Penting Diketahui! Etika Berbusana Bagi Ibu Pengantin Tanpa Menyaingi Mempelai di Hari Istimewa

Busana ibu pengantin harus anggun, sopan, dan tidak mengalahkan perhatian mempelai, mencerminkan penghormatan dan kebanggaan.

Rahma Aisy
Oleh Rahma Aisy - Reporter
Penting Diketahui! Etika Berbusana Bagi Ibu Pengantin Tanpa Menyaingi Mempelai di Hari Istimewa
Penting Diketahui! Etika Berbusana Bagi Ibu Pengantin Tanpa Menyaingi Mempelai di Hari Istimewa (Merdeka.com)

Pernikahan bukan hanya momen penting bagi kedua mempelai, tetapi juga bagi orang tua mereka, terutama sang ibu pengantin. Hari bahagia ini adalah waktu penuh emosi, kebanggaan, dan cinta. Sebagai sosok yang selama ini membesarkan dan membimbing, kehadiran ibu di hari pernikahan putrinya menjadi simbol restu dan dukungan yang mendalam. Namun, ada satu hal yang seringkali membuat ibu pengantin merasa dilema: busana seperti apa yang tepat dikenakan?

Memilih busana sebagai ibu pengantin tidak semudah memilih gaun untuk acara biasa. Terdapat etika dan norma yang harus diperhatikan agar penampilan sang ibu tidak menyaingi, apalagi mengalihkan perhatian dari sang mempelai. “Memilih pakaian untuk dikenakan di pernikahan putri Anda jelas merupakan tugas penting—ini juga hari besar bagi Anda,” tulis laman The Knot dalam artikel berjudul “Here's Everything You Need to Know about Mother-of-the-Bride Attire.”

Dalam artikel tersebut, para ahli menekankan pentingnya keseimbangan antara tampil anggun dan tetap berada di garis belakang sorotan. Etika berpakaian ibu pengantin bukan hanya soal gaya, tetapi juga penghormatan terhadap peran utama sang mempelai wanita. Artikel ini akan mengulas secara mendalam tentang panduan berpakaian yang tepat untuk ibu pengantin agar tetap tampil elegan, sopan, dan tidak melanggar etika pernikahan.

Dulu, pilihan busana untuk ibu pengantin seringkali terbatas pada model yang terkesan kaku, kuno, bahkan terlalu konservatif. Kini, paradigma tersebut telah bergeser. Para ahli menyatakan bahwa ibu pengantin dianjurkan mengenakan pakaian yang membuat mereka merasa percaya diri dan nyaman. Gaun malam yang ramping, dress midi yang modis, jumpsuit elegan, atau bahkan setelan celana yang chic—semuanya kini dianggap pantas asalkan sesuai dengan tema dan atmosfer pernikahan.

Julie Sabatino, penata gaya pengantin dan pendiri The Stylish Bride, memberikan panduan penting dalam memilih busana ibu pengantin. “Pertimbangkan kode busana, musim, dan lokasi pernikahan saat memilih pakaian untuk ibu pengantin. Ketiga faktor ini akan sangat menentukan tingkat formalitas yang dibutuhkan,” ungkap Sabatino.

Untuk pernikahan dengan tema black-tie atau formal, gaun panjang dengan siluet sheath atau A-line kerap menjadi pilihan ideal. Sedangkan untuk pernikahan semi-formal atau cocktail party, ibu pengantin dapat mengenakan dress panjang selutut, jumpsuit elegan, atau setelan dengan detail anggun. Di pernikahan santai, ibu pengantin tetap dapat tampil menawan dengan sentuhan gaya yang lebih kasual namun tetap rapi, seperti blus dengan rok midi atau dress bermotif floral yang cerah.

Terlepas dari tingkat formalitas, busana ibu pengantin sebaiknya sedikit lebih formal daripada tamu biasa, karena mereka termasuk dalam bagian penting dari prosesi pernikahan dan biasanya juga turut berjalan di lorong upacara. Tren tahun ini bahkan menampilkan beragam gaya modern seperti gaun asimetris satu bahu, gaun dengan detail payet atau sulaman mewah yang memberikan kesan glamor namun tetap elegan.

ilustrasi busana ibu pengantin
ilustrasi busana ibu pengantin google/pinterest

Pertanyaan umum yang sering muncul adalah: warna apa yang boleh dan tidak boleh dikenakan oleh ibu pengantin? Jawabannya mungkin mengejutkan: tidak ada satu warna tradisional khusus untuk ibu pengantin. Beberapa pasangan memilih agar ibunya mengenakan warna yang senada dengan para bridesmaid, sementara yang lain memberikan kebebasan penuh.

Warna klasik seperti navy blue, burgundy, hijau zamrud, dan dusty mauve kerap menjadi pilihan aman untuk ibu pengantin sepanjang musim. Gaun dengan motif floral yang semarak pun kini makin populer, terutama untuk pernikahan di musim semi atau outdoor. Namun demikian, warna terbaik tetaplah yang membuat sang ibu merasa percaya diri dan nyaman.

Bagaimana dengan warna putih atau hitam? “Sah-sah saja bagi ibu pengantin mengenakan warna hitam, terutama jika tema pernikahannya formal atau black-tie,” jelas The Knot. Akan tetapi, penting untuk tetap berkonsultasi dengan mempelai wanita terlebih dahulu. Sementara itu, warna putih, ivory, atau champagne hampir selalu dianggap tabu kecuali mendapat izin langsung dari pasangan pengantin. Menggunakan warna-warna tersebut tanpa seizin mempelai dapat dianggap sebagai bentuk persaingan simbolik dengan sang pengantin wanita, yang seharusnya menjadi pusat perhatian di hari istimewa tersebut.

Jika ibu pengantin ingin tampak serasi dengan ibu dari mempelai pria, koordinasi warna dapat dilakukan—asal tidak mengenakan model atau warna busana yang sama persis. “Mereka tidak perlu mengenakan pakaian yang cocok, tetapi sebaiknya tetap selaras dalam hal formalitas dan palet warna,” kata Sabatino. Dalam hal ini, komunikasi antar keluarga menjadi kunci penting untuk menghindari ketidaknyamanan.

Pernikahan Al Ghazali dan Alyssa Daguise
Pernikahan Al Ghazali dan Alyssa Daguise Instagram/@maiaestiantyreal

Dalam tradisi lama, ibu pengantin perempuan biasanya menjadi pihak pertama yang memilih busananya. Pilihan ini kemudian menjadi referensi bagi ibu pengantin pria agar gaya keduanya tetap harmonis. Namun, dalam praktik modern, pemilihan busana ibu pengantin seringkali bersifat kolaboratif antara sang ibu dan mempelai wanita. Pasangan pengantin biasanya memiliki visi tertentu terkait tema warna dan gaya keseluruhan, tetapi keputusan akhir tetap berada di tangan sang ibu.

“Memilih busana untuk ibu pengantin sebaiknya menjadi proses bersama,” ungkap Sabatino. “Meskipun pasangan akan memberikan arahan, ibu pengantin tetap sebaiknya memiliki suara dominan karena dialah yang akan memakainya sepanjang hari.”

Lalu, siapa yang menanggung biaya busana ibu pengantin? Secara tradisional, sang ibu membeli busananya sendiri, kecuali jika pasangan pengantin menyatakan niat untuk menanggung biaya tersebut sebagai bagian dari hadiah atau tanda terima kasih. Oleh karena itu, penting untuk mendiskusikan hal ini secara terbuka sejak awal agar tidak menimbulkan kesalahpahaman.

Mencari dan memilih busana untuk ibu pengantin tidak harus menjadi proses yang melelahkan. Dengan memahami dasar-dasar etika berbusana, komunikasi yang baik dengan mempelai, dan mempertimbangkan keselarasan tema, seorang ibu dapat tampil anggun tanpa harus mencuri perhatian dari sang pengantin wanita.

Kuncinya adalah tampil sesuai karakter, menghormati nilai-nilai budaya dan harapan keluarga, serta menyeimbangkan gaya pribadi dengan norma acara. Karena pada akhirnya, yang paling penting bukan hanya bagaimana penampilan sang ibu, tetapi bagaimana ia hadir sebagai sosok pendukung penuh cinta yang merestui anaknya memasuki babak baru dalam hidup.

Jadi, apakah Anda seorang ibu yang sedang bersiap menyambut hari pernikahan anak perempuan Anda? Ingatlah bahwa keanggunan sejati terletak pada kesederhanaan, kepercayaan diri, dan rasa hormat terhadap momen sakral tersebut.

Rekomendasi