Katanya sebuah personal space (ruang pribadi) mencerminkan kepribadian pemiliknya. Seberapa rapi sebuah rumah, ruang kantor, atau bahkan meja kerja berbanding lurus dengan kebiasaan pemiliknya dalam mengorganisir segala sesuatu. Lalu bagaimana dengan personal space Donald Trump, tepatnya meja kerjanya di Ruang Oval, Gedung Putih?
Pada bulan Januari lalu, Donald Trump memamerkan ruang kerjanya kepada reporter Fox News. "Lihat meja kerja saya. Penuh kertas. Anda tidak akan melihat presiden yang memiliki kertas sebanyak itu di meja mereka," tuturnya dengan bangga. Meja kerja Trump memang tampak beda dari para presiden terdahulu. Mejanya dilengkapi dua buah telepon, setumpuk kertas yang terlihat sedikit berantakan, dan segelas soda sebagai pengganti cangkir teh atau kopi. Kondisi ruang kerjanya di Trump Tower juga tak berbeda jauh.
Meja kerja Trump di Gedung Putih.© Getty Images
Sejumlah analisis mengenai etos kerja sang presiden pun bermunculan. Julie Morgenstern, seorang pakar organisasi dan penulis Organizing from the Inside Out lumayan terkejut dengan meja kerja Trump yang tidak rapi. Barang-barangnya tergeletak di meja dalam susunan yang tidak sistematis.
Meja kerja Trump di Trump Tower. © Getty Images
Menurut Morgenstern, meja kerja yang berantakan menunjukkan etos kerja seseorang yang cenderung memulai banyak hal, tetapi pada akhirnya tidak menyelesaikan satu pun di antaranya. Tumpukan kertas yang menggunung mewakili proyek-proyek yang belum selesai.
Morgenstern juga melakukan analisis singkat atas tampilan meja kerja Trump sebelum menjadi presiden. "Ada begitu banyak hal [di meja Trump] yang bersaing untuk merebut perhatiannya dan rasanya benar-benar sulit untuk fokus. Anda harus menggali di bawah tumpukan kertas untuk melihat apa yang ada di sana," tuturnya kepada Cosmopolitan.
Advertisement
Advertisement
"Saya punya beberapa klien yang meja dan lantainya dipenuhi dengan tumpukan, tetapi jika saya saya bertanya apa yang ada dalam salah satu tumpukan itu, mereka bisa menjawabnya. Dan Trump mungkin juga begitu, tetapi sebaiknya meja Anda bersih dari segala sesuatu, kecuali proyek yang sedang Anda kerjakan dan alat-alat yang perlukan untuk melakukan pekerjaan itu. Dengan begitu, meja dan pikiran Anda benar-benar bersih agar bisa fokus sepenuhnya pada proyek yang sedang ditangani."
Sebuah penelitian yang dilakukan pada tahun 2013 mengemukakan pendapat bahwa kantor yang berantakan merupakan lingkungan yang dapat memicu orisinalitas, pemikiran baru, dan gebrakan. Sebuah studi lain yang dilakukan di Northwestern University mengemukakan bahwa orang-orang yang bekerja di ruang berantakan cenderung lebih kreatif dan lebih cepat dalam memecahkan perkara yang membutuhkan pemikiran kreatif. Hal yang sama bisa ditemukan pada meja Steve Jobs dan Albert Einstein.
Meja kerja Einstein. © estherbubley.com
Morgenstern menambahkan, "Sebenarnya, beberapa orang memiliki gaya yang berbeda, dan beberapa bisa bekerja dengan sangat baik dengan meja yang berantakan dan sementara beberapa orang justru tidak bisa bekerja sama sekali [jika meja tampak tak rapi]." Obama misalnya, memiliki meja kerja yang nyaris bersih dari barang-barang.
Meja kerja Barrack Obama di Gedung Putih. © 2014 Getty Images
Sebuah foto resmi yang dikeluarkan oleh Gedung Putih pada tahun 2014 menunjukkan kalau presiden kulit hitam pertama Amerika Serikat itu memiliki dua buah telepon dan sebuah iPad, menandakan kalau dia suka bekerja dengan memanfaatkan teknologi. Mungkin memang seperti itulah lingkungan yang dibutuhkan Obama untuk bekerja. Lain Obama, tentunya lain pula Trump.
Advertisement