Ikan Tipis Kering, Dendeng Berbumbu Khas Kota Tarakan yang Kesohor

Menurut cerita rakyat, Tarakan berasal dari kata 'Tarak' yang berarti bertemu dan 'Ngakan' yang berarti makan yang secara harfiah bisa di artikan 'Tempat para nelayan untuk istirahat makan, bertemu serta melakukan barter hasil tangkapan dengan nelayan lain'.

Haris Kurniawan
Oleh Haris Kurniawan - Reporter
Ikan Tipis Kering, Dendeng Berbumbu Khas Kota Tarakan yang Kesohor
Ikan tipis kering. ©2021 Istimewa

Menurut cerita rakyat, Tarakan berasal dari kata 'Tarak' yang berarti bertemu dan 'Ngakan' yang berarti makan yang secara harfiah bisa di artikan 'Tempat para nelayan untuk istirahat makan, bertemu serta melakukan barter hasil tangkapan dengan nelayan lain'.

Kota Tarakan yang dikenal dengan sebutan 'Bumi Paguntaka' ini didiami oleh suku asli Tidung yang di dalam perkembangannya pula Kota Tarakan dihuni oleh suku-suku lain seperti, Suku Dayak, Banjar, Jawa, Bugis, Batak, Toraja, Tionghoa dan lain-lain.

Kota yang memiliki perairan seluas 406,52km2 yang merupakan lebih dari setengah luas kota nya sendiri ini memiliki potensi perikanan tangkap dan perikanan budidaya yang tinggi. Jenis hewan yang di tangkap di perairan ini bernilai ekonomi yang cukup tinggi seperti, udang, ikan, kerang, kepiting asoka dan rumput laut.

Pertumbuhan ikan di wilayah ini dipengaruhi adanya muara sungai. Karena memiliki potensi menghasilkan klorofil yang akan menjadi planton dan sumber makanan ikan. Hal ini yang menjadikan Kota Tarakan terkenal dengan hidangan berbahan dasar laut yang hanya bisa di temui di kota ini.

Masyarakat Kota Tarakan sendiri memiliki banyak sekali hidangan berbahan dasar seafood yang sering mereka konsumsi sehari-hari sehingga banyak keanekaragaman olahan laut yang dimiliki salah satunya dalah ikan tipis kering.

Ikan tipis kering atau yang biasanya disebut dengan ikan pepija yang telah dikeringkan ini menjadi makanan khas kota Tarakan. Ikan tipis biasanya dijadikan buah tangan oleh wisatawan yang berkunjung ke Kota Tarakan.

Pembuatan ikan tipis kering ada beberapa tahap. Pertama ikan tipis dibelah dua kemudian dicuci dengan air tawar. Selanjutnya, ikan dilumuri bumbu atau ditaburi garam. Bumbu dibuat dari gula merah, bawang putih, ketumbar, dan merica yang dihaluskan.

Ikan yang berbumbu atau bergaram ditaruh di tempat penjemuran dari kawat. Tempat itu seperti alat pengayak pasir dari kawat, dengan panjang 2 meter dan lebar 1,5 meter. Penjemuran di bawah terik sinar matahari perlu satu hari. Saat cuaca mendung perlu tiga hari.

Setelah kering, ikan berbumbu jadi berwarna coklat kemerahan. Ikan yang ditaburi garam jadi berwarna kuning kecoklatan. Kemudian makanan tersebut dijual dalam plastik 500 gram-1.000 gram. Ikan berbumbu akan berasa seperti dendeng saat dimakan. Ikan bergaram berasa gurih dan asin.

Sebelum dimakan, ikan digoreng 15 detik. Mungkin karena amat tipis, makanan itu bisa menggantikan kerupuk.

Rekomendasi