemesanan dibandingkan tahun lalu.
Harapan Farah pun nggak muluk-muluk, ia berharap tetap bisa membantu sang ibu berjualan nasi biryani. “Pengennya tetap jalan usahanya dan ada saja yang pesan,” harapnya. Dukungan pun diberikan oleh ManisdanSedap.com, platform yang membantu menemukan dan memesan beragam menu pre-order di seluruh Nusantara dalam sekejap.
Platform yang merupakan bagian dari KLY (KapanLagi Youniverse) sebagai Digital Media Network ini juga membantu pemilik UMKM dengan menampilkan jualan mereka sekaligus memudahkan berinteraksi dengan pembeli. Tingkatkan penjualanmu, yuk daftarkan usaha kulinermu ke ManisdanSedap.com.