Menjadi sahabat setia manusia, anjing kerap kali menunjukkan perilaku yang tampak menggemaskan namun menyisakan tanda tanya besar. Salah satunya adalah kebiasaan mereka menjilati kaki sendiri. Sekilas, hal ini mungkin dianggap lucu atau wajar sebagai bagian dari perilaku membersihkan diri. Namun, ketika kebiasaan ini terjadi secara berlebihan dan terus menerus, patut diwaspadai bahwa ada kemungkinan tersembunyi di baliknya.
Sebagai pemilik yang peduli, Anda tentu ingin memahami apa yang sebenarnya sedang dirasakan oleh hewan kesayangan Anda. Apakah ia hanya sekadar merasa nyaman, atau justru sedang berusaha memberi sinyal bahwa ada sesuatu yang salah dengan tubuhnya? Faktanya, kaki anjing adalah bagian yang sangat sensitif dan vital. Saat mereka mulai fokus menjilat bagian tersebut secara tidak biasa, tubuh mereka mungkin sedang mencoba menyampaikan pesan penting.
Dr. Gary Richter, pendiri Ultimate Pet Nutrition, dalam wawancaranya bersama Cuteness menyebutkan bahwa kebiasaan menjilat kaki pada anjing bisa disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari alergi, cedera, hingga keberadaan benda asing. “Jika pemilik merasa perilaku tersebut berlebihan… atau jika kaki yang dijilat tampak lebih sensitif dari biasanya, atau jika kulit terlihat iritasi, itu adalah indikasi bahwa ada sesuatu yang salah,” ujarnya.
Advertisement
Kaki anjing memiliki struktur unik, dan sering kali menjadi tempat bersarangnya benda asing seperti duri, serpihan tanaman, atau bahkan serpihan kecil dari trotoar yang mereka lewati. Saat benda asing masuk ke celah jari atau tertahan di bulu, hal ini bisa menimbulkan rasa tidak nyaman yang mendorong anjing menjilatinya berulang kali. Dalam beberapa kasus, benda seperti foxtail atau duri tanaman dapat menembus jaringan kulit, menyebabkan iritasi hingga infeksi.
Dr. Richter menegaskan pentingnya pemeriksaan fisik secara berkala. “Potongan bahan asing (seperti awn tanaman, burr, dll) dapat masuk di antara jari-jari atau terperangkap di bulu, atau mungkin ada benda asing yang menembus kaki,” jelasnya. Oleh karena itu, pemilik anjing dianjurkan untuk rutin memeriksa kondisi kaki hewan peliharaan mereka, khususnya setelah berjalan-jalan di luar ruangan.
Apabila benda asing tersebut terlihat dan mudah diambil, Anda dapat menghilangkannya dengan hati-hati. Misalnya, burr bisa dihancurkan terlebih dahulu menggunakan tang sebelum disisir perlahan dari bulu. Namun, jika ragu atau benda asing tersebut sulit diakses, sebaiknya mintalah bantuan dokter hewan atau groomer profesional. Menangani masalah ini secara tidak tepat justru dapat memperparah cedera dan menyebabkan trauma pada anjing.
Jika Anda mencurigai adanya luka pada bantalan kaki, lakukan pertolongan pertama dengan membersihkannya menggunakan air bersih, lalu bungkus dengan kain kasa steril untuk mencegah infeksi. Namun, penting diingat bahwa luka kecil sekalipun dapat menimbulkan masalah besar jika tidak dirawat dengan benar, terutama jika menyebabkan pendarahan yang berlangsung lebih dari 10 menit. Dalam kondisi seperti ini, kunjungan ke dokter hewan sangat disarankan.
Advertisement
Selain benda asing dan cedera, alergi menjadi penyebab utama lainnya di balik kebiasaan menjilati kaki pada anjing. Alergi pada anjing bisa berasal dari berbagai sumber—baik dari makanan, udara, maupun kontak langsung dengan zat tertentu. Gejalanya pun bisa beragam, mulai dari hidung berair, bersin, infeksi telinga, hingga menjilati kaki secara berlebihan.
