Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Masjid Raya Sheikh Zayed Solo, Masjid Indonesia dengan Nuansa Timur Tengah

Masjid Raya Sheikh Zayed Solo, Masjid Indonesia dengan Nuansa Timur Tengah Masjid Raya Sheikh Zayed Solo. ©2023 Merdeka.com

Merdeka.com - Masjid Raya Sheikh Zayed Solo terbilang menjadi salah satu masjid baru yang bisa menjadi magnet bagi para wisatawan, baik lokal atau mancanegara untuk melakukan wisata religi. Masjid yang dibangun di atas lahan seluas 26.581 meter persegi ini memiliki luas bangunan mencapai 8.400 meter persegi dan menjadi masjid paling luas di Jawa Tengah.

Direktur Utama PT Waskita Karya (Persero) Tbk, Destiawan Soewardjono mengungkapkan bahwa masjid ini memiliki dua lantai dan mampu menampung 4 ribu jamaah di bangunan intinya. Ia juga mengatakan bahwa secara keseluruhan masjid ini bisa menampung 10 ribu jamaah.

"Masjid ini juga dilengkapi dengan perpustakaan yang berisikan buku-buku agama Islam. Ada pula tempat wudhu bagi pria dan wanita, lalu juga penyandang disabilitas,” katanya.

“Ada ruang VIP, ruang laktasi, dan juga masjid ini ada taman yang cukup luas serta kolam-kolam kecil di sekelilingnya dan tentunya lahan parkir," lanjut Destiawan.

Selain itu, pembangunan masjid yang dibangun oleh PT Waskita Karya (Persero) Tbk ini memakan waktu kurang lebih 19 bulan, tepatnya dimulai pada 27 Mei 2021 hingga 31 Oktober 2022.

Masih Terdapat Sentuhan Nuansa Lokal

masjid raya sheikh zayed solo©2023 Merdeka.com

Walau kerap disebut sebagai replika dari Masjid Sheikh Zayed Grand Mosque di Abu Dhabi, Masjid Raya Sheikh Zayed Solo memiliki sejumlah perbedaan, salah satunya adalah dengan memadukan nuansa lokal pada desain arsitekturnya.

Hal itu terlihat ketika para jamaah menjejakan kakinya di pelataran serambi masjid, ukiran motif batik kawung terpampang jelas di hadapan mata. Selain itu, motif batik juga terdapat pada karpet lantai utama bangunan masjid yang dikombinasikan dengan desain geometris arabesque di bagian tengah.

“Kemudian di masjid ini, Waskita menunjukkan ciri khas Indonesia khususnya Kota Solo, karena terdapat ukiran-ukiran batik Kawung khas Solo. Karpet pun kami menggunakan karpet dari dalam negeri," ujar Destiawan.

Tak hanya itu, material lantai dan sebagian dinding Masjid Raya Sheikh Zayed Solo didatangkan dari Italia. Marmer didatangkan secara bertahap, yakni pertama ke Jakarta, baru lalu diangkut ke Solo setelah melalui proses fabrikasi.

Masjid ini juga memiliki 606 keran untuk wudhu. Khusus untuk perempuan, tempat wudhu berada di basement. Sementara untuk laki-laki, ada tempat wudhu yang berada di basement serta di sisi selatan masjid dekat kawasan parkir.

Penyebaran Ajaran Agama Islam

masjid raya sheikh zayed solo©2023 Merdeka.com

Sebagaimana fungsi masjid lainnya, Masjid Raya Sheikh Zayed Solo juga difungsikan sebagai pusat penyebaran ajaran Agama Islam, tidak hanya untuk umat Islam, tapi juga seluruh umat beragama.

"Masjid digunakan sebagai tempat sarana dan prasarana dalam menyebarkan ajaran-ajaran agama Islam serta memberikan kesempatan bagi pengunjung yang bukan saja dari umat Muslim namun juga semua agama untuk bisa lebih mengenal apa itu Islam dan bagaimana ajaran dari Nabi Muhammad SAW," tutur Destiawan.

Pembangunan masjid ini pun diapresiasi oleh Presiden Joko Widodo. Pasalnya, menurut mantan Wali Kota Solo tersebut, pengerjaan masjid ini mendekati sempurna karena cukup mirip dengan yang ada di Abu Dhabi.

"Yang jelas, Waskita bersyukur bisa ditunjuk sebagai kontraktor dari pembangunan masjid ini," tutup Destiawan.

(mdk/fah)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP