Mitos atau Fakta Kejatuhan Cicak Bikin Sial Seumur Hidup? Ini Faktanya

Mitos kejatuhan cicak telah menjadi bagian dari budaya masyarakat, namun apa sebenarnya makna di baliknya? Simak penjelasan lengkapnya.

Titah Mranani
Oleh Titah Mranani - Reporter
Mitos atau Fakta Kejatuhan Cicak Bikin Sial Seumur Hidup? Ini Faktanya
Mitos atau Fakta Kejatuhan Cicak Bikin Sial Seumur Hidup? Ini Faktanya (Merdeka.com)

Mitos kejatuhan cicak merupakan salah satu kepercayaan yang telah mengakar kuat dalam budaya masyarakat, termasuk di Indonesia. Kepercayaan ini mengaitkan peristiwa cicak yang jatuh mengenai tubuh seseorang dengan berbagai pertanda, baik yang positif maupun negatif.

Meskipun tidak ada bukti ilmiah yang mendukung mitos ini, banyak orang masih mempercayainya dan mengaitkannya dengan peristiwa dalam kehidupan mereka.Dalam kepercayaan masyarakat Jawa, primbon sering digunakan sebagai pedoman untuk memahami berbagai tanda atau pertanda alam, termasuk mitos tentang kejatuhan cicak.

Menurut Primbon Jawa, jika seseorang mengalami kejatuhan cicak di tubuhnya, itu dianggap sebagai pertanda buruk atau membawa kesialan. Ada beberapa tafsir yang berkembang di masyarakat, antara lain:

1. Pertanda Akan Terjadi Musibah

Kejatuhan cicak diyakini sebagai tanda akan terjadi sesuatu yang tidak menyenangkan, seperti kecelakaan, kehilangan barang, atau peristiwa yang membawa kesedihan.

2. Tanda Akan Mendapat Kabar Buruk

Ada pula yang percaya bahwa seseorang yang terkena cicak bisa segera menerima berita buruk, baik dalam urusan pekerjaan, keluarga, atau kehidupan pribadi.

3. Mengganggu Energi Positif

Dalam kepercayaan mistis, cicak dianggap sebagai hewan yang membawa energi negatif. Jika jatuh di tubuh seseorang, diyakini dapat mengganggu keseimbangan energi positif dalam hidupnya.

Karena kepercayaan ini, banyak orang yang jika kejatuhan cicak akan segera melakukan ritual tertentu, seperti mencuci bagian tubuh yang terkena, membaca doa-doa tertentu, atau bahkan mandi untuk menghilangkan kesialan.

Berbagai interpretasi ini menunjukkan betapa beragamnya pandangan masyarakat terkait mitos ini. Jatuhnya cicak di punggung bisa diartikan sebagai beban berat dalam hidup, sedangkan di bokong justru dianggap sebagai pertanda baik, seperti mendapatkan teman baru atau rezeki. Mitos ini jelas menunjukkan bahwa kepercayaan ini sangat dipengaruhi oleh budaya dan tradisi yang ada di masyarakat.

kejatuhan cicak
kejatuhan cicak © 2024 merdeka.com

Dalam Islam, mitos kejatuhan cicak yang dikaitkan dengan kesialan tidak memiliki dasar yang kuat. Islam mengajarkan bahwa segala sesuatu yang terjadi di dunia ini terjadi atas kehendak Allah, dan tidak ada makhluk atau kejadian yang secara otomatis membawa kesialan atau keberuntungan.

Beberapa poin penting dalam Islam mengenai mitos ini:

1. Tidak Ada Hubungan Antara Cicak dan Kesialan

Islam tidak mengajarkan bahwa kejatuhan cicak di tubuh seseorang adalah pertanda buruk. Dalam Al-Qur’an maupun Hadis, tidak ada keterangan yang menyebutkan cicak sebagai pembawa kesialan.

2. Percaya pada Takhayul Dilarang dalam Islam

Islam melarang umatnya percaya pada takhayul (khurafat) atau hal-hal yang tidak memiliki dasar yang jelas. Rasulullah ﷺ bersabda:

"Barang siapa yang menggantungkan sesuatu (untuk keberuntungan atau menolak kesialan), maka dia telah bertawakal kepada selain Allah." (HR. Ahmad, Abu Dawud, dan Tirmidzi)

Hal ini menunjukkan bahwa seorang Muslim harus meyakini bahwa segala sesuatu terjadi atas izin Allah, bukan karena pertanda atau mitos tertentu.

Dalam beberapa hadis, cicak memang disebutkan, tetapi bukan dalam konteks pembawa sial. Rasulullah ﷺ pernah memerintahkan untuk membunuh cicak karena dianggap sebagai hewan yang ditiup oleh iblis untuk membantu api membakar Nabi Ibrahim. Namun, ini bukan berarti cicak membawa sial jika jatuh ke tubuh seseorang.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah ﷺ bersabda:

"Barang siapa yang membunuh cicak dalam satu kali pukulan, maka baginya sekian pahala. Barang siapa yang membunuhnya dalam dua kali pukulan, maka baginya sekian pahala yang lebih sedikit dari yang pertama." (HR. Muslim)

Mitos Kejatuhan Cicak di Tangan Kanan dan Bagian Lainnya, Tanda Peruntungan hingga Bahaya
cicak © 2024 merdeka.com / @pixabay.com

Jika mengalami kejadian kejatuhan cicak, sebaiknya seorang Muslim tidak panik atau percaya pada mitos, melainkan cukup membaca doa perlindungan seperti Ayat Kursi, Surah Al-Falaq, atau Surah An-Nas, serta bertawakal kepada Allah.

Pada akhirnya, menurut Primbon Jawa, kejatuhan cicak dianggap sebagai pertanda sial atau kabar buruk, sehingga banyak orang menghindarinya atau melakukan ritual untuk menangkalnya. Sementara dalam Islam, kepercayaan ini termasuk takhayul yang tidak memiliki dasar. Islam mengajarkan bahwa segala kejadian terjadi atas izin Allah, bukan karena pertanda dari hewan tertentu.

Jika mengalami kejatuhan cicak, cukup bersikap biasa saja, menjaga kebersihan, dan bertawakal kepada Allah tanpa harus mempercayai mitos yang tidak berdasar. Jadi, daripada khawatir dengan mitos, lebih baik fokus pada usaha, doa, dan keyakinan kepada Allah dalam menghadapi segala hal dalam hidup. 

Rekomendasi