Negara Asia Galakkan Pariwisata, Kota di Belgia Justru Takut Kebanjiran Turis

Senin, 1 Juli 2019 17:16 Reporter : Tantri Setyorini
Negara Asia Galakkan Pariwisata, Kota di Belgia Justru Takut Kebanjiran Turis Ilustrasi Brugge, Belgia. ©2019 Merdeka.com/Pixabay

Merdeka.com - Sudah menjadi hal yang wajar jika pemerintah suatu daerah atau kota menggalakkan pariwisata di kawasannya. Pasalnya kedatangan wisatawan bisa mendatangkan pendapatan yang besar bagi daerah. Namun pemerintah Brugge, sebuah kota di Belgia justru melakukan hal yang sebaliknya.

Dilansir MailOnline, pihak berwenang di Brugge telah mengambil langkah-langkah untuk membatasi jumlah wisatawan. Mereka khawatir dengan potensi membludaknya wisatawan yang bakal datang ke kota tersebut. Sekitar 8,3 juta wisatawan mengunjungi kota Brugge pada tahun 2018. Jumlah ini meningkat pesat jika dibandingkan tahun sebelumnya.

2019 Merdeka.com/Pixabay

Pemerintah Brugge berusaha membatasi jumlah wisatawan dengan hanya mengizinkan dua kapal pesiar untuk berlabuh. Otoritas Brugge juga ingin melarang pembukaan toko-toko turis yang monoton. Langkah yang terakhir ini ditujukan untuk melestarikan keragaman dan karakter asli Brugge.

Walikota Kota Dirk De fauw mengatakan Brugge bisa menjadi seperti Disneyland jika tidak dilakukan tindakan untuk memperlambat aliran pengunjung. Dewan turis kota juga telah mencabut kampanye iklan Brugge di kota-kota besar yang sarat pelancong seperti Brussel dan Paris.

Dia mengatakan kepada surat kabar Flemish, Het Nieuwsblad mengatakan, "Kita harus lebih mengontrol arus masuk jika kita tidak ingin Brugge benar-benar menjadi Disneyland. Tapi kita harus mengincar pariwisata yang berkualitas, orang-orang yang tinggal di sini selama beberapa hari, makan enak, mengunjungi museum. Bukan kerumunan besar yang dibawa ke sini dengan bus selama tiga jam dan kemudian kembali ke kapal pesiar mereka." [tsr]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini