Tahukah kamu siapa pemakai rok mini pertama di dunia? Bagaimana sejarahnya hingga warna pink identik dengan anak perempuan? Atau tahukah kamu siapa penemu kait pada bagian belakang bra?Jawabannya ternyata cukup mengejutkan, lho. Sekadar untuk menambah pengetahuan, mari kita belajar berbagai fakta unik dan seru tentang fashion.Kait bra ditemukan oleh Mark Twain
Ilustrasi bra Shutterstock/Lukas Majercik
Tahukah kamu, penulis Mark Twain merupakan pemegang paten untuk kait bra? Dilansir Refinery29, penulis The Adventures of Tom Sawyer dan Adventures of Huckleberry Finn ini awalnya menciptakan kait untuk rompi, pantalon, dan jenis pakaian lain yang membutuhkan tali.Twain memang penulis yang sangat antusias terhadap teknologi. Pria ini dikenal bersahabat dengan ilmuwan Nikola Tesla dan Thomas Alva Edison. Sepanjang hidupnya Twain telah mematenkan 3 penemuan.Ritsleting YKK yang mendunia
Resleting ykk © YKK Zippers
Tampaknya sebagian besar ritsleting pada pakaian yang kita kenakan memiliki logo bertulisan YKK. Sebenarnya apa itu YKK? Ternyata YKK adalah kepanjangan dari Yoshida Kogyo Kabushikikaisha, yang berarti PT. Yoshida Industri. YKK adalah perusahaan produsen ritsleting paling terkemuka di dunia asal Jepang. Perusahaan ini didirikan oleh Tadao Yoshida di Tokyo, pada 1934. Di Indonesia sendiri YKK memiliki anak perusahaan yang berlokasi di Cikarang.Warna pink dulunya digunakan anak lelaki
Advertisement
Ilustrasi anak perempuan dan warna pink © JeongMee Yoon/Museum of Fine Arts
Benar sekali, dulunya warna pink justru identik dengan jenis kelamin lelaki. Dilansir Smithsonian, setelah perang dunia I, warna pink mulai diidentikkan untuk anak laki-laki, sementara warna biru ditujukan untuk anak perempuan.Berdasar dari artikel yang diterbitkan oleh Earnshaw's Infant's Department pada juni 1918, warna pink diberikan untuk anak laki-laki karena warna tersebut terkesan lebih tegas dan kuat. Selain itu warna pink merupakan turunan dari warna merah yang identik dengan sifat maskulin. Sedangkan warna biru dipilih untuk anak perempuan karena dianggap lebih lembut dan menenangkan.Warna pink kemudian identik dengan karakteristik feminin sejak Perang Dunia II. Awalnya karena warna ini dianggap melambangkan masa muda dan kesehatan, sehingga lebih banyak digunakan untuk bayi dan anak kecil. Lambat laun warna pink mulai dikonotasikan dengan cinta dan sifat-sifat feminin. Rok mini tertua di dunia ditemukan di Denmark
Sisa jasad Gadis Egtved yang ditemukan di Denmark ©2015 Wikimedia Commons/Heelgrasper
Mumi Gadis Egtved dari Denmark adalah manusia pertama yang diketahui memakai rok mini. Gadis Egtved adalah julukan untuk mumi perempuan dari zaman perunggu yang ditemukan di Egtved, Denmark pada tahun 1921. Menurut perkiraan, Gadis Egtved adalah nenek moyang bangsa Nordik yang hidup antara tahun 1390-1370 SM.Saat ditemukan, Gadis Egtved yang diperkirakan meninggal pada usia 16-18 tahun mengenakan rok dari jalinan tali dengan panjang di atas lutut. Para sejarawan menduga rok itu merupakan bagian dari gaya berbusana yang umum bagi para wanita pada masa itu.
Advertisement
High heels pertama dipakai oleh prajurit Persia
High heels prajurit Persia © Mentalfloss.com
Sama seperti warna pink, high heels alias sepatu hak tinggi ternyata juga pertama kali digunakan oleh pria. Dilansir Mental_floss, pemakaian high heels tertua tergambar pada artefak mangkok keramik Persia dari abad 9.Sepatu ini pada masa itu digunakan oleh prajurit persia yang mengendarai kuda. High heels ini digunakan untuk mempertahankan kestabilan kaki prajurit ketika menginjak sanggurdi pada kuda. Dengan kaki yang terkunci itu, maka prajurit dapat membidik panah mereka secara lebih jitu.Asal-usul sol merah khas Louboutin
Ilustrasi sepatu rancangan Christian Louboutin © Reuters
Dilansir Refinery29, jauh sebelum Christian Louboutin mendesain sepatu dengan sol merah menyala yang jadi trademark-nya, raja Louis XIV dari Prancis sudah mengenakan sepatu bersol merah. Sepatu itu dibuat khusus untuk kaum bangsawan kerajaan.Namun sol merah Louboutin diciptakan secara tidak sengaja. Sang desainer mengaku kalau saat itu dia berniat membuat sepatu yang terinspirasi dari lukisan Flowers karya Warhol. Dia merasa kurang puas karena sepatu itu seakan 'tenggelam' karena desain bunga-bunganya terlalu mencolok.Kemudian ilham mendatanginya ketika melihat salah satu asistennya sedang mengecat kuku dengan warna merah. Louboutin lantas mengambil cat kuku tersebut dan menggunakannya untuk mengecat sol sepatu. Dari sanalah koleksi red sole Louboutin bermula.Koleksi sepatu terbanyak di dunia
Advertisement
Darlene Flynn dan koleksi sepatunya © Guinness World Records News
Mungkin kebanyakan dari kita berpikir kalau pemilik koleksi sepatu terbanyak di dunia adalah mantan first lady Filipina, Imelda Marcos. Marcos memang sering jadi bahan pemberitaan karena koleksi sepatunya yang lebih dari 1.200 pasang.Namun pemilik koleksi sepatu terbanyak di dunia adalah Darlene Flynn, seorang wanita asal Menifee, California, Amerika Serikat. Dilansir Sydney Morning Herald, almarhum Flynn mengoleksi 16.400 pasang sepatu, membuatnya menyabet rekor Guinness.