“Alergi yang menyebabkan anjing menjilat kaki bisa karena kontak langsung, alergen yang terhirup, atau makanan,” kata Dr. Richter. Dalam beberapa kasus, alergi makanan menjadi sumber utama, dan solusi terbaik adalah berkonsultasi dengan dokter hewan untuk menyesuaikan jenis makanan atau bahkan membuat menu khusus bagi anjing yang sensitif.
Untuk kasus ringan, menjaga kebersihan kaki bisa menjadi solusi awal. Produk seperti Dandylion Clean Paws yang dirancang khusus untuk anjing bisa digunakan untuk membersihkan kaki tanpa harus membilas. Selain itu, merendam kaki anjing dalam larutan air hangat yang dicampur garam Epsom sebanyak tiga kali sehari selama 10 menit juga dapat membantu mengurangi peradangan dan rasa gatal.
Alergi yang tidak tertangani dapat menimbulkan ketidaknyamanan jangka panjang bagi anjing. Mereka akan terus menjilati area yang terasa gatal, menyebabkan bulu berubah warna menjadi karat atau kemerahan akibat air liur, terutama pada anjing berbulu terang. Hal ini bisa menjadi pertanda visual yang membantu pemilik mengenali adanya masalah, meski tidak disertai luka terbuka.
Advertisement
Tidak semua kebiasaan menjilati kaki adalah pertanda penyakit. Dalam banyak kasus, anjing juga menjilat sebagai bagian dari naluri perawatan diri. Seperti halnya kucing yang sering menjilati tubuhnya untuk menjaga kebersihan, anjing pun memiliki kebiasaan serupa, terutama setelah berjalan di luar atau bermain di lingkungan yang kotor.
Namun, jika perilaku ini terjadi secara obsesif dan berlebihan, bisa jadi ada gangguan emosional yang mendasarinya. Anjing yang merasa cemas, bosan, atau mengalami stres berkepanjangan, cenderung mencari pelampiasan melalui perilaku kompulsif, salah satunya dengan menjilati kaki secara terus menerus. Dalam hal ini, perhatian dan stimulasi mental sangat penting diberikan kepada anjing.
Memastikan anjing Anda memiliki rutinitas harian yang menyenangkan, bermain secara aktif, dan mendapatkan kasih sayang yang cukup bisa menjadi langkah pencegahan sederhana namun efektif. Jika Anda merasa perilaku anjing berubah drastis, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter hewan atau ahli perilaku hewan guna mendapatkan saran yang sesuai.
Advertisement
Menentukan batas antara perilaku normal dan tanda bahaya memang bukan hal mudah. Namun, ada beberapa indikator yang bisa membantu Anda mengenalinya. Jika kaki yang dijilat tampak merah, membengkak, berdarah, atau menunjukkan tanda-tanda iritasi serius, segera lakukan pemeriksaan lebih lanjut. Apalagi jika perilaku menjilat disertai gejala lain seperti pincang, kehilangan nafsu makan, atau perubahan perilaku secara umum.
Jangan pernah anggap remeh sinyal yang diberikan anjing Anda. Mereka mungkin tidak bisa bicara, tapi mereka tahu bagaimana menyampaikan ketidaknyamanan melalui tindakan. Pemilik yang peka dan responsif akan menjadi kunci utama dalam menjaga kesehatan dan kebahagiaan hewan kesayangannya.
Kebiasaan menjilati kaki pada anjing bisa bermakna banyak hal—dari sekadar tanda cinta dan perawatan diri, hingga gejala adanya gangguan kesehatan serius. Memahami penyebab di balik perilaku ini adalah langkah awal untuk memberikan perawatan terbaik bagi sahabat berbulu Anda.
Dengan pemeriksaan rutin, perhatian penuh, dan kesediaan untuk berkonsultasi dengan profesional, Anda dapat memastikan kaki mungil mereka tetap sehat dan nyaman. Sebab, tidak ada yang lebih membahagiakan dari melihat hewan kesayangan hidup aktif, sehat, dan bebas dari rasa sakit.