Marieke Voorsluijs, seorang desainer tekstil dan penggiat seni rajut asal Belanda merasa sedih karena putera-puteranya sudah tak mau dipeluk lagi. Pasalnya bocah-bocah yang sudah beranjak remaja itu merasa malu jika diperlakukan seperti anak-anak."Anak saya sudah puber. Dulu kami berpelukan sepanjang waktu, tetapi belakangan ini momen seperti ini sangat langka," jelasnya. "Sekarang dia lebih suka bergaul dengan teman-temannya, bermain dengan teleponnya, dan mendengarkan iPod. Dan meskipun dia ikhlas dan menganggap hal ini 'sesuai dengan rencana alam, dia merindukan pelukan dari anak-anaknya.Untuk mengatasi kekecewaannya, Voorsluijs memutuskan untuk membuat tiruan salah satu puteranya, tepatnya putera bungsunya. Dilansir Bored Panda, Voorsluijs merajut replika seukuran anak lelakinya itu. Boneka itu tentunya tak keberatan dia peluk sesuka hati.
Boneka rajut karya Marieke Voorsluijs ©2016 Club Geluk
Voorsluijs mengaku kalau dia butuh waktu sekitar dua bulan untuk menyelesaikan rajutan itu. Kedua anaknya bersedia membantu merealisasikan proyek sang ibu.
Boneka rajut karya Marieke Voorsluijs ©2016 Club Geluk
Voorsluijs akhirnya berhasil membuat boneka rajutan yang mirip dengan putera bungsunya. Didandaninya boneka itu semirip mungkin dengan sang putera.
Advertisement
Boneka rajut karya Marieke Voorsluijs ©2016 Club Geluk
Anak Marieke Voorsluijs dan boneka tiruannya ©2016 Club Geluk
Meskipun boneka ini tak bisa menggantikan sang putera seutuhnya, Voorsluijs mengaku puas karena dia jadi bisa merasakan kedekatan kembali dengan putera-puteranya selama proses pembuatan boneka